Monday, February 29, 2016

Tahun Kabisat 2016 Milik Bang Leonardo DiCaprio!!

Untuk 29 Februari 2016. Untuk blog. Untuk pecinta film yang baik hati dan kagak sombong.

    Ya, kembali lagi bersama saya Fauzy Husni Mubarok, orang ganteng yang masih kelas 12 SMA. Walaupun lagi hangat-hangatnya isu pendaftaran SNMPTN dan juga besok try out persiapan UN yaitu pelajaran matematika dan biologi, saya malah nekad.. ngeblog.

    Tanggal 29 Februari 2016 adalah tanggal yang langka (cuma terjadi 4 tahun sekali) sekaligus menjadi hari dimana acara penyerahan penghargaan di bidang perfilman paling bergengsi di dunia, diadakan. Tepat sekali, The Academy Awards atau yang sering disebut Oscars edisi 2016 terjadi dan heboh-booming-huwala-humba di hari Senin 29 Februari 2016 ini. Setelah beberapa waktu lalu, para jurinya, atau kerennya disebut The Academy Motion Picture Arts and Sciences (lebih keren lagi kalau disingkat, jadi, AMPAS) mengumumkan daftar nominasinya lalu musyawarah. Hari ini hasil musyawarah mereka diumumkan.


I'm touching my self Oscars..


    Kita lihat pemenangnya..


Film Terbaik yaitu.. SPOTLIGHT!!





    Anjay banget, saya belum nonton filmnya udah menang aja. Selamat, ya. Film ini mengalahkan nominasi-nominasi keren yaitu: The Martian (“There’s a starman.. waiting in the sky…” –David Bowie) yang udah saya tonton dengan Matt Damon yang berperan sebagai Mark Wattney yang gak ambil pusing dan malah ceplas-ceplos ketika harus tinggal sendiri di Mars. The Big Short juga harus kalah, beuh, padahal ada Brad Pitt, Christian Bale, Ryan Gosling sama Steve Carrell. Gokil gak tuh, legend semua! Dan juga The Revenant yang nyeritain perjuangan hidup manusia di alam liar.. harus mengakui kehebatan Spotlight yang katanya ngebongkar skandal besar dan heboh di Amerika Serikat sana.


Sutradara Terbaik adalah… Bang Alejandro González Iñárritu (THE REVENANT)!!



Om Alejandro yang kanan.

    Om Alejandro ini, tahun 2015 kemarin, juga dapat Oscars sebagai Sutradara Terbaik lewat film Birdmannya yang terkenal karena rekamannya one-shot kamera. Iya, satu kali take dan gak kepotong. Gak ada cut, gak ada jeda. Nonton coba filmnya, pokoknya kayak ngebuntutin pemeran filmnya kemana aja dia pergi tanpa ada jeda, sedikitpun! Tahun ini dia dapat Oscars lagi, coy, gila, hebat banget ini orang. Jangan-jangan dia ngebayar jurinya lagi… Enggaklah! Liat aja filmnya The Revenant, emang worth it kok kata jurinya.. (sampai saya bikin post ini, belum nonton) kata yang udah nonton sih seru abis!


Dan Aktor Pemeran Utama Terbaik jatuh kepada……. Bang Leonardo DiCaprio (THE REVENANT)!!





    PECAH BANG! PECAH!! Penantian panjangmu, Bang Leo, tuntas sudah hari ini!! Dari tahun 1994 waktu pertama kali lo masuk nominasi Oscar, dan beberapa kali masuk nominasi tapi gagal terus. Akhirnya dapat juga lo piala Oscars! Ya ampun bangga banget pasti orang tuanya, keluarganya, istrinya, bangsa dan negaranya. Dan juga orang-orang yang sering ngebully lo, yes, sekarang jadi gak bisa ngebully lagi. Lo bakal kangen untuk dibully (?) Saran saya sih, terus berkarya, Bang Leo, siapa tau tahun depan dapat Oscars lagi. Jadi dua, deh, kayak Bang Alejandro itu. Btw, keren juga lo Bang Leo ngalahin Matt Damon (The Martian), Bryan Cranston (Trumbo), dan Michael Fassbender (Steve Jobs).


Aktris Pemain Utama Terbaik dimenangkan oleh.. Brie Larson di film ROOM!





    Selamat! Sebagai pecinta film saya merasa berdosa belum melihat aktingnya Teteh Brie Larson ini.


Aktor Pendukung Terbaik adalah… Mark Rylance (BRIDGE OF SPIES)!





    Tom Hanks yang jadi pemeran utama di film Bridge of Spies malah gak dapat nominasi, eh, aktor pendukungnya masuk nominasi, menang lagi.


Aktris Pendukung Terbaik tahun 2016 ini adalah… Alicia Vikander.. Untuk THE DANISH GIRL!!



Alicia Vikander. Sekilas mirip Ariana Grande, ya??



    Wow, Alicia Vikander yang di film The Man from U. N. C. L. E itu ya?? Sayangnya Eddie Redmaynenya gak dapat aktor terbaik tahun ini, cukup tahun kemarin aja, ya Bang.


Dan ini dia, Film Animasi Terbaik… INSIDE OUT!!!!!!!!!




    YANG UDAH NONTON INSIDE OUT MANA SUARANYA??? EMANG