Me and Stranger Things 2

Untuk blog.

Halo..

Kenalin lagi, gua Fauzy. Mahasiswa psikologi yang kuliah di Yogyakarta yang sekarang lagi khawatir-khawatirnya gara-gara siklon Cempaka yang bikin kemarin dua hari gak berhenti hujan. Masalahnya, hujan doang mah gampang, tapi kalo atap kos udah merembes dan titik-titik air mulai menetes. "Oh, tidak mungkin hidup sekhawatir ini Ya Gusti.." gumam gua dalam hati. Mau tidur juga takut kosan tertimbun air. Soalnya, daerah sekitar Yogyakarta seperti Bantul dan Gunung Kidul banyak yang banjir sekitar dua meter bahkan banyak juga yang tanah longsor. Ya Gusti, gua do'akan selamat dan semangat, ya yang disana.. dan buat Yogyakarta semoga aman, deh..

Stranger Things 2 poster via ew.com


Minggu lalu, gua sudah ngomongin Stranger Things Season 1 yang cukup seru. Boleh ngelanjutin baca ini kalau sudah nonton yang season pertamanya, ya. Dan, jangan lupa baca dulu pos gua yang bahas musim sebelumnya. Sikaat.. 


Berbeda dengan kebanyakan tv series yang biasanya kalau dilanjutin ke season selanjutnya malah makin hancur biasanya, eh, menurut gua Stranger Things ini malah makin bagus.  Tentunya dengan setting-nya yang berada di tahun 80-an namun karakternya juga masih dengan Will and the gang, Dustin, Mike, Lucas yang masih imut-imut dan di season 2 mereka mengalami perkembangan yang signifikan dan semakin bijak setelah trauma psikologis yang mereka alami di season pertama. Terutama Dustin, gua sangat suka perkembangannya.

Setelah berhasil keluar dari Upside Down di musim sebelumnya, William Byers dan kota Hawkins masih mendapat teror dari sosok entitas asing yang aneh, terduga alien. Di season kedua ini diperkenalkan beberapa karakter baru untuk menambah ceritanya jadi semakin seru yaitu Max (seorang gadis berambut merah yang rebellious dan punya trust issues), Billy yang baru pindah dari California dengan background keluarga yang complicated yang merupakan kakak dari Max, Bob the Brain yang diperankan oleh Shawn Austin, dan Murray yang sedikit lunatic tapi kocak. 

Stranger Things 2 ini tokoh cewek aneh di Season 1 yang berhasil mengalahkan Demogorgon yaitu Eleven bener-bener dikubek latar belakang keluarganya kayak gimana. Yang menurut gua gak menganggu dan masih mantap buat diikutin... tapi memang aneh, sih, gimana silsilah keluarganya si Eleven.. *spoiler alert:* Eleven sama kakaknya jauh banget bedanya. Kakaknya kayak keturunan India dan Will keturunan Amerika atau Eropa. Awal-awal muncul pun Eleven yang tadinya botak jadi kriwil mirip Sherlock Holmes Benedict Cumberbatch *spoiler ends*

Will yang sebelumnya banyak ngilangnya di Upside Down dan memiliki porsi yang sedikit, sekarang bener-bener jadi kunci dan kayaknya capek banget jadi si Will di Season 2 ini soalnya dikit-dikit kesurupan, sembuh bentar kesurupan lagi. Kesurupannya juga keren, bukan sama setan ecek-ecek yang suka minta kopi, dong, tapi sama entitas asing terduga alien yang lebih seram dari season pertama. Sungguh kesurupan yang sungguh scientifik dan futuristik. 

Ibunya Will (Wynona Rider) semakin cantik tapi ada suatu adegan ketika dia nyender sama Hopper, eh, kelihatan banget boncelnya. Di season 1, dia layak diapresiasi atas penampilannya yang memerankan  ibu yang sedih kehilangan anaknya dan hidupnya amburadul gak sempat jaga penampilan dan di season 2 dia kayak sempat dandan dan jaga penampilan gitu soalnya emang menurut gua makin cantik dan makin charming.

Tapi kekurangannya nih menurut gua yaitu kejadian serupa di akhir ternyata terulang kembali atau repetitif bagi yang pengen plot twist kayaknya bakalan sedikit terganggu, tapi tiap episode bener bener seru konfliknya pertanyaan-pertanyaan yang ngegantung berhasil terjawab dengan apik: kayak kenapa si Will muntah pas abis selamat dari Upside Down, nasib eleven gimana ke depannya, kenapa Hopper naro Eggo di satu kotak di tengah hutan, dan teror baru apa yang muncul dari Upside Down.. yang terlihat makin ke sini referensi Jurrasic Park sama Spiderman 3 sangat terasa. Ada referensi velociraptor sama Venom yang gua cium di sini.

Will, Dustin, sama Lucas masih imut-imut banget dan masih bikin nostalgia. Terutama kalau pernah ngerasain jatuh cinta ke cewek yang sama di antara sahabat. Kehilangan binatang peliharaan kesayangan. Dan, juga, ketika kesepian di pesta perpisahan karena gak punya gebetan. Semua-semua hal-hal yang gua sebutin tadi bakal menambah serunya Stranger Things 2 ini. Dan, masih, favorit gua yaitu Dustin. Beuh, Dustin bikin gua nangis, Bro.. keren banget Dustin. Mantap, Dustin. Hidup, Dustin!

Dustin, Good...

Itu, mastin..

Yang terakhir, sinematografinya makin ciamik dari musim sebelumnya, diikutin dengan musik-musik oldies seperti "Should I Stay pr Should I Go" dari The Clash, "Heroes" dari David Bowie, dan "Waiting For a Girl Like You" dari Foreigner yang langsung populer lagi di layanan streaming musik Spotify, kayak kejadian waktu Guardian of the Galaxy muncul ke permukaan musik-musik tema 70-80-an yang dipake di film jadi hits again. Tapi, kok, gua suka musik-musik yang tua-tua, ya?

Jangan-jangan..

Gua sebenarnya..

Alien.

Selamat menjelajahi misteri Stranger Things yang makin stranger ini, ladies and gentleman.

(9-,-)9

 Baca juga:
  1. Me and Thor Ragnarok
  2. Me and Baby Driver

Comments