Tuesday, May 23, 2017

IMDB Rilis Foto Spesial 15 Tahun Spiderman Bertajuk "Spiderman Through the Years"

Ya Allah pengen ke Cannes, Perancis :(

Wookeeeee..... lupakan Cannes Film Festival dulu, saya akan ngomongin superhero favorit saya yaitu Spiderman.


Spiderman for life. 


Itu adalah salah satu motto hidup saya. Dari kecil saya suka Spiderman, saking sukanya cita-cita saya dulu anti-mainstream. Gak mau jadi dokter, polisi, atau guru. Itu udah biasa. Saya pengen jadi Andrew Garfield Spiderman. Tapi saya mikir, karena dulu saya tinggal di Desa Ciomas di kabupaten yang tidak terkenal yaitu Kuningan yang belum ada gedung tingginya, adanya cuma rumah yang atapnya pendek, tingginya gak seberapa. Yang ada saya cuma bisa loncat dari satu atap ke atap lain doang, tanpa bisa berayun-ayun, seperti yang Spiderman lakukan di New York. Jaringnya pun gak kepake. Percuma. Paling banter, jaring saya kepake buat bikin kue cubit yang motifnya sarang laba-laba, itu pun harus dicampur sama tepung. Yang waktu saya SD dulu, motif tersebut paling hits dan paling mahal, buat beli kue cubit motif langka ini dibanderol harga seribu, paling mahal, Cuy. Setara dengan uang jajan sehari, beli itu langsung habis uang jajan saya.



Hari ini, tepat satu hari setelah kemarin tanggal 22 Mei 2017, bertepatan dengan peringatan lima belas tahun dirilisnya film Spiderman karya sutradara Sam Raimi di Indonesia. Yang menjadi film box-office paling laris di dunia pada tahun 2002, sekali weekend dapat seratus juta dollar. Wow sekali bukan? Spiderman, lho. Spiderman. Dalam rangka memperingati hari yang spesial ini (menurut saya spesial, menurutmu bagaimana?) saya mau berbagi foto-foto yang dua minggu lalu dirilis IMDB bertajuk "Spiderman Through Years" (telat sedikit gak apa-apa, bukan?), foto-foto closer-look dari superhero yang terkenal sebagai tetangga kita yang ramah ini.


Inilah dia, kalo kata Farah Queen mah, "This is it."


Jaringnya masih unyu-unyu, gaes.
 [Credit: gettyimages]

Galau di pager.
 [Credit: gettyimages]
Maen tarik tambang.
 [credit: gettyiamges]
Foto mesra 1.
 [credit: gettyimages]
Foto mesra 2. "Nenek bisa terbang, Coy!!"
[credit: gettyimages]
Foto mesra 3. Berpelukan. Kayak di film Titanic.
[credit: gettyimages]
"Lu kira gampang jadi Spiderman? BERAT!!"
 [credit: gettyimages]
Ku melayang bagaikan terbang ke awan.
 [credit: gettyimages]
Makasih kue serabinya.
 [credit: gettyimages]
Homecoming.
[credit: gettyimages]

Mohon maaf, foto-foto dari saya sedikit, hanya mengambil yang menurut saya menarik dan.. lucu saja, hehehe, padahal sebenarnya banyak. Lagi pula kalo banyak-banyak nantinya saya bisa kena copyright. Karena seperti kata Mamang Ben, "With great powers comes great responsibility". Dan seperti kata pepatah, "Kalo ada sumur di ladang bolehlah kita menumpang mandi." Kamu bisa langsung kunjungi saja di wesbite-nya IMDB. INI LINKNYA.

Buat kamu, yang pecinta Spiderman mana suaranyaaa? Udah siap buat nonton Homecoming entar tanggal 7 Juli 2017? Jujur, saya takut nanti ekpektasinya kegedean dan kecewa kalo pas nonton ternyata gak sebagus pendahulunya, soalnya promosinya betul-betul hype. Trailernya banyak banget.

Keren dan bersahaja, oke? Sip!

(:)(:)(:)




Tuesday, May 16, 2017

Review Bersahaja "The Nice Guys"

Wokeeeeeeeee..

Cuy, Selasa kemarin gue lupa posting, terpaksa deh follow akun peninggi badan di Instagram. Tapi, kali ini gue gak akan membiarkan mereka menang lagi.



Gue mau nulis review film aja. Film yang beruntung adalah "The Nice Guys". Film komedi, sih. Soalnya gue butuh pelarian gitu dari kejamnya hidup di dunia nyata. Di film komedi gue bisa mempertanyakan kembali dan belajar membuat situasi sulit menjadi situasi yang bisa membuat orang tertawa dan terhibur. Bahkan bisa juga belajar membuat kamu mencintai aku.

Senang banget nonton ini, soalnya ada Bang Ryan Gosling lagi. Duet sama Kek Russel Crowe. Dia udah tua banget, ya, perasaan baru kemarin nonton A Beautiful Mind dan masih muda, jago matematik lagi. Gue suka salut sama orang yang pinter matematik gitu, soalnya kebayang di pikirannya angka, rumus, dan kalkulus itu sesuatu yang BEAUTIFULNESS AND AWESOMENESS, kalo gue sih udah mending baca buku Lupus daripada harus pupus gara-gara kalkulus sama rumus.

Cup cup.




Bang Gosling keren banget, jadi detektif. Apa-apa dia mah keren, lah. Jadi supir keren, jadi tukang main piano keren. Di film ini udah punya anak gitu, anaknya juga mungkin bangga punya bapak keren. Anaknya gemas banget, mukanya ceria terpancar kayak anak SMA yang LOLOS SNMPTN. Kebayang, kan, gausah capek-capek peluh-peluh misuh-misuh SBMPTN dan juga SM.

Semoga jodoh

Tapi dimana-mana namanya seorang bapak itu keren di mata kalian. Gue yakin bapak kalian juga keren. Bapak gue juga keren. Dia seorang penjahit gordyn alias hordeng. Kalo disebut penjahit gordyn mungkin kedengeran biasa aja, coba sebut The Windows Cloth Maker (si Pembuat Pakaian untuk Jendela), atau The Anti-Spy Screen Maker (Si Pembuat Kain Anti-Orang Mesum yang Mau Ngintip). Beuh, gara-gara bapak gue elu bisa tidur nyenyak tanpa berkesah takut diintip sama Pocong Mumun.

Hii..

Tapi gue bingung juga sama Pocong Mumun, kalo gentayangan pasti ngenalin nama "Bang aye Mumun, Bang". Sopan sekali. Anak pinter. Gemes, deh. Mungkin pas SMA dia LOLOS SNMPTN.

Apalagi, ya.. mm.. kayaknya udah, deh. Malah ngelantur ke Pocong Mumun pisan, euy, apa hubungannya itu???? Hahaha.

Buat kamu yang udah nonton, gue mau tau pendapat kalian tentang film ini, bagi-bagi di kolom komentar, ya :D

Keren dan bersahaja, oke? Sip! :D

(:)(:)(:)


Monday, May 8, 2017

Kenapa Harus Nonton "Guardian of the Galaxy Volume II?"

Ini untuk pertama kalinya, Mamba nulis di sini. Setelah sebelumnya blog yang pake namaku malah diisi sama si biadab Fauzy Husni Mubarok sama curhatannya yang alay-alay. Dan, mau ngasih tau aja, blog ini sekarang ada penulis barunya, namanya Abdul Hadi, ngerekrut pas abis makan kangkung di restoran pinggir jalan (yang sebetulnya tidak pantas disebut restoran, lebih pantas disebut warung), biar blog ini rame. Gak sepi, kayak hatinya si biadab Fauzy Husni Mubarok yang udah ngisi blog ini sama curhatannya yang alay-alay.

Siapa sih, Mamba? Kok muncul tiba-tiba? Kayak bau kentut yang gak ada bunyinya? Iya, Mamba itu bisa dibilang senior dari Fauzy sama Hadi, soalnya selalu ngajarin mereka. Udah gitu aja. Pengen muncul di blog ini soalnya kemarin habis ganti domain. Cieee. Ciee. Tugas aku di sini nonton film dan nulis tentang film.

