Me and The Greatest Showman (2018) - B+

11:26 AM

Untuk blog.


You don’t need the whole world to love you. Just a few good people. -Charity Barnum


entertainment.ie

Rating:
PG (
for thematic elements including a brawl)
Genre: Drama, Musical, and Performing Arts
Directed By: Michael Gracey
Written By: Jenny Bicks, Bill Condon
Cast: Logan, Michelle Williams, Zac Efron, Zendaya, Rebecca Ferguson, Keala Settle, Sam Humphrey
Runtime: 105 minutes
Studio: 20th Century Fox
Critics:  8/10 (IMDB) 56% Rotten Tomatoes 


"Featuring The Academy Award winning lyricists of La La Land" yang tertera di posternya sudah bikin gue penasaran untuk nonton filmnya, apalagi kemaren lagu This Is Me, soundtrack film ini menang Best Original Song di Golden Globe Awards 2018, karena emang lagunya memorable dan mengandung pesan yang sangat dalam tentang arti tetap berani diri sendiri. Selain itu juga The Greatest Showman dapet nominasi Golden Globe di kategori Best Picture in Musical/Comedy, Hugh Jackman alias Logan juga dapet nominasi Golden Globe untuk Best Actor in Motion Picture kategori Musical/Comedy. 

Film ini memang merupakan adaptasi kisah Phineas Taylor Barnum (Hugh Jackman) disingkat P.T. Barnum, seorang sosok legendaris di dunia hiburan yang dulu pernah membangun pertunjukkan sirkus terbesar Amerika di era 1860an, namanya Barnum & Bailey Sircus. Awalnya gue kira P.T. Barnum itu nama perusahaannya si Barnum singkatan dari Perseroan Terbatas. Ternyata itu singkatan dari nama aslinya, hehehe. 

Mengangkat tema cerita yang sama kayak La La Land yaitu tentang seseorang yang punya perjuangan untuk meraih mimpinya. Barnum yang awalnya berasal dari keluarga miskin punya cita-cita ingin menciptakan keajaiban, membuat orang-orang bahagia dengan membuat The Greatest Show yang ada di dunia. Selain itu, motivasi dasar lainnya adalah Barnum ingin menunjukkan pada mertuanya yang kaya raya bahwa dia bisa membahagiakan istrinya Charity Barnum (Michelle Williams) yang sudah ia cintai sejak masih kecil.

Kadang kita bilang film itu bagus karena punya pesan moral yang sama dengan apa yang sedang kita sendiri lagi di dunia nyata sedang perjuangkan. Film ini punya hal tersebut. Tentang berkarya kadang gak pernah puas, pengin nyeimbangin antara bikin bahagia para kritikus atau orang-orang awam, pengin nyeimbangin antara ngeblog sama kuliah juga susah. Yang pada kenyataannya film ini pun gagal membahagiakan kritikus Rotten Tomatoes tetapi punya audience score yang tinggi sebesar 90% dan di IMDB pun skornya 8/10. You don’t need the whole world to love you. Just a few good people.

Secara motif, karakter Barnum adalah karakter yang gak pernah puas, sekaligus menampilkan sisi dewasa seorang Hugh Jackman. Kadang untuk meraih sesuatu, untuk membuat dunia menjadi apa yang kita inginkan, butuh sedikit trik. Apalagi kalo orang udah sukses, ya, pasti ada aja yang ngehalangin, pengin ngehancurin, pengin boikot, memperkarakan sebuah hal yang seharusnya diterima dengan tidak serius tetapi memang begitulah manusia. Perbedaan persepsi menghasilkan output yang berbeda-beda, kadang menghakimi or something atau kadang karena dalam posisi terdesak, ketika merasa dikritik ya manusia cenderung ingin ngasih pembuktian. 

Bila dibandingkan dengan film yang memanfaatkan musik sebagai elemen dasar dalam filmnya, opening scene-nya mirip sama Baby Driver dan tetunya, La La Land. Langsung menghentak dengan keselarasan musik dan dance-nya yang mantap, kostum yang dipakai juga warna-warni kalo kata kritikus Rotten Tomatoes bahasanya itu "visually stunning" yang artinya bikin mata kayak disiram air terjun. Dancing-nya benar-benar suka gue, yang kayak begini bikin senyum-senyum terus gue lihatnya, abis itu ada masalah terus konflik selesai. But.. jangan kaget kalo tiba-tiba langsung nyanyi-nyanyi dan nari-nari lagi.

