Tuesday, May 30, 2017

Tiga Dua

Santai, santaiii

Yang udah nungguin post terbaru blog ini sampe demo di rektorat univ, santaiii

Post ini adalah selingan, karena gue sedang membuat Hasil Tes Psikologi yang menjadi deadline hari ini dan di kumpulin besok.. oke, be cool! Chill! Peace out!

Gue mau nyeritain satu cerita yang sesungguhnya gue malu nyeritain ini, soalnya ini lebih ke pengalaman spiritual gue dalam menemukan keyakinan bahwa gue bener-bener nafsu sama cewek.



Pada suatu hari Rabu, sehabis maghrib, gue memutuskan untuk pergi ke suatu acara di kampus, namun.. masih lama. Dan, tercetuslah ide yang BRILIAN untuk menunggu dan menghabiskan waktu, yaitu ke WARNET.

Langsung CUS ke warnet di daerah sekitaran univ tertua di Indonesia. Warnetnya sederhana dan jauh dari kata mewah, gue sering ke sana juga kadang-kadang kalo lagi gabut, parkirannya bayar seribu, dan dua lantai.

Gue kebagian nomor 30, gue cari di lantai satu nomor 30 gak ada. Ternyata di lantai dua. Sebelumnya, sepanjang gue ngewarnet di warnet ini GAK PERNAH kebagian di lantai dua.

Seperti biasa, gue nonton-nonton video youtube dan searching-searching tiada berfaedah. Dan lima belas menit berlalu.

Kamu tau, kan, kalo warnet di kota besar kayak Yogyakarta ini memungkinkan kalian ngirim pesan ke SERVER (yang jaga warnet) dan juga CLIENT (orang yang sedang pakai jasa warnet)?

Saat itu, tiba-tiba kotak dialog pesan gue nerima pesan dari CLIENT 32 atau KOMPUTER NOMOR 32

"Ya udah mas kalo mas gak mau saya beri 300 rb"

Gue langsung diam.

Ada apa nih?

Jujur, gue bisa mengabaikan pesan ini karena FAKTA PSIKOLOGI: MANUSIA CENDERUNG TAKUT DENGAN APA YANG MEREKA TIDAK KETAHUI

Ini orang asing, ngapain, belum kenal udah mau ngasih 300 rb?

Tapi karena gue saat itu lagi benar-benar pengin nyari sensasi, dan ada rasa di otak gue yang sangat-sangat aneh kalo gue harus tahu apa yang terjadi

Ya udah, gue balas, "Maaf mas, salah sambung mungkin...."

Lalu CLIENT 32 membalas dengan sangat cepat.

"Maaf, mas, ya. Yang tadi saya suruh emut saya suruh bayar 350 rb."

Gue langsung melotot dan membersihkan layar komputer, takut ada salah huruf yang gue lihat.

Pertama. Gue panggil dia Mas, dia gak menyanggah kalo dia bukan Mas. Kalo dia cewek pasti dia bakal bilang, "Aku bukan Mas, kok. Panggil saja, Mbak."

Kedua. EMUT? Sejenis hewan yang kecil itu?

Gue emang masih polos, gue dari Kuningan, Jawa Barat. Sebuah kabupaten yang jauh dari kata kota besar, hal-hal seperti itu belum umum di Kuningan. Waktu gue masih ikut UKM Radio di kampus aja, gue kaget ngeliat teman gue cewek-cowok yang tiba-tiba pelukan terus cipika cipiki di Student Center sambil ngelus-ngelus rambut. Gue tepat di belakang mereka berdua. 

Masalahnya, gue tahu apa arti kata "emut" di situ.

Kalian juga tahu, kan?!!

Yang mau ngemut gue juga punya PEDANG YANG SAMA KAYAK GUE.

Yang bikin parah adalah otak gue langsung kebayang sama kejadian di KELAPA GADING, ketika para pria-pria yang suka "emut" itu ketangkep basah sedang bermain dan berpesta.

Nafas gue berhenti. 

Gue nutup tangan. Lalu berdiri, nyari komputer 32 itu dimana. Yang ternyata komputer 31 tepat di depan dan seberang komputer gue, dan CLIENT 32 ADA DI SEBELAHNYA.

Bulu kuduk gue berdiri.

"Saya cuma mau bayar 300rb dia gak mau." CLIENT 32 kembali mengeluarkan ultimatumnya. Udah maksa-maksa kayak gitu, sepertinya memang dia udah sangat sangat pengen.

KABUR FAU!

Sebelum keperjakaan elu direbut!

Tapi sebelum itu gue foto ini dulu, ah, LUMAYAN BUAT BLOG. Hehehe.

KABUR, GOBLOK! BURUAN!

Abis itu, gue langsung LOG OUT.

Gue langsung ngambil tas, gue nyabut flashdisk, terus gue ngecek resleting celana. Untung masih ada. Hehehe.

ANJIR!! NGAPAIN SIH!! AYO!!

Gue jalan keluar dengan tegap, pandangan gue lurus ke depan, gak berani ngeliat CLIENT 32.

Gue turun tangga. Ngeliat ke belakang, masih ada gak tuh?!
 
KAMPRET! NGAPAIN SIH!!

Gue langsung bayar warnet. Duitnya kembalian.

HADUH!! ITU SIAPA YANG TURUN DARI ATAS!!

Gue nyari motor gue, terus bayar parkir seribu.

HOLY SHIT TUKANG PARKIRNYA COWOK!!

Gue langsung ngebut ke acara yang gue ingin datangin.

Dan, gue gak mau tahu.

JANGAN GANGGU GUE.

GUA GAK NAFSU SAMA COWOK.

Ternyata, gue nafsu sama cewek. Dan, gue benar-benar menemukannya sendiri.

Gue nangis.

Gue gak tau ini nangis sedih atau gembira.



 (:)(:)(:)


2 comments:

  1. :')))))))))))))))))))
    Selama kulia aku ke warnet cuma buat ngeprint :"))))))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kalo saya enggak Kak Umi. Di Yogya ada warnet lengkap isinya banyak film, ngopi di situ gak usah download, sekalian Youtube-an dan searching-searching.

      Btw, di deket kosan aku ada roti namanya Roti Marfa. Pas lewat jadi keingetan siapa gitu.. :))

      Delete

Pembaca setia yang sudah membaca, silahkan berkomentar sebebas mungkin dan seobjektif mungkin. Namun, jangan kasar-kasar soalnya penulis di sini lembut sekali hatinya. Sangat direkomendasikan untuk memberi saran dan kritik, bila mau pujian juga gak apa-apa. Love. You.

Follow by Email