Kemarin, sama Fauzy abis nonton Guardian of the Galaxy Volume II. Film lanjutan dari Guardian of the Galaxy. Yang ada Peter Quill, Gamora, Rocket, Drax, sama si pohon kecil. Mau bagi-bagi kebahagiaan, filmnya seru, ucul pula. Kenapa sih kamu harus nonton juga?



1. Awesome Mix Volume II

Awesome Mix itu playlist bagi-bagi ibunya Peter Quill, tokoh utama di film ini. Kayak warisan gitu buat anaknya yang bandel. Sekaligus biar anaknya nurut dan selalu inget sama dia. Awesome Mix Volume II dikasih sama ibu Peter pas lagi sakaratul maut di Volume pertama. Lagunya jadul. Ngingetin masa-masa pacaran ibu-ibu di tahun 1980, yang tentunya di Amerika. Kalo di Indonesia, paling-paling dulu dengerin lagunya Obie Mesakh, Doel Sumbang sama Nike Ardilla. Bagi kamu kaum muda, terkhusus si Abdul Hadi, di sini jadul-jadul lagunya, jangan nyari lagu Awkarin sama Young Lex. A en je aye.



Awesome Mix Volume II intinya kumpulan soundtrack buat film Guardian of the Galaxy Volume II. Asyik-asyik juga lagunya. Paling asyik lagu yang di opening filmnya dipake sama Baby Groot senang-senang tanpa dosa pas yang lain lagi berantem sama monster cumi. Mamba nyetel lagu ini sambil joget-joget pake gerakan goyang poco-poco ena, masih nyambung.

2. Jokes-Jokesnya Gak Garing

Film Marvel emang terkenal sering sok-sok polos, jadinya funny. Gak salah. Penulis skrip sama sutradara GotG2 ini ya, James Gunn. Yang nulis film Scooby Doo sama Scooby Doo 2. Lucu sekali. Mamba nonton itu tahun 2002, waktu si Fauzy masih kecil. Masih balita. Kayak keong.



Udah percaya sama James Gunn, soalnya film dia udah banyak. Si Fauzy yang katanya pengen jadi penulis komedi, harus berguru sama James Gunn buat nulis cerita yang berbobot dan tidak garing seperti Fauzy lagi stand up comedy. Kelucuannya itu ngalir dari tokoh-tokohnya. Dari marah-marah si Rocket. Keberanian si Drax yang berlebihan. Yang paling banyak di eksplor di film ini itu si Baby Groot sama Mantis. Apalagi Mantis, aduh-aduh, kebanyakan makan micin.



3. Ceritanya Gak Ketebak

Sampe setengah film, Mamba gak bisa menganalisis film ini cerita mau dibawa kemana (hubungan kita?). Aku yang udah baca tentang delapan struktur cerita film dari Dan Harmon, sampe baca buku Rahasia Menulis Kreatif dari Raditya Dika untuk menelaah gimana cerita bisa terbentuk aja masih kesulitan untuk mencari arah film ini.

Tapi, jagonya film ini gak bikin bosen. Dengan tokoh yang banyak. Ada tambahan-tambahan dari film yang pertama, gak bikin pusing. Bahkan, enak banget ngikutinnya. Gak bikin ngantuk.



4. Bisa Tahu Jawaban Dari Banyak Pertanyaan "Kenapa?"

Volume I itu cuma awal, dari situ juga muncul banyak pertanyaan yang bikin penasaran buat nonton Volume II. Emang dasar, Marvel jago banget bikin film-film yang seperti itu dan jatohnya jadi ciri khas. Banyak pertanyaan "kenapa?" yang bisa Mamba simpulkan jawabannya. Kenapa Peter Quill belum ketemu bapaknya sampe gede? Kenapa Yondu Udonta sering dikhianati sama Peter Quill tapi selow-selow aja? Kenapa si Rocket suka ngamuk-ngamuk kayak cewek PMS versi rakun?

Bahkan, si Fauzy abis nonton bisik-bisik. 

"Akhirnya gue tahu, Mba."

"Apaan?"

"Kenapa selama ini gue gak punya cewek?"

"Kenapa?"

"Gue gak nyari cewek yang level ngenesnya sama kayak gue."

Hal itu bisa kamu temukan di film ini, makanya nonton. Ini seriusan.

5. Mantis

Ini bukan dari aku, ya. Tapi ini opini si biadab Fauzy Husni Mubarok yang sering curhat alay di blog ini. Kenapa kamu harus nonton film ini? Karena ada Mantis.


Kenapa Mantis?

"Mantis bikin baper, anying. Udah mah dia polos. Cantik. Di jidatnya ada dua antenanya pula. Kayaknya kalo pacaran sama dia sinyal internet bakalan selalu 4G LTE." kata dia pas pulang.

Dasar biadab, belum pacaran aja niatnya udah gak bener.

Pantesan elu susah dapet pacar, Fau.

(:)(:)(:)

Happy watching!!! :)

Jangan lupa follow instagram dan twitter kami di: @simambahitam

Kalo suka jangan lupa share dan like, ya... love you!

Thursday, May 4, 2017

Ketika Soleh Solihun Bales Komentar Gue di IG

Oleh: Fauzy Husni Mubarok

I literally want to show something to you, guys.
 
Niatnya, sih, mau pamer, gitu.

Inilah, Soleh Solihun.

Sebagai penikmat stand-up comedy (yang bukan penampil), banyak sekali akun-akun para komika di Indonesia yang gue follow di instagram. Melihat perjalanan karir mereka yang memulai semuanya dari nol, sampai banyak juga dari akun instagram mereka yang udah di “verified” (baca: di profil yang bersangkutan ada centang birunya gitu di samping username-nya. Pengen banget, kan?) gara-gara followers-nya udah banyak sekali.
 
Sekedar berbagi, gue rekomen kalian follow akun instagram orang-orang yang kalian kagumi juga, sebagai semangat untuk berkarya. Karena, kadang-kadang, mereka juga ngasih tips-tips dan quotes-quotes motivasi gitu di caption foto mereka. Contohnya kayak di postingannya Bang Radith begini, lihat tanda merah:


 
Gue follow para founder Stand Up Comedy Indonesia yaitu Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakasa, dan Ryan Adriandhy. Mereka semua adalah pedoman gue untuk berkarya.
 
Raditya Dika walaupun ketika manggung gak terlalu gue suka, tapi gue suka dia paling pertama di antara mereka berempat. Gara-gara buku-buku-nya yang gokil abis. Lalu merembet, ke Pandji, gue suka dia setelah teman gue ngasih file show stand up-nya dia “Messake Bangsaku”, gue tonton itu dan anjay, gue berani menyimpulkan show-nya Pandji paling lucu dan gue rekomendasikan buat kamu nonton juga. Gara-gara Ernest Prakasa, gue gak bisa tidur mikirin kenapa dia bisa begitu lucu pas gue nonton tur-nya dia yang bertajuk “Setengah Jalan” secara langsung di Grand Aston Hotel Yogyakarta.
 
Dan, terakhir, Ryan Adriandhy, perjalanan hidupnya seakan menjadi pemecut gue kalo impian itu gak ada yang impossible. Memulai cita-cita ingin jadi animator dan kuliah di luar negeri jurusan animasi rintangan dan liku-likunya banyak sekali. Harus kuliah di jurusan yang gak terlalu diinginkannya dulu, sampe harus menekuni stand-up comedy karena harus ngasih CV yang bagus buat ajuan beasiswa ke luar negeri. Dan, stand-up-nya yang lucu pun sering bikin gue ngangguk-ngangguk, karena fakta yang diomongin sama dia itu sangat betul, pengamatan yang sangat jeli tentang kejadian yang menimpanya sehari-hari. Jangan jauh-jauh, kamu bisa lihat channel youtube-nya Ryan, “Outwit Inc” yang baru update sedikit, videonya pendek-pendek tapi bikin tercengang. 

