Mental Health Bagi Pekerja dan Mahasiswa

11:23 PM

Untuk blog.

Sebagai mahasiswa psikologi, gua ingin mengingatkan kepada orang-orang dewasa yang telah menghabiskan banyak waktu di tempat kerja. Kesehatan mental sangat penting untuk diperhatikan saat ini, terutama di era modern seperti sekarang. Kondisi kesehatan mental seperti depresi, kegelisahan, perubahan mood secara tiba-tiba, dan juga stress sedang menjadi isu yang sedang hangatnya diperbincangkan saat ini. Gangguan tersebut sangat rentan beresiko negatif into your productivity di tempat kerja. Sekarang ini sudah saatnya untuk pembaca setia yang mungkin sudah bekerja meningkatkan awareness-nya terhadap kesehatan mental sendiri dan orang-orang di sekitarnya dalam lingkungan kerja yang sedang saat ini digeluti. Apakah lingkungan cenderung negatif terhadap kesehatan mental Kakak-Kakak sekalian?

WHO menyebutkan secara global, 300 juta orang di dunia menderita depresi, 250 juta orang mengalami gangguan kecemasan, dan banyak sekali orang-orang yang mengalami dua gangguan tersebut sekaligus. Studi terbaru yang dilakukan WHO menyebutkan, dalam skala ekonomi internasional dua gangguan tersebut telah menyebabkan kerugian sebesar satu triliun USD setiap tahunnya dikarenakan kehilangan orang-orang dengan dengan yang menderita dua gangguan tersebut kehilangan produktivitasnya dalam tempat kerjanya.

Dilansir dari situs web Pijar Psikologi, menurut data statistik WFMH menyebutkan secara internasional 10% dari populasi orang bekerja di dunia mengambil cuti karena depresi yang dialami ketika bekerja. Gejala depresi seperti sulit untuk fokus, konsentrasi, membuat keputusan yang muncul ketika seseorang depresi mempengaruhi sekitar 94% kinerja dan produktivitas seorang karyawan. Karena ketika seseorang sedang menderita gejala depresi tersebut dipaksakan hadir bekerja dalam kondisi kurang baik seperti itu dampaknya hingga 0,1%-4,2% pendapatan negara menurun.


Namun, topik mengenai kesehatan mental bukan hanya terjadi dalam dunia kerja saja. Dalam dunia perkuliahan pun sama. Sebagai "miniatur dari dunia kerja" mahasiswa-mahasiswa juga seringkali mengalami gangguan depresi dan gangguan kecemasan, terlebih dalam masalah produktivitas. Bukan cuma gua doang barangkali yang sering stress karena tugas, akhir-akhir ini dosen nagih-nagih PKM terus hahaha, dan juga masalah lubang di hati yang belum tertambal, atau baca juga perkara have to deal with lecturer yang ngeselin, baca: Mechanical Defense.


Untuk kesehatan mental, salah satu metode penyembuhannya adalah dengan membicarakannya kepada orang yang tepat, tapi terkadang ketika ingin membicarakannya atau curhat kepada teman atau sahabat itu gua sering susah untuk menggambarkannya tapi akhirnya gua nemuin ilustrasi dari Sow Ay (via independent.co.uk) yang sangat relevan dengan yang sering gua rasakan:

Sow Ay's ilustration about mental health (via independent.co.uk)
Sow Ay's ilustration about mental health (via independent.co.uk)
Sow Ay's ilustration about mental health (via independent.co.uk)
Sow Ay's ilustration about mental health (via independent.co.uk)
Sow Ay's ilustration about mental health (via independent.co.uk)
Sow Ay's ilustration about mental health (via independent.co.uk)

Sow Ay's ilustration about mental health (via independent.co.uk)

Sow Ay's ilustration about mental health (via independent.co.uk)

Sow Ay's ilustration about mental health (via independent.co.uk)

Tepat tanggal 10 Oktober ini yang digaungkan oleh dunia diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Dunia, dan Hari Kesehatan Mental Dunia 2017 mengambil tema Kesehatan Mental di Tempat Kerja. Karena gua masih mahasiswa, gua menggaungkan Kesehatan Mental di Dunia Perkuliahan. Mulai dari sekarang, ayo, tingkatkan awareness kita terhadap kesehatan mental kita masing-masing dan juga terhadap orang-orang di sekitar kita yang kita sayangin.

Untuk bacaan tips untuk menjaga kesehatan mentalnya bisa dibaca di sini: 6 Cara Mudah Jaga Kesehatan Mental

Dan bonus film animasi yang dikenalkan oleh Kate Middleton, dibintangi oleh beberapa siswa yang digambarkan dengan karakter berupa sidik jari. Sama halnya dengan bagaimana sidik jari setiap orang berbeda, setiap siswa mengalami emosi-emosi berbeda di waktu yang berbeda dan masing-masing dari mereka menghadapinya dengan cara yang unik.
 



Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia, pembaca setia Blog si (M)amba Hitam. Ingat, kesehatan mentalmu adalah hal yang paling utama dari yang lain, apalagi kalo yang lainnya itu adalah orang ketiga. Jangan kasih kendor!

Yogyakarta, --10 Oktober 2017.

(9-,-)9


You Might Also Like

4 comments

  1. kesehatan mental saya benar-benar teruji saat dulu masih jadi jurnalis.. bawaan pengen ngomel2 tiap kali deadline pasti ada setiap hari sih..
    sekarang freelance jadi lebih santai sihh. Alhamdulillah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah sekarang sudah santai ya Kak Endah, bisa kerja kapanpun gak terikat deadline..

      Delete
  2. Kukira perasaan2 kaya di atas jarang banget dialamin sama cowo, tapi ada juga kah? Kadang ya ngerasa gini, eh ga kadang lagi sih kayanya mah tiap hari astaga :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sering, Kak Umi. Kayak sekarang tugas numpuk banget, mau ngerjain ini apa itu bingung akhirnya ngerjain semua tapi pikiran malah pusing sendiri dan gak ada yang selesai.
      .
      UTS is coming pula.
      .
      Wadududuy.

      Delete

Silahkan komentar, bebas, mau saran, pujian, kritik, sampe roasting, bebaslah!