Untuk urusan cerita tentang mimpi, film ini gak se-real La La Land. La La Land boleh punya tema mimpi tetapi mimpinya itu sederhana dan The Greatest Showman itu menurut gue mimpi yang setinggi langit. Lyricist yang sama dengan La La Land yang gue bilang di awal nyiptain lagu untuk film ini yaitu Justin Paul sama Benj Pasek menurut gue sangat memuaskan, kalo kata Mbah Cenayang Film, lirik lagunya lebih memotivasi dibandingkan kata-kata motivator, kalo menurut gue liriknya bikin semangat menjalani hidup. Seperti dulu abis ibadah La La Land tidak bisa langsung move on dengan lagu-lagunya, bangkainya itu bikin langsung buka Spotify nyari lagunya. Lagunya asoy semua cocok didengerin di perjalanan naik kereta, apalagi naik kereta yang perjalanan malam sambil liat kerlap kerlip lampu.  Denger-denger pun bakal tayang The Greatest Showman versi sing-along-nya..

Ada Zac Efron sama Zendaya yang namanya sama-sama awalnya Z. World War Z, jadinya. Zendaya jadi penari trapezze gitu yang nari gelantungan pake tambang yang biasa dipake lomba tarik tambang pas agustusan, dan unyu banget kalo lagi perform rambutnya warna pink, beuh, keren banget, tidak kuat gue melihatnya. Ada Michelle Williams dan Rebecca Ferguson yang sama-sama cantik.

Saran gue kalo mau nonton film yang musikal kayak gini atau film apapun lah jangan dengerin lagu soundtrack-nya yang jadi pengiring opening scene-nya dulu sebelum nonton filmnya, soalnya kalo udah viral di internet kan susah kitanya jadi penasaran. Kayak sebelum nonton Susah Sinyal gue rajin dengerin lagu soundtrack-nya yang dari The Overtunes yang jadi pengiring pembuka adegan di film tersebut, eh, pas nontonnya jadi berasa gak kena, efek kagetnya kurang, jadi agak mengurangi mood gue sepanjang film juga. Hipotesis ini betul karena gue dengerin lagu This is Me dulu sih sebenarnya tapi masih ngena. Bisa gitu, ya? Yap, karena lagu This is Me bukan lagu dari adegan pembukanya, jadi mood gue lancar-lancar aja. Apakah betul? Bisa jadi, sih. Terserah kalian, lah, mau percaya apa enggak, cuma uneg-uneg gue aja yang sotoy.

Ya.. film ini adalah tipikal film yang bakal gue tonton bareng anak-anak sama istri gue, kelak, kalo ada yang mau. Sambil nasehatin anak-anak gue, "Nak, dengerin daddy, kalian terserah mau jadi apa aja, mau jadi penari balet, mau jadi pohon, mau jadi penipu, boleh bahkan. Tapi ada syaratnya, jadilah penipu seperti tukang sulap yang menghibur orang lain. Jangan jadi penipu yang tiba-tiba nyuruh orang transfer orang ke rekeningnya atau.. kayak orang yang suka bikin clickbait di Youtube, gak ada seninya, sering nyomot hasil kerja orang, kadar hiburannya dikit tapi provokatif, malah suka memecah belah bangsa. Kayak yang lagi hingar bingar sekarang soal penistaan penistaan itu kan awalnya dari yang bikin video di Youtube..

eh, awalnya dari Youtube apa instagram, ya? Hufftt.."

Berat juga, ya, pesan moral buat anak-anak gue. Hmmm, keknya entar gue revisi lagi sesuai perkembangan zaman.

Jadinya secara mantap gue memutuskan, nilai untuk film ini adalah:


B+ Yang bikin asyoy tarian sama musiknya, pesan dalam lirik lagu-lagunya banyak yang mantap dan rasanya kayak mimpi.

(9-,-)9

You Might Also Like

0 comments

Silahkan komentar, bebas, mau saran, pujian, kritik, sampe roasting, bebaslah!