Sayangnya, dia jarang update soalnya lagi sibuk kuliah animasi di luar negeri. Akun instagramnya Ryan pun sangat colorful sekali.



(:)(:)(:)

Sebagai Orang Kuningan, yang terletak di Jawa Barat. Gue menggemari para komika dari Tanah Sunda. Senang sekali melihat orang yang logatnya sama dengan kita. Hahaha. Tapi, karena gue dari Kuningan, yang agak jauh dari Bandung, ibukota Provinsi Jawa Barat, jadi logat Sunda Kuningan hampir sama sekali gak kerasa. Walaupun, masih kesulitan nyamain suara huruf F, V, sama P. Hehehe.
 
Ada lumayan banyak Orang Sunda yang jadi comic terkenal Indonesia. Diantaranya ada Kang Mo Sidik, Ge Pamungkas, Kamal Ocon, Irvan Kartawiria dan Soleh Solihun. Dan Soleh Solihun-lah yang beruntung dapet follow gue di IG. Soalnya, paling favorit di antara yang Sunda-Sunda itu (Selain karena gue orangnya pelit follow dan tadinya follow Ge, tapi isinya tentang pacaran melulu sama Angie Ang. Daripada follow Ge, mending follow Angie Ang-nya, aja. Lebih cantik dan isinya pun kurang lebih sama. Sorry, ya, Ge. Hehe.).
 
Soleh Solihun baru terkenal akhir-akhir ini berkat aktingnya di film Hangout yang cukup menyita perhatian dan membuat film Raditya Dika itu mencapai rekor 2,5 juta penonton. Hebatnya lagi film ini berhasil masuk festival film di Okinawa Jepang! Beuh, keren banget. Pertama kali suka Kang Soleh, gue belum nonton show stand-up-nya satu pun, cuma nonton penampilan Kang Soleh di youtube buat Metro TV di youtube, doang. Ternyata, leh uga materinya.
 
Sering bawa-bawa jurnalistik, materinya kritis pula, karena dia dulunya seorang wartawan musik dan pernah kerja di Majalah Playboy. Hahaha. Selain itu, seperti namanya, dia juga lumayan Soleh orangnya. Namun materinya sering kontradiktif. Sering ngingetin gue sama Allah, tapi sering bawain materi-materi yang sering dikata “jorok” sama orang, dikritik “WC Jokes” atau apalah sama orang lain. Kalo emangnya hal seperti itu yang dekat dengan keseharian kita, kenapa enggak kita tertawain? Gue tetap suka, kok. Denger-denger pula, Soleh Solihun ini satu-satunya stand-up komedian yang gak pernah nulis materinya dengan sangat detail seperti komika lain dan itu lucu.

Yang bikin gue semakin kagum sama Kang Soleh, juga, kemarin, gak jauh dari hari ini, gue komen di instagramnya dia, dan sama Soleh Solihun di bales. Anjir, padahal dia artis, lho. Masih sempatnya gitu balesin gue. *bahagia*
 
Bisa dilihat, skrinsyutnya, lihat tanda merah:



Di fotonya terlihat dia lagi sama anaknya nonton film. Di layar televisi yang gue lihat itu adalah Bradley Cooper. Gue langsung komen, “Bradley Cooper detected” dengan tinggi kepedean melebihi puncak tertinggi pucuk Candi Borobudur.
 
Nyatanya, gue sotoy.
 
Itu bukan Bradley Cooper, tapi Hugh Jackman.
 
Gara-gara ini, gue langsung searching Google “perbedaan Hugh Jackman dengan Bradley Cooper” dan jeng-jeng-jeng-jeng, nemu foto ini.

Kiri Hugh Jackman. Kanan Bradley Cooper. Wolverine vs Hangover.

Bedanya jauh, anying!
 
Gue merasa malu dan dapat pelajaran. Sekali-kali, kalo mau komen di IG, jangan sembarangan, apalagi di akun IG yang udah keren kayak Kang Soleh.
 
Hahaha.
 
Terima kasih, Soleh Solihun, telah membetulkan kesotoyan gue.

 
(:)(:)(:)

Tuesday, May 2, 2017

Gerbang yang Tertutup Rapat Ketika 1 Mei

Tanggal 1 Mei kemarin, gue tau itu Hari Buruh Sedunia. Pagi-pagi, gue bangun tidur, setengah jam sebelum kuliah mulai. Berasa males karena jadwalnya kuliah Statistika. Males banget mata kuliah ini, masalahnya gue gak jago ngitung. Ya, tetap, walau gitu harus gue jalanin. Gue langsung dandan, pake kemeja, pake sepatu, bawa kantong dan alat tulis. Berangkat naik motor ngerasa ada yang aneh, gue ngelewatin pertigaan masuk ke jalan raya Gejayan, “Jalanan Yogyakarta gak biasanya lengang begini?” ujar gue bergumam. Biasanya, kalo udah terjun ke jalan raya, beuh, serempetan, mobil-motor dari sisi belakang kayak pasukan tempur Kamikaze Jepang mau nabrakkin diri mereka ke motor gue.

Hmm.. hari ini gak terjadi kamikaze-kamikaze-an. Gue melewati Jalan Affandi dengan santai dan sangat biasa saja, “Kok berasa ada yang kurang, ya?” masih menerka-nerka. “Oh, iya, biasanya, kan, macet, kok sekarang, enggak?”

Gue meliuk-liuk santai, ngelewatin tiga rel kereta api, belok ke Jalan Baciro. Di lampu merah dekat Stadion Mandala, gue ngelirik jam yang gue pake di tangan kiri, “Anjir, kok gue berangkat ngampus cepet banget?” itu adalah lampu merah terakhir sebelum nyampe kampus, tandanya sebentar lagi nyampe depan gerbang kampus. Dari tadi, feeling gue ngerasa ada something yang kurang, ada lubang yang mendadak membuat hati gue ngilu.

Jawabannya langsung ada setelah gue sampe depan gerbang kampus.

Gerbang tertutup, rapat. Gak ada satpam berkumis yang biasa jagain.

Seketika gue teringat ke Hari Buruh Sedunia atau yang sering disebut May Day yang jatuh pada 1 Mei ini. Biasanya hari ini para buruh melakukan demo di depan gerbang instansi terkait, menyuarakan pendapat mereka. Membela hak mereka. Meneriakkan kebenaran. Namun, seringnya, mendapatkan pengabaian. Mereka yang berkuasa hanya bersikap apatis. Mereka melihat para buruh itu dari balik jendela. Memilih diam. Menutup telinga. Menutup gerbang dengan sangat rapat.

Gokil, juga, ya, pikiran gue.

Ya, udah, lah. Gue melewati gerbang kampus dengan miris. Beberapa saat sehabis itu, motor gue arahkan minggir, gue berhentiin, gue terhenyak, gue melihat sekeliling, bengong. Cuma daun-daun yang gue lihat tertiup angin. Jalanan lengang. Tak ada wajah manusia satu pun. Ke mana perginya mereka? Dan akhirnya gue sadar, ternyata, gue adalah manusia terakhir yang hidup di muka Bumi.

(:)(:)(:)

Fantastic Beast in My Self

Oleh: Fauzy Husni Mubarok

Fantastic Beast and Where to Find Them
Makes me reminds of you
Tak sadar, aku perlahan mencari rumahmu, tersesat
Aku temukan, hanya bisa berharap
Finestra ku bisa membuat kacanya bergetar, tersenyum
Membuka lubang kuncinya dengan bantuan Bowtruckle
Setelah aku masuk ke rumahmu, terlihat
Aku membuat Accio terhadapmu,
Kuberanikan diriku mengundangmu masuk ke rumahku, tertangkap
Semakin dalam, kamu tahu kamarku
Kamu tahu ada apa di sana, kamu tahu, tersembunyi
Ketika dalam hatimu menyadari,
Hidupmu telah Lumos Maxima karena kehadiranku, terharu
Aku senang karena itu
Semuanya tak lagi butuh Revelio, tertanam
Fantastic Beast dalam diriku seakan hilang karenamu
Aku menjadi seperti ini apa adanya, marilah mulai petualangan ini, tersadar
Tak tentu arah sampai kita bisa meraih mimpi-mimpi kita
Sampai dalam tahap kita bisa Obliviate kenangan buruk, terobati
Dan tak butuh Giggles Water lagi
Untuk bisa tertawa bahagia, bersama, terbahak
Karena semua yang telah kita lewati

0:37, Untuk mengingatkanmu bahwa dekat dari keberadaanmu saat ini
Ada orang yang menyukaimu, namun kamu tidak menyadarinya karena belenggu masa lalu
Kamu hanya butuh percaya dan membuka hati, sebenarnya
Sleman, Yogyakarta, 02 Mei 2017

Sometimes you've got to accept this kind of feeling, right?

(:)(:)(:)

Tuesday, April 25, 2017

Brain Confusing x SBMPTN 17 ?

Untuk blog.



Gak kerasa udah Selasa lagi, aja!

I don’t know what I’m gonna write, right now, I have no idea.

Mmm......

O, yea.

Hmm.......

Gue mau ngasih tau kalo gue kesulitan bergaul. I mean, yes... I have this problem.

Apakah karena gue di Yogyakarta? No...

Bukan masalah Yogya-nya, tapi.. I’ve this trouble since I was born. Hahaha.

Kind of funny, huh?

Mmmm..

Dan sekarang, elu juga kaget kalo gue mendadak pake kata ganti orang pertama “gue” setelah di pos sebelumnya pake kata ganti orang pertama “saya”.

Yes, I wanna explain it since last time. I’m confusing about this. Gue juga bingung. Gue merasa labil. Gue, kan, lagi di Yogyakarta, dan di sini kebanyakan orang-orang ngobrol pakai aku-kamu. Di Sunda juga begitu. Tapi, gue malahan membuat circle sendiri dengan teman-teman dekat gue, ngomongnya gak pake aku-kamu atau saya-kamu, tapi pake gue-elu. Dan sebenarnya di kehidupan nyata, gue pake kata ganti “saya” cuma ketika pas presentasi, doang. Seriously. Dan, di blog pake “saya”? Hmm. Gue kira akan terasa lebih luwes, hits, kekinian, kalo gue pake kata ganti “gue” aja.

Coz, my brain is confusing, Cuy.

Akhir ini..

Karena gue keseringan nonton film komedi Hollywood dan juga show-nya stand up komedian Amerika Serikat sana (I’ve just already watch Louis C.K’s 2017 and Trevor Noah’s “Afraid of The Dark” show, holy shit the jokes was funny and they both really hilarious!), yang di situ keseringan ngumpat-ngumpat “What the f*ck!”, “Seriously?”, “F*ck you!”, “Oh, come on!”, “Hell yeah!!”, “Oh my God!!”, “Holy shit!”, "Goddamnit!", “This is not gonna happen, dude!”. Otak gue sangat pandai mencerna kata-kata seperti ini daripada kata-kata yang sopan. Hasilnya.. gue menerapkannya, dong. Tapi, cuma di dalam otak gue, atau paling banter cuma ngomong tapi yang bisa dengar diri sendiri. Kenapa begitu? Karena gue hidup di Yogyakarta! Yogyakarta bukan Amerika Serikat! Tapi entah kenapa, otak gue gak bisa menahannya!

Kayak kalo gue lagi di jalan motor ada mobil yang ngehalangin jalan gue karena si mobil jalannya pelan, pas gue bisa nyalip mobil itu, gue teriakkin, “F*ck you, man!

Tapi, dalam hati.

Yang paling sering itu kalo gue lagi naik motor terus ada dua motor yang ngehalangin jalan. Entah kenapa banyak banget orang-orang yang kayak gini gue temuin. Kalian gak bisa menahan diri untuk gak ngobrol di jalan? Emang ini jalan milik nenek moyang elu, huh? Bukan! Kalo mau ngobrol itu di cafe, bukan di jalan. Lama-lama ini jalan bisa-bisa jadi cafe. Dan cafe bukan lagi tempat ngopi, tapi tempat mudik. 

“Seriously?” gue sambil melototin mereka.

Dan, yang lain..

Selain suka ngumpat pake Bahasa Inggris yang kasar, bahasa ibu gue adalah Bahasa Sunda. Dan susah untuk menggantikannya dengan Bahasa Indonesia. Itulah mengapa di sini, di Yogyakarta, atau bahkan ketika gue masuk ke lingkungan yang berbahasa Indonesia sekalipun, gue masih kesulitan buat marah. Gue serius. Gue gak bisa marah-marah pake Bahasa Indonesia.

Ketika ada teman yang bikin kesel di kampus, otak gue itu gak sinkron, dengan apa yang ada di otak yang ngomongnya Bahasa Sunda, eh, yang harus dikeluarin itu Bahasa Indonesia.

Otak gue berkata, “Eh, si kunyuk, eta keur naha si kikituan siga jalma belegug, sia kunyuk pisan, kadieu sia ari wani mah!!

Dan yang harus diucapkan adalah, “Eh, si monyet, lagi ngapain sih elu begituan kayak orang bego, elu itu kayak monyet banget tau gak, sini elu kalo berani!!”

Apalagi di Yogyakarta, elu harus sangat-sangat sopan, sekalipun ketika marah, dan harusnya lebih diperhalus lagi. Begini mungkin?

“Eh, kamu. Lagi apa sih seperti itu? Kamu seperti orang yang IQ-nya rendah. Dan, kamu seperti makhluk yang ada di Gembira Loka sana. Kalau mau berantem, sugeng rawuh!

Yep.

Gue merasa gue belum sepenuhnya mengeluarkan seluruh potensi diri gue kepada dunia. (Anjay, bahasanya ketinggian! Hahaha)

Gue di Yogyakarta pun masih lama, kayaknya. Tahun ini, gue memutuskan untuk tidak ikut SBMPTN (fyi, pendaftaran SBMPTN 2017 udah dibuka, and my whole friends who don’t give a fuck about psychology being busy talk about it). Mau apalagi? Dari dulu pengin psikologi, dan dapetin psikologi, yo wis. Iya to?

(Wait.. did I use javanese in the last sentence? Good development, kid!)

Walaupun dapat universitasnya jauh melenceng dari harapan awal, tapi, ya, bukankah hidup selalu dapat cara terbaik untuk nonjok seluruh wajah kita sampe bonyok?

Buat adek-adek yang mau SBMPTN 2017, ada baiknya, kalian siap-siap..

Little tips:

Pertama, jangan percaya orang-orang. Sekalipun itu teman elu. Cari info dari sumber yang valid aja. Pokoknya, orang itu jangan dipercaya.

Kedua, jangan netapin target yang ketinggian, realistis aja.

Ketiga, belajar. Gunakan waktu sendirimu untuk belajar, bukan untuk masturbasi.

Keempat. Masuklah psikologi UNY. Insya Allah, keterima, lagi butuh mahasiswa dan baru angkatan ketiga. Hahaha.

And the last thing is, supaya kalian gak terlalu patah hati pas nanti ditolak, kalian butuh baca cerita gue tahun lalu ketika gue gagal SBMPTN. Tapi kenapa gue sok-sok-an ngasih tips, kan udah gagal? Hahaha.




“Uuunnchhhh”

Have fun, kid! And be careful, banyak banget angkatan 2016 yang bakal balas dendam di SBMPTN 2017... hati-hati!

Oh, ya, dan kemarin ada insight yang gue dapetin..

Jadi, gue sarapan, jam 12, di Burjo dekat kosan gue. Gue pesan dan ternyata lama banget pesanan gue dianterin.

Ah, sambil nunggu pesanan datang gue baca koran. Gue baca, baca, baca dan baca, lalu tiba di berita, eh, bukan berita sih, lebih ke semacam rubrik gitu judulnya “super-woman” yang cukup menarik, isinya ulasan mengenai pemilik restoran beef pepper rice yang sekarang lagi hits. Yaitu Wakacao. Tau? Gue juga belum pernah ke sana, sih. Kayaknya sih mahal, ya? Plus, gue belum tau saat ini beef pepper rice itu wujudnya seperti apa. Dan, ternyata yang punya adalah cewek (anjay lupa lagi namanya), yang katanya sih pas pertama kali buka sampe 800 pesanan dan sampe ada yang masuk waiting list. Setelah baca semua pengalaman buka Wakacao seperti apa, jatuh kepada biodatanya yang menyebutkan, dia lahir di Medan, pernah ikut pemilihan Abang None Jakarta mewakili Jakarta Barat, dan pernah ikut pemilihan Miss Indonesia mewakili Papua Barat.

Wait a minute..

Lahir di Medan.. mewakili Papua Barat dalam pemilihan Miss Indonesia?

Gue kira selama ini gak bisa gitu.

Ya, udah, gue mau mewakili Provinsi Kalimantan Timur di ajang L-Men of The Year.

What’s wrong with this world?

Gue kira sistemnya yang lahir di situ gak berhak ngewakilin tempat ini.. oke, lah, kalo misalnya si Wakacao ini tinggal di Papua Barat, dia tinggal di Jakarta.

Halah.. forget it. It’s not my bussiness. Hahaha.


Gara-gara bahas Wakacao, perut gue benar-benar kacau sekarang. Laper..

Segitu aja dari gue hari ini.

Jangan lupa Selasa depan masih ada lagi cerita lain dari gue.. stay awesome! Don’t worry about the future! Future can wait!

(9-,-)9

Tuesday, April 18, 2017

Revolusi Diri

Untuk blog.



    Setelah minggu kemarin ngomongin Las Vegas di pos ini, efek begadang nonton The Hangover (2009). Sekarang saya mau berbicara soal keresahan anak rantau.

    Tapi sebelum itu, saya mau ngasih tau ada film apa saja yang lagi tayang di bioskop hari ini.

    Yang pertama dan paling utama, ada The Guys dari sutradara yang dulunya penulis buku Kambing Jantan, Raditya Dika. Yang jadi daya tarik film ini ada Pevita Pearce, Cuy. Sikat!

    Lalu, ada Fast and Furious 8. Di Yogyakarta, hari ini, btw, gila, Empire XXI, semua studionya nayangin film ini. Film yang lain ngontrak. Kalo saya sih, setelah nonton trailernya, beuh, kaget! Dari Fast and Furious pertama sampe ke tujuh itu kan cuma pake mobil, mobil dan mobil, lah di film yang ke delapan ini ada kapal selamnya. Buset. Kebayang, kalo nanti ada sekuel Fast and Furious yang kesembilan, mungkin bakalan ada kapal Titanic.

    Lalu, collabs. Dan judul filmnya jadi Titanic x Furious.

    Mantap.

    Film yang lain ada film komedi animasi, The Boss Baby. Dan juga masih ada Danur. Film horror Indonesia yang diangkat dari buku novelnya Risa Saraswati. Dibintangi oleh Prilly Latuconsina. Btw, kata Prilly ngejelasin di salah satu video youtube Raditya Dika (bikin reaction dari trailer film Danur), danur itu artinya air yang keluar dari mayat. Yang penasaran danur itu kayak apa, nonton gih. Tapi, jangan sampe haus pengin minum air danur. Apalagi sampe haus asmara. Jangan sampe, ya.

    Bagi yang mau nonton, silahkan. Saya tidak bisa memberi tahu kalian film-film di atas bagus atau engga, karena sebagai anak kosan perantau saya tidak ada budget yang cuks (baca: cukup) untuk pergi ke bioskop. Sebagai penggemar film, saya hanya meng-for your information-kan saja, sekaligus menambah konten di postingan ini.

    He.

    Seperti yang sudah saya singgung tadi, saya mau ngomongin tentang anak rantau yang ngekos. Ya, saya anak rantau. Ya, saya ngekos. Saya berasal dari Kuningan, Jawa Barat, nama saya Fauzy, lalu sekarang terpaksa tinggal di Yogyakarta karena alasan kuliah.


Udah di Yogyakarta, maennya tetap ke sawah. Dasar anak Kuningan!

    Waktu sebelum ngekos, saya tinggal sama ibu, yang selalu merawat saya sampai ke ujung akar. Hal-hal detail selalu beliau perhatikan, jam berapa saya bangun tidur pagi, saya sudah sholat dan sudah makan apa belum, sampai ke alat-alat mandi pun juga diurusnya oleh ibu. Tapi, kalau kalian mau nyebut saya anak mami, salah besar. Saya tidak semanja itu buat dibilang anak mami. Tapi, Saya anak ibu!   

    Tadi saya nyebutin alat mandi. Ibu selalu membelikan sabun dan shampoo apabila habis, tapi sekarang saya udah berpisah sama ibu, saya kalau tidak ada sabun sama shampoo karena habis maka saya akan pergi ke Indoapril, sendiri, tanpa diantar sama Ibu. Lalu, mandi di kamar mandi Indoapril.

    Kadang-kadang, sih, kalo udah kebelet mandi.

    Saya itu selalu bahagia kalau waktunya beli alat-alat mandi. Sumpah. Apalagi, uang bulanan sudah dijatah dan enaknya, sekarang itu bisa ngeregulasi sendiri. Saya beli sabun sendiri, shampoo sendiri, dan bahkan saya sekarang merevolusi diri menjadi pria dewasa yang memperhatikan kebersihan diri sendiri. Saya jadinya beli deodoran dan minyak wangi, karena seperti kata Ernest Prakasa di salah satu materi stand up-nya, kalo kewajiban laki-laki itu cuma satu dan wajib dituntaskan, yaitu.. wangi.


Ketika melihat ini, para cewek mungkin sedang bernyanyi, "I want something just like this~"

    Di Indoapril dekat kosan, saya melihat-lihat sabun yang cocok buat saya. Saya menemukan sabun cair yang katanya ada sensasi es batunya kalo abis mandi, dan membuat mandi terasa seperti habis mandi. Keren! Saya ambil sabun itu. Deodoran pun tak cukup satu, walaupun bulan kemarin udah beli yang roll-on, bulan ini beli lagi, yang cair. Kalo yang roll-on kan cuma buat ketek doang, tapi deodoran yang cair bisa disemprot buat leher juga, bahkan, buat tangan. Gak penting, sih, tapi, perkembangan dikit, lah. Tetapi, Shampoo gak jadi beli. Saya inget, kalo gak salah, saya masih ada tabungan shampoo satu tetes. Segitu bisa buat satu minggu, lho.

    Gak lupa ngeliat alat-alat mandi dan kecantikan khusus cewek. Pas lagi ngeliat-liat di bagian cewek, entah kenapa ada getar-getar gak enak. Kayak ada yang lagi ngeliatin terus nyinyir, “Ih, banci!”

    “Rempong!”

    “Dasar pria metropolitan!"

    "Eh, bukan, pria metroseksual!”

    “Ngeliatin apaan, tuh, di bagian kosmetik?”

    “Gak ngefek elu pake kosmetik cewek!”

    “Aenjeaye!”

    Akhirnya, bulan ini saya memutuskan untuk mencoba beli lotion masker wajah, yang aslinya buat cewek. Soalnya menarik, slogannya For Bright Looking Face. Membantu kulit tampak lebih putih dan cerah berseri.



    Di Indonesia, siapa yang gak mau kulit wajahnya cerah, ya, nggak? Udah gitu cerahnya gak biasa, “cerah berseri”, Cuy!

    Saya pulang dengan perasaan bahagia, dengan secerah harapan kalau saya setelah ini bakalan lebih ganteng.

    Tapi, saya mengenyahkan jauh-jauh harapan pengin punya pacar akhir-akhir ini, setelah kemarin terkecewakan. Di instagram, gebetan saya ngeblokir saya. Bukan masalah unfollow lagi, ini diblokir. Kalau di-unfoll,  saya masih bisa lihat profil dia, masalahnya saya gak bisa nyari profil dia lagi di search, di explore, bahkan saya udah lapor ke Polsek terdekat yaitu Polsek Bulak Sumur, gak nemu juga profil dia.

    Dalam hati berkata, “Hari ini adalah revolusi diri saya,” terus sok-sok bahagia, “saya gak mau punya pacar. Buat punya pacar susah. Cukup punya acar aja, nyari di pasar gampang.”

    Nyampe di kos langsung mandi.

    Niatnya mau shampoo-an.

    Eh, botol shampoo-nya kosong?

    Botolnya saya balik.

    Lho, kok, cuma ada udara doang di dalam botolnya?

    Gara-gara lupa nyembunyiin shampoo-nya, satu tetes shampoo Cliir yang sangat berharga itu lenyap dipakai tetangga kosan sebelah biadab yang gak modal dan tidak bertanggung jawab.

    Gini, nih, gak enaknya dapat kosan dengan satu kamar mandi di antara lima kamar. Shampoo nganggur dikit diembat.

    Lengah dikit, hilang kenikmatan.

    “Bangke udang!” gerutu saya dalam hati, sambil membolak-balikkan botol shampoo yang kosong.

(9-,-)9

P. S: Jangan lupa ngingetin kalo blog ini punya jadwal posting wajib yaitu tiap hari SELASA. Dan Hari Selasa ini saya berhasil posting cerita baru di blog ini, yes.. gak jadi follback akun instagram peninggi badan atau jasa followers gratis. Ingetin untuk selasa berikutnya, apakah saya akan gagal ngepos?

Tuesday, April 11, 2017

Ingetin, ya?

Untuk blog.

Kamu yang baca blog ini pernah dengar "Everything happen in Vegas stay in Vegas"? Itu adalah peribahasa yang terkenal di Amerika Serikat yang gara-gara orang-orang kalo ke Las Vegas suka mabuk sampai mabuk berat gitu dan lupa apa yang sudah terjadi keesokan harinya, bahkan ketika udah balik dari Vegas juga gak betul-betul ingat apa yang telah terjadi di sana. Selain itu, orang-orang di Amerika bahkan di dunia sudah tahu kalau ke Las Vegas pasti hal-hal aneh bakal terjadi, bahkan disebutin kalo Las Vegas adalah kota paling banyak dosa di dunia.

By the way, kenapa saya nyinggung-nyinggung soal Las Vegas?

Soalnya, saya pengen ke sana. Saya ingin melakukan banyak dosa.

Hehehe.

Saya sebenarnya lagi gamang. Agak takut nulis blog lagi, soalnya yang baca suka nyinggung-nyinggung dan jadi bahan ejekkan di dunia nyata. Hahaha

Pengennya sih "Everything you was read in here stay in your mind", soalnya kadang-kadang ada orang yang tidak bertanggung jawab, membuat pernyataan dan menghakimi bahwa hidup saya begini-begini-begini atau begitu-begitu-begitu dengan nada melebih-lebihkan, bahkan ada unsur hate di dalamnya, karena kalo becanda sih gak apa-apa. Lebih gak apa-apa lagi kalau memuji (kritik gak apa-apa juga sih, asalkan disertai dengan alasan yang mendukung supaya saya dan juga blog ini lebih baik lagi). Tapi, apa daya, namanya juga manusia, kan, sering keceplosan atau kadang-kadang keluar aja gitu tanpa dipikirin lagi. Sometimes pula saya sering malu-malu gimana gitu kalau blog saya ini bocor ke dunia nyata.

Ciee anak pemalu.

Ya, begitulah. By the way, ada yang mau ke Vegas?

Sebenarnya juga, saya mau bikin jadwal posting yaitu setiap hari Selasa saya bakal posting apa saja di sini supaya saya termotivasi untuk membuat blog ini makin harum namanya di kancah internasional~ kadang-kadang suka capek terus ketiduran padahal udah buka Microsoft Word niat bikin postingan. Pikiran pun makin menjalar ke mana-mana. Ternyata kuliah itu bikin pusing, lho. Serius. Di samping harus menjaga IPK agar tetap standar. Umur juga makin mendekati dewasa, tapi uang masih minta dari orang tua. Jurusan pun udah minta prestasi-prestasi-prestasi. Niat bikin cerpen buat dikirim di media massa gak kunjung jadi-jadi.

Udah, gitu, aja.

Jangan lupa ingetin, tiap hari Selasa postingan baru harus ada. Kalau gak ada postingan baru, kalian komentar deh di pos mana pun, tagih. Dan juga kalau gak ada postingan hari Selasa, sebagai hukuman, saya bakal follback instagramnya akun peninggi badan atau akun jual followers.

Semoga program ini berjalan dengan lancar.

(9-,-)9

Saturday, March 25, 2017

Baracas: Ngintip Film Debut Pidi Baiq

Jum'at, 24 Maret 2017

Pringwulung, Yogyakarta.

Hari ini, habis ngintip di bioskop. Ngintipin film debut sebagai sutradara salah seorang penulis ucul panutan saya, Ayah Pidi Baiq yang judulnya Baracas. Tau, kan, Pidi Baiq? Dedek-dedek yang suka senyum-senyum imut pas baca novel Dilan-Milea pasti tau si imigran dari syuorgah yang diselundupkan di kamar penganten bapak ibunya ketika suasana lagi tegang ini~




Kisahnya tentang segerombolan pemuda yang bikin geng bernama Baracas (Barisan Pemuda Anti Cinta Asmara). Baracas dibikin dan diketuain sama Agus (Ringgo Agus Rachman) gara-gara udah dikecewain sama cewek namanya Sarah (Tika Bravani). Para anggota geng Baracas kabur ninggalin keluarganya dan nyumpah jerapah (baca: sumpah serapah) buat gak berhubungan sama cewek a.k.a wanita lagi gara-gara penolakkan yang mereka lakukan. Setelah itu, kehebohan terjadi di kota Bandung, gara-gara geng Baracas menjadi pusat perhatian bahkan obrolan massa di kota Bandung. Biasa.. taulah ibu-ibu suka gosip jadi nyebar gitu, deh.

Cast-nya lumayan wow. Ada Ajun Perwira tipikal cowok ganteng Indon, Budi Doremi, mantan personil JKT48 yang baru nikah, Stella Cornelia, yang bikin saya tidak tahan melihat giginya dan rambutnya yang tergerai ombre. Ada juga sten ap kumidian yang jadi aktor disitu, Fico Fachriza sama Gianluigich. Dan tidak lupa tim The Panas Dalam yang warbiasah ..

Film ini so-so mewakili perasaan saya karena saya termasuk kaum yang cocok masuk geng Baracas. Stereotip cowok yang pernah beberapa kali dikecewakan oleh wanita secara implisit, alias gak keliatan. Kalian cewek-cewek di luar sana gak sadar telah menyakiti hati kami. Sampai-sampai kami takut untuk memulai hubungan dengan wanita lagi. 

Eh, tapi, harus berhubungan dengan wanita, deng .. biar punya anak ya kan ?

Oiya di film ini sangat terhibur dengan yang namanya Mardi. Wah, pokoknya dia mirip banget sama saya.. di akhir film dia bikin saya ngakak parah~

By the motor Honda Blade, tadi nontonnya sendirian. Mau ngajak cewek, entar baper. Mau ngajak cowok, entar baper juga. Mending sendirian. Ngakak sendirian lebih puas.

Langsung aja dari Pringwulung (nama daerah kosan saya) ke bioskop terdekat yang nayangin film Baracas, yaitu di Empire XXI di Jalan Urip Sumoharjo. Nyampe sana telat, gara-gara di jalan ada truk molen (baca: truk yang ada moncongnya buat ngaduk semen), sempat pipis juga, ketinggalan dikit, untung aja gak terlalu lama, cerita masih bisa dipahami, dihayati, dan dikalkulasi dengan baik oleh otaque ..

Film Baracas ini wajib ditonton sama Orang Sunda, apalagi Orang Bandung, karena settingnya di Bandung yang banyak scene pemandangan yang memanjakan organ penglihatan. Plus budaya Bandung-nya kental manis banget, kental dan manis kayak susu sachetan. Saya sebagai orang Sunda, walaupun bukan dari Bandung tapi dari Kuningan nonton film ini jadi kangen mojang-mojang Bandung~

Dan juga kangen GOR Cikutra Bandung yang dulu, taun lalu, pernah nyasar sendirian ke sana untuk TO SBMPTN..

si travel yang saya naiki terlalu ngebut, datengnya kepagian.

TO mulai jam 8, saya datang jam 5 pagi..

pas dateng dicurigai tukang warung depan GOR Cikutra, soalnya masih gelap banget, dikira maling..

Lalu kabur ke mushola terdekat. Tidur dulu di situ, sambil was-was gara-gara di mushola ada tulisan: jagalah barang bawaan Anda, jika barang hilang pihak mushola tidak bertanggung jawab.. 

saat itu, giliran saya yang takut maling.

Ternyata, dengan cepatnya roda dunia berputar. 

Yang saya suka adalah film Baracas ini film komedi, tapi komedinya natural gaya Pidi Baiq. Gak maksa pakai slapstick, kebanyakan murni dari celotehan para tokohnya. Humornya juga ringan, yang kebanyakan humornya juga humor yang sering dilontarkan Orang Bandung tapi pakai Bahasa Indonesia. But don't be afraid, karena humornya bisa dipahamin walau bukan Orang Sunda, kok. Apalagi yang sering baca novel-novelnya Ayah Pidi, pasti taulah gaya dia seperti apa~

Saya merasa sedih studio 5 tadi sepi penonton, gak hingar bingar.. saya tadi jadi penonton yang paling depan, lho, walaupun sebenarnya duduk di E4, yang lain di belakang semua. Yang nonton kayaknya orang-orang Sunda yang lagi rantau di Yogyakarta. Kemanakah dedek-dedek yang sering baca novel Dilan-Milea itu? Kenapa tidak menonton Baracas?? Kalian terlalu sibuk dengan USBN ..

Lalu mereka jawab: Yaiyalah, kak. Itu, kan, buat masa depan. Lagian, USBN udah kalee !!

Et lis, klise sih ceritanya, tapi film ini gak ngecewain ekspektasi saya, cukup wakilin perasaan saya. Yang lagi butuh ketawa, sangat direkomendedin nonton. Filmnya ringan, gak pake mikir keras. Cocok juga buat nonton sama pacar. Tapi, ngakak sendirian lebih puas. Gak pake jaim Ha Ha Ha Ha Ha

Saya yakin filmnya Dilan-Milea yang lagi digarap sama Ayah Pidi Baiq bakalan keren, juga. Sayangnya, Ayah Pidi belum nemu pemeran Dilan yang cocok, padahal waktu itu kita berdua pernah foto bareng di salah satu acara seminar nulis di Yogyakarta, buktinya bisa dicek di instagram saya sis @simambahitam.. bisa dipolow sekalian qaqa~

tapi saya gak ditawarin main jadi Dilan. Kalau ditawarin jadi Dilan, saya langsung ngangguk-ngangguk orgasme, kelebihan dopamin.



Kapan lagi beradu akting sama Vanesha Prescilla yang kata Ayah Pidi so-so mirip Milea di novel. Taulah novel Dilan-Milea pasti banyak adegan super romantis, dan pada akhirnya saya dan Vanesha Prescilla terjebak cinta lokasi.

Kata dedek-dedek yang sering baca novel Dilan-Milea: Jangan kebanyakan mimpi, Kak!!

(9-,-)9

Monday, February 27, 2017

Recokkin Oscars 2017

Untuk blog.

     Teman-teman yang telah lama mengenal saya, pasti tahu, kalau saya adalah pecinta film. Juga sebagai pecinta wanita. Ngenesnya, tidak dengan wanitanya itu sendiri, mereka tidak mencintai saya.

     Namun, saya percaya.. suatu saat akan ada Badai Royco.

     (Badai Royco itu apaan coba? Tiba-tiba aja ada di pikiran saya. Ketika musim hujan gini, bukan air yang jatuh ke bumi pas lagi hujan tapi malah Royco.)

     GAJELAS


     (-_-)9"

     Dari semenjak ganti header blog jadi begini:


     Saya nunggu momen yang pas buat comeback di blog ini. Seminggu lebih saya nunggu inspirasi, ternyata kayak nyari orang yang mau diajak pacaran sama saya. Tidak kunjung bertemu inspirasi. Pembaca setia dari semenjak Agustus tahun lalu pun menanti-nanti dengan biasa saja, karena sebenarnya tidak ada yang menanti.

     Hingga pada suatu Senin, di lab komputer alias warnet kampus 2 Universitas Negeri Yellowstone. Ketika mood lelah karena kuliah Statistika 4 SKS gak kunjung selesai. Di depan laptop wajah udah ngampleh bareng teman saya, Santrock, yang dia udah kelepek-kelepek gak bisa nahan kantuk, ngejogrok depan komputer yang nayangin Excel dan angka-angka yang bikin bingung.

     Iseng-isenglah buka twitter, eh di timeline pada ribut-ribut #Oscars. Ajang bergengsi dan penghargaan paling tinggi di dunia perfilman dunia. Saya pun langsung kepoinlah hasilnya gimana. Eh, kayaknya asyik nih buat diobrolin di blog. Cusslah di bikin postingannya!

     Btw, sebelumnya mau pamer dulu film apa aja yang sudah ditonton saya dan masuk nominasi Oscars 2017:

  • Hell or Highwater (film yang bikin saya pro sama maling)
  • Star Trek Beyond (film yang ada Joe Taslimnya tapi gak nyadar, dan Anda kalo nonton juga gak bakal sadar)
  • Suicide Squad (film tentang Harley Quinn dan Joker)
  • La La Land (film Bollywood versi Hollywood)
  • Zootopia (film animasi dengan plot-twist juara)
  • The Jungle Book (film tentang Andovi Da Lopez ketika masih kecil)
  • Moana (film tentang sejauh mana saya pergi - How Far I'll Go)
     Udah, cuma segitu, aja. Hehehe.

     Sedikit banget? Iya, saya itu gak bisa ngejar nonton film banyak-banyak kayak para blogger-blogger film keren macam: Kak Icha si Pelacur Kata, Bang Tommy "Distopiana", Mba Niken, Picture Play, Bang @pseuDony Donysaurus. Mereka mah udah paling top deh kalo ngomongin film, dikupas tuntas. Tapi kalau saya mah, cuma kalo filmnya gak bikin ngantuk terus bikin penasaran, sampe akhir cerita perjalanannya seru.. udah. Itu film bagus.

     Tapi walaupun sedikit film-film yang saya tonton dapat ini, dong:

  • Best Actress: Emma Stone (La La Land)
  • Best Director: Damien Chazelle (La La Land)
  • Best Original Song: City of Stars (La La Land)
  • Best Original Score: La La Land
  • Best Sinematografi: La La Land
  • Best Production Design: La La Land
  • Best Animated Feature: Zootopia
  • Best Visual Effect: The Jungle Book
  • Best Make Up and Hairstyling: Suicide Squad
     Itu artinya, selera film saya bagus. Keseluruhan kan semuanya 24 kategori tuh yang ada di Oscars, 10 diantaranya film yang sudah saya tonton, menang!

     Walaupun kita semua tahu sebenarnya gak ada hubungannya!

     Bisa kita lihat La La Land memenangkan 6 Oscars. Film yang saya tonton tiga kali dan gak bosen-bosen sampe sekarang pun kalo gak ada kerjaan bakal saya tonton.

     Kejadian nonton La La Land itu begini:

  • Nonton di bioskop. Sampe satu minggu nyari dan mikir untuk nyari teman ke bioskop. Pengennya cewek, tapi yang beruntung adalah teman SMA saya, Albret. Dia laki. Di bioskop nahan pipis lama banget soalnya gak mau ada momen terbuang cuma gara-gara air seni, pada akhirnya semuanya buyar di bioskop. Enggak, dong! Masa iya, saya kababaian di bioskop. Nyerakeun anying.
  • Nonton di kosan. Sendirian. Saya nangis, karena lagunya enak banget. Saya menghayati sampai titik darah penghabisan. Yang paling bikin saya terharu itu lagu Someone in the Crowd.
  • Nonton di rumah di Kuningan. Sama adik saya, si Enok.
     Sungguh info yang berfaedah.

     Gak kerasa, kayak baru aja satu tahun kemarin Abang Leo menangin Best Actor untuk pertama kali (emang iya, satu tahun!). Abang Leo adalah keripik kentang asli yang selalu nemenin saya kalo gak ada cemilan. Cemilan film maksudnya!

     Eh, di tahun 2017 ini, salah satu cewek yang kejutekannya jadi favorit saya yaitu Teh Emma Stone dapet Best Actress. Dulu mah waktu saya masih di Kuningan, saya sama Teteh Emma teh tetangga. Rumah kita berjarak 500 meteran lah. Masih satu blok, di blok Kliwon Desa Ciomas. Dia sering jualan pulsa sama premium. Teh Emma emang sering jutek, seksi nya mah kalo pake baju dress hitam yang ada huruf A di dadanya. Rambutnya kadang blonde kadang pirang. Gatau juga semenjak saya pindah ke Yogyakarta, tiba-tiba dia main di film bagus. Congrats Teh Emma!

     (ITU EMMA WATI BUKAN EMMA STONE!! NGAKU-NGAKU!! DASAR MAMBA GOBLOK!) 


     Tapi sayangnya, abang jauh saya, Ryan Gosling yang berhasil bikin saya kepo sama lazada.co.id buat nyari piano....

     yang harganya di bawah 300 rb.

     Eh, ternyata pianika.

     Subhanallah.

     (si Mamba ini sampe mau beli piano, udah bener-bener mentok sampe beneran dimasukin ke chart di Lazada tapi karena ingat kalo piano itu harganya 5 JUTA jadinya gak jadi. Gak jadi beli, juga gak jadi bayar. UANG DARIMANA??!)


     Dia gak dapat Best Actor. Best Actornya disabet sama Casey Affleck, adiknya Batman gendut (Ben Affleck).

     Tapi ada yang keren dari Casey Affleck.

     Dia diomongin sama pembawa acara Oscars 2017 yaitu Jimmy Kimmel. Sebelum nyinggung Casey Affleck, dia nyinggung Matt Damon dulu. Dan gatau juga, kayaknya Jimmy Kimmel adalah sahabat Matt Damon. Jimmy kenal sama Matt Damon dari semenjak dia masih gendut.

     Matt Damon itu orangnya egois, tapi entah bagaimana Matt sekarang udah gak egois lagi, soalnya Matt ternyata salah satu produser dari film "Manchester By The Sea". Manchester By The Sea ini film bagus ternyata, nominasinya di Oscars 2017 aja lumayan termasuk Best Actor. Awalnya Matt Damon yang mau ditunjuk jadi aktor utama di Manchester By The Sea, eh, saking gak egoisnya dia nyerahin kandidat aktor ke Casey Affleck, yang ternyata teman waktu kecil Matt. Dan Matt malah main di film The Great Wall.

     Jimmy Kimmel nusuk Matt Damon kalo pilihannya itu salah besar, "Dia nyerahin peran dari film sekelas Oscars dan malah bikin film Cina tentang orang berkuncir kuda (The Great Wall). Dan film itu, "The Great Wall" rugi 80 juta dollar."



     Lalu ekspresi Matt Damon adalah megang rambut orang yang ada di depannya.


     "Smooth move, dumbass." ejek Jimmy Kimmel.

     Persahabatan di Amerika sana sudah seperti musuh bebuyutan.

     #RelationshipGoals

     #GOAL!!!!

     Kembali ke La La Land..

     Tahun 2016 yang paling banyak menangin nominasi itu filmnya Leonardo Di Caprio, The Revenant, dengan 12 nominasi. Dan tahun 2017 jadi tahunnya La la Land dengan 14 nominasi yang sejajar sama dua film nominasi terbanyak sepanjang masa, yaitu Titanic yang waktu 1997 dapat 14 nominasi juga, dan All about Eve di tahun ketika saya masih berwujud debu, 1950, dapat 14 nominasi juga. GILA.

     Salah satu nominasinya La La Land, Best Director dapat pula sama Om Damien Chazelle yang menjadi sutradara paling muda yang menangin Best Director di Oscars. Om Damien Chazelle ini baru 32 tahun.

     Sampe diejekkin sama Jimmy Kimmel, "Kalo Damien dapat Oscars, karena masih muda dia bisa kuliah lagi. Soalnya dia bisa masuk PTN apapun yang dia mau."

     Yaiyalah, tinggal bawa piala Oscars aja ke Harvard, gak usah ikutan SBMPTN, Seleksi Jalur Prestasi, dan tetek benge segala macamnya. Bahkan, kalo Om Damien kuliah lagi gak usah ikut jadi peserta ospek, langsung jadi rektor.

     Hehehe.

     Sayangnya La La Land cuma dapat 6 Oscars yang udah saya sebutin tadi. Padahal Titanic dari 14 nominasi, 11 digondol. Maruk banget. Tapi masih sejajar sama film tua tadi, All about Eve juga dapatnya cuma 6.

     Ngomongin maruk itu pasti deh yang disinggung Emak Meryl Streep.


     Udah 20 kali dinominasiin di Oscar.

     Udah menang Oscars beberapa kali.

     Udah bikin 50 film.

     Dan tahun 2017 ini juga masuk nominasi lagi.

     "Ini jangan-jangan Meryl ini tahun 2017 sebenarnya gak main film, cuma karena kebiasaan.. jadi dia dimasukkin aja ke nominasi." dengan santainya Jimmy Kimmel ngejokes, dan seluruh Dolby Theater tertawa.

     Terakhir..

     Belum afdhol kalo saya belum nyebutin pemenang yang lain dari Oscars 2017, cuss:

  • Best Supporting Actor: Mahershala Ali (Moonlight)
  • Best Costume Design: Fantastic Beasts and Where to Find Them
  • Best Documentary Feature: OJ: Made in America
  • Best Sound Editing: Arrival
  • Best Sound Mixing: Hacksaw Ridge
  • Best Supporting Actress: Viola Davis (Fence)
  • Best Foreign Languange Film: The Salesman
  • Best Animated Short: Piper
  • Best Film Editing: Hacksaw Ridge
  • Best Documentary Short: The White Helmets
  • Best Live-Action Short: Sing
  • Best Original Screenplay: Manchester By The Sea
  • Best Adapted Screenplay: Moonlight
  • Best Actor: Casey Affleck
     Dan untuk kategori untuk Oscars paling tinggi 2017, bisa dikatakan film terbaik sepanjang tahun ini adalah..

  • Best Picture: La La Land!

     Eh, maaf, bukan La La Land. Tapi..

  •  Best Picture: Moonlight!


Gak jadi menang. Gara-gara Abah Warren Beatty salah sebut. Dia kerja sama sama Steve Harvey buat nyetting ini semua. Saya tahu semuanya!

 Segitu aja, semoga terhibur. Saya Fauzy Husni Mubarok.

(-_-)9"

Thanks to:
https://twitter.com/CenayangFilm
https://id.bookmyshow.com/blog-hiburan/daftar-pemenang-oscars-2017/
https://www.instagram.com/9gag/
https://en.wikipedia.org/wiki/Damien_Chazelle
https://lifestyle.sindonews.com/read/1087990/158/10-film-dengan-nominasi-oscar-terbanyak-1456313009
https://www.youtube.com/watch?v=fDkXHWMNNmc