Tuesday, April 25, 2017

Brain Confusing x SBMPTN 17 ?

Untuk blog.



Gak kerasa udah Selasa lagi, aja!

I don’t know what I’m gonna write, right now, I have no idea.

Mmm......

O, yea.

Hmm.......

Gue mau ngasih tau kalo gue kesulitan bergaul. I mean, yes... I have this problem.

Apakah karena gue di Yogyakarta? No...

Bukan masalah Yogya-nya, tapi.. I’ve this trouble since I was born. Hahaha.

Kind of funny, huh?

Mmmm..

Dan sekarang, elu juga kaget kalo gue mendadak pake kata ganti orang pertama “gue” setelah di pos sebelumnya pake kata ganti orang pertama “saya”.

Yes, I wanna explain it since last time. I’m confusing about this. Gue juga bingung. Gue merasa labil. Gue, kan, lagi di Yogyakarta, dan di sini kebanyakan orang-orang ngobrol pakai aku-kamu. Di Sunda juga begitu. Tapi, gue malahan membuat circle sendiri dengan teman-teman dekat gue, ngomongnya gak pake aku-kamu atau saya-kamu, tapi pake gue-elu. Dan sebenarnya di kehidupan nyata, gue pake kata ganti “saya” cuma ketika pas presentasi, doang. Seriously. Dan, di blog pake “saya”? Hmm. Gue kira akan terasa lebih luwes, hits, kekinian, kalo gue pake kata ganti “gue” aja.

Coz, my brain is confusing, Cuy.

Akhir ini..

Karena gue keseringan nonton film komedi Hollywood dan juga show-nya stand up komedian Amerika Serikat sana (I’ve just already watch Louis C.K’s 2017 and Trevor Noah’s “Afraid of The Dark” show, holy shit the jokes was funny and they both really hilarious!), yang di situ keseringan ngumpat-ngumpat “What the f*ck!”, “Seriously?”, “F*ck you!”, “Oh, come on!”, “Hell yeah!!”, “Oh my God!!”, “Holy shit!”, "Goddamnit!", “This is not gonna happen, dude!”. Otak gue sangat pandai mencerna kata-kata seperti ini daripada kata-kata yang sopan. Hasilnya.. gue menerapkannya, dong. Tapi, cuma di dalam otak gue, atau paling banter cuma ngomong tapi yang bisa dengar diri sendiri. Kenapa begitu? Karena gue hidup di Yogyakarta! Yogyakarta bukan Amerika Serikat! Tapi entah kenapa, otak gue gak bisa menahannya!

Kayak kalo gue lagi di jalan motor ada mobil yang ngehalangin jalan gue karena si mobil jalannya pelan, pas gue bisa nyalip mobil itu, gue teriakkin, “F*ck you, man!

Tapi, dalam hati.

Yang paling sering itu kalo gue lagi naik motor terus ada dua motor yang ngehalangin jalan. Entah kenapa banyak banget orang-orang yang kayak gini gue temuin. Kalian gak bisa menahan diri untuk gak ngobrol di jalan? Emang ini jalan milik nenek moyang elu, huh? Bukan! Kalo mau ngobrol itu di cafe, bukan di jalan. Lama-lama ini jalan bisa-bisa jadi cafe. Dan cafe bukan lagi tempat ngopi, tapi tempat mudik. 

“Seriously?” gue sambil melototin mereka.

Dan, yang lain..

Selain suka ngumpat pake Bahasa Inggris yang kasar, bahasa ibu gue adalah Bahasa Sunda. Dan susah untuk menggantikannya dengan Bahasa Indonesia. Itulah mengapa di sini, di Yogyakarta, atau bahkan ketika gue masuk ke lingkungan yang berbahasa Indonesia sekalipun, gue masih kesulitan buat marah. Gue serius. Gue gak bisa marah-marah pake Bahasa Indonesia.

Ketika ada teman yang bikin kesel di kampus, otak gue itu gak sinkron, dengan apa yang ada di otak yang ngomongnya Bahasa Sunda, eh, yang harus dikeluarin itu Bahasa Indonesia.

Otak gue berkata, “Eh, si kunyuk, eta keur naha si kikituan siga jalma belegug, sia kunyuk pisan, kadieu sia ari wani mah!!

Dan yang harus diucapkan adalah, “Eh, si monyet, lagi ngapain sih elu begituan kayak orang bego, elu itu kayak monyet banget tau gak, sini elu kalo berani!!”

Apalagi di Yogyakarta, elu harus sangat-sangat sopan, sekalipun ketika marah, dan harusnya lebih diperhalus lagi. Begini mungkin?

“Eh, kamu. Lagi apa sih seperti itu? Kamu seperti orang yang IQ-nya rendah. Dan, kamu seperti makhluk yang ada di Gembira Loka sana. Kalau mau berantem, sugeng rawuh!

Yep.

Gue merasa gue belum sepenuhnya mengeluarkan seluruh potensi diri gue kepada dunia. (Anjay, bahasanya ketinggian! Hahaha)

Gue di Yogyakarta pun masih lama, kayaknya. Tahun ini, gue memutuskan untuk tidak ikut SBMPTN (fyi, pendaftaran SBMPTN 2017 udah dibuka, and my whole friends who don’t give a fuck about psychology being busy talk about it). Mau apalagi? Dari dulu pengin psikologi, dan dapetin psikologi, yo wis. Iya to?

(Wait.. did I use javanese in the last sentence? Good development, kid!)

Walaupun dapat universitasnya jauh melenceng dari harapan awal, tapi, ya, bukankah hidup selalu dapat cara terbaik untuk nonjok seluruh wajah kita sampe bonyok?

Buat adek-adek yang mau SBMPTN 2017, ada baiknya, kalian siap-siap..

Little tips:

Pertama, jangan percaya orang-orang. Sekalipun itu teman elu. Cari info dari sumber yang valid aja. Pokoknya, orang itu jangan dipercaya.

Kedua, jangan netapin target yang ketinggian, realistis aja.

Ketiga, belajar. Gunakan waktu sendirimu untuk belajar, bukan untuk masturbasi.

Keempat. Masuklah psikologi UNY. Insya Allah, keterima, lagi butuh mahasiswa dan baru angkatan ketiga. Hahaha.

And the last thing is, supaya kalian gak terlalu patah hati pas nanti ditolak, kalian butuh baca cerita gue tahun lalu ketika gue gagal SBMPTN. Tapi kenapa gue sok-sok-an ngasih tips, kan udah gagal? Hahaha.




“Uuunnchhhh”

Have fun, kid! And be careful, banyak banget angkatan 2016 yang bakal balas dendam di SBMPTN 2017... hati-hati!

Oh, ya, dan kemarin ada insight yang gue dapetin..

Jadi, gue sarapan, jam 12, di Burjo dekat kosan gue. Gue pesan dan ternyata lama banget pesanan gue dianterin.

Ah, sambil nunggu pesanan datang gue baca koran. Gue baca, baca, baca dan baca, lalu tiba di berita, eh, bukan berita sih, lebih ke semacam rubrik gitu judulnya “super-woman” yang cukup menarik, isinya ulasan mengenai pemilik restoran beef pepper rice yang sekarang lagi hits. Yaitu Wakacao. Tau? Gue juga belum pernah ke sana, sih. Kayaknya sih mahal, ya? Plus, gue belum tau saat ini beef pepper rice itu wujudnya seperti apa. Dan, ternyata yang punya adalah cewek (anjay lupa lagi namanya), yang katanya sih pas pertama kali buka sampe 800 pesanan dan sampe ada yang masuk waiting list. Setelah baca semua pengalaman buka Wakacao seperti apa, jatuh kepada biodatanya yang menyebutkan, dia lahir di Medan, pernah ikut pemilihan Abang None Jakarta mewakili Jakarta Barat, dan pernah ikut pemilihan Miss Indonesia mewakili Papua Barat.

Wait a minute..

Lahir di Medan.. mewakili Papua Barat dalam pemilihan Miss Indonesia?

Gue kira selama ini gak bisa gitu.

Ya, udah, gue mau mewakili Provinsi Kalimantan Timur di ajang L-Men of The Year.

What’s wrong with this world?

Gue kira sistemnya yang lahir di situ gak berhak ngewakilin tempat ini.. oke, lah, kalo misalnya si Wakacao ini tinggal di Papua Barat, dia tinggal di Jakarta.

Halah.. forget it. It’s not my bussiness. Hahaha.


Gara-gara bahas Wakacao, perut gue benar-benar kacau sekarang. Laper..

Segitu aja dari gue hari ini.

Jangan lupa Selasa depan masih ada lagi cerita lain dari gue.. stay awesome! Don’t worry about the future! Future can wait!

(9-,-)9

Tuesday, April 18, 2017

Revolusi Diri

Untuk blog.



    Setelah minggu kemarin ngomongin Las Vegas di pos ini, efek begadang nonton The Hangover (2009). Sekarang saya mau berbicara soal keresahan anak rantau.

    Tapi sebelum itu, saya mau ngasih tau ada film apa saja yang lagi tayang di bioskop hari ini.

    Yang pertama dan paling utama, ada The Guys dari sutradara yang dulunya penulis buku Kambing Jantan, Raditya Dika. Yang jadi daya tarik film ini ada Pevita Pearce, Cuy. Sikat!

    Lalu, ada Fast and Furious 8. Di Yogyakarta, hari ini, btw, gila, Empire XXI, semua studionya nayangin film ini. Film yang lain ngontrak. Kalo saya sih, setelah nonton trailernya, beuh, kaget! Dari Fast and Furious pertama sampe ke tujuh itu kan cuma pake mobil, mobil dan mobil, lah di film yang ke delapan ini ada kapal selamnya. Buset. Kebayang, kalo nanti ada sekuel Fast and Furious yang kesembilan, mungkin bakalan ada kapal Titanic.

    Lalu, collabs. Dan judul filmnya jadi Titanic x Furious.

    Mantap.

    Film yang lain ada film komedi animasi, The Boss Baby. Dan juga masih ada Danur. Film horror Indonesia yang diangkat dari buku novelnya Risa Saraswati. Dibintangi oleh Prilly Latuconsina. Btw, kata Prilly ngejelasin di salah satu video youtube Raditya Dika (bikin reaction dari trailer film Danur), danur itu artinya air yang keluar dari mayat. Yang penasaran danur itu kayak apa, nonton gih. Tapi, jangan sampe haus pengin minum air danur. Apalagi sampe haus asmara. Jangan sampe, ya.

    Bagi yang mau nonton, silahkan. Saya tidak bisa memberi tahu kalian film-film di atas bagus atau engga, karena sebagai anak kosan perantau saya tidak ada budget yang cuks (baca: cukup) untuk pergi ke bioskop. Sebagai penggemar film, saya hanya meng-for your information-kan saja, sekaligus menambah konten di postingan ini.

    He.

    Seperti yang sudah saya singgung tadi, saya mau ngomongin tentang anak rantau yang ngekos. Ya, saya anak rantau. Ya, saya ngekos. Saya berasal dari Kuningan, Jawa Barat, nama saya Fauzy, lalu sekarang terpaksa tinggal di Yogyakarta karena alasan kuliah.


Udah di Yogyakarta, maennya tetap ke sawah. Dasar anak Kuningan!

    Waktu sebelum ngekos, saya tinggal sama ibu, yang selalu merawat saya sampai ke ujung akar. Hal-hal detail selalu beliau perhatikan, jam berapa saya bangun tidur pagi, saya sudah sholat dan sudah makan apa belum, sampai ke alat-alat mandi pun juga diurusnya oleh ibu. Tapi, kalau kalian mau nyebut saya anak mami, salah besar. Saya tidak semanja itu buat dibilang anak mami. Tapi, Saya anak ibu!   

    Tadi saya nyebutin alat mandi. Ibu selalu membelikan sabun dan shampoo apabila habis, tapi sekarang saya udah berpisah sama ibu, saya kalau tidak ada sabun sama shampoo karena habis maka saya akan pergi ke Indoapril, sendiri, tanpa diantar sama Ibu. Lalu, mandi di kamar mandi Indoapril.

    Kadang-kadang, sih, kalo udah kebelet mandi.

    Saya itu selalu bahagia kalau waktunya beli alat-alat mandi. Sumpah. Apalagi, uang bulanan sudah dijatah dan enaknya, sekarang itu bisa ngeregulasi sendiri. Saya beli sabun sendiri, shampoo sendiri, dan bahkan saya sekarang merevolusi diri menjadi pria dewasa yang memperhatikan kebersihan diri sendiri. Saya jadinya beli deodoran dan minyak wangi, karena seperti kata Ernest Prakasa di salah satu materi stand up-nya, kalo kewajiban laki-laki itu cuma satu dan wajib dituntaskan, yaitu.. wangi.


Ketika melihat ini, para cewek mungkin sedang bernyanyi, "I want something just like this~"

    Di Indoapril dekat kosan, saya melihat-lihat sabun yang cocok buat saya. Saya menemukan sabun cair yang katanya ada sensasi es batunya kalo abis mandi, dan membuat mandi terasa seperti habis mandi. Keren! Saya ambil sabun itu. Deodoran pun tak cukup satu, walaupun bulan kemarin udah beli yang roll-on, bulan ini beli lagi, yang cair. Kalo yang roll-on kan cuma buat ketek doang, tapi deodoran yang cair bisa disemprot buat leher juga, bahkan, buat tangan. Gak penting, sih, tapi, perkembangan dikit, lah. Tetapi, Shampoo gak jadi beli. Saya inget, kalo gak salah, saya masih ada tabungan shampoo satu tetes. Segitu bisa buat satu minggu, lho.

    Gak lupa ngeliat alat-alat mandi dan kecantikan khusus cewek. Pas lagi ngeliat-liat di bagian cewek, entah kenapa ada getar-getar gak enak. Kayak ada yang lagi ngeliatin terus nyinyir, “Ih, banci!”

    “Rempong!”

    “Dasar pria metropolitan!"

    "Eh, bukan, pria metroseksual!”

    “Ngeliatin apaan, tuh, di bagian kosmetik?”

    “Gak ngefek elu pake kosmetik cewek!”

    “Aenjeaye!”

    Akhirnya, bulan ini saya memutuskan untuk mencoba beli lotion masker wajah, yang aslinya buat cewek. Soalnya menarik, slogannya For Bright Looking Face. Membantu kulit tampak lebih putih dan cerah berseri.



    Di Indonesia, siapa yang gak mau kulit wajahnya cerah, ya, nggak? Udah gitu cerahnya gak biasa, “cerah berseri”, Cuy!

    Saya pulang dengan perasaan bahagia, dengan secerah harapan kalau saya setelah ini bakalan lebih ganteng.

    Tapi, saya mengenyahkan jauh-jauh harapan pengin punya pacar akhir-akhir ini, setelah kemarin terkecewakan. Di instagram, gebetan saya ngeblokir saya. Bukan masalah unfollow lagi, ini diblokir. Kalau di-unfoll,  saya masih bisa lihat profil dia, masalahnya saya gak bisa nyari profil dia lagi di search, di explore, bahkan saya udah lapor ke Polsek terdekat yaitu Polsek Bulak Sumur, gak nemu juga profil dia.

    Dalam hati berkata, “Hari ini adalah revolusi diri saya,” terus sok-sok bahagia, “saya gak mau punya pacar. Buat punya pacar susah. Cukup punya acar aja, nyari di pasar gampang.”

    Nyampe di kos langsung mandi.

    Niatnya mau shampoo-an.

    Eh, botol shampoo-nya kosong?

    Botolnya saya balik.

    Lho, kok, cuma ada udara doang di dalam botolnya?

    Gara-gara lupa nyembunyiin shampoo-nya, satu tetes shampoo Cliir yang sangat berharga itu lenyap dipakai tetangga kosan sebelah biadab yang gak modal dan tidak bertanggung jawab.

    Gini, nih, gak enaknya dapat kosan dengan satu kamar mandi di antara lima kamar. Shampoo nganggur dikit diembat.

    Lengah dikit, hilang kenikmatan.

    “Bangke udang!” gerutu saya dalam hati, sambil membolak-balikkan botol shampoo yang kosong.

(9-,-)9

P. S: Jangan lupa ngingetin kalo blog ini punya jadwal posting wajib yaitu tiap hari SELASA. Dan Hari Selasa ini saya berhasil posting cerita baru di blog ini, yes.. gak jadi follback akun instagram peninggi badan atau jasa followers gratis. Ingetin untuk selasa berikutnya, apakah saya akan gagal ngepos?

Tuesday, April 11, 2017

Ingetin, ya?

Untuk blog.

Kamu yang baca blog ini pernah dengar "Everything happen in Vegas stay in Vegas"? Itu adalah peribahasa yang terkenal di Amerika Serikat yang gara-gara orang-orang kalo ke Las Vegas suka mabuk sampai mabuk berat gitu dan lupa apa yang sudah terjadi keesokan harinya, bahkan ketika udah balik dari Vegas juga gak betul-betul ingat apa yang telah terjadi di sana. Selain itu, orang-orang di Amerika bahkan di dunia sudah tahu kalau ke Las Vegas pasti hal-hal aneh bakal terjadi, bahkan disebutin kalo Las Vegas adalah kota paling banyak dosa di dunia.

By the way, kenapa saya nyinggung-nyinggung soal Las Vegas?

Soalnya, saya pengen ke sana. Saya ingin melakukan banyak dosa.

Hehehe.

Saya sebenarnya lagi gamang. Agak takut nulis blog lagi, soalnya yang baca suka nyinggung-nyinggung dan jadi bahan ejekkan di dunia nyata. Hahaha

Pengennya sih "Everything you was read in here stay in your mind", soalnya kadang-kadang ada orang yang tidak bertanggung jawab, membuat pernyataan dan menghakimi bahwa hidup saya begini-begini-begini atau begitu-begitu-begitu dengan nada melebih-lebihkan, bahkan ada unsur hate di dalamnya, karena kalo becanda sih gak apa-apa. Lebih gak apa-apa lagi kalau memuji (kritik gak apa-apa juga sih, asalkan disertai dengan alasan yang mendukung supaya saya dan juga blog ini lebih baik lagi). Tapi, apa daya, namanya juga manusia, kan, sering keceplosan atau kadang-kadang keluar aja gitu tanpa dipikirin lagi. Sometimes pula saya sering malu-malu gimana gitu kalau blog saya ini bocor ke dunia nyata.

Ciee anak pemalu.

Ya, begitulah. By the way, ada yang mau ke Vegas?

Sebenarnya juga, saya mau bikin jadwal posting yaitu setiap hari Selasa saya bakal posting apa saja di sini supaya saya termotivasi untuk membuat blog ini makin harum namanya di kancah internasional~ kadang-kadang suka capek terus ketiduran padahal udah buka Microsoft Word niat bikin postingan. Pikiran pun makin menjalar ke mana-mana. Ternyata kuliah itu bikin pusing, lho. Serius. Di samping harus menjaga IPK agar tetap standar. Umur juga makin mendekati dewasa, tapi uang masih minta dari orang tua. Jurusan pun udah minta prestasi-prestasi-prestasi. Niat bikin cerpen buat dikirim di media massa gak kunjung jadi-jadi.

Udah, gitu, aja.

Jangan lupa ingetin, tiap hari Selasa postingan baru harus ada. Kalau gak ada postingan baru, kalian komentar deh di pos mana pun, tagih. Dan juga kalau gak ada postingan hari Selasa, sebagai hukuman, saya bakal follback instagramnya akun peninggi badan atau akun jual followers.

Semoga program ini berjalan dengan lancar.

(9-,-)9

Follow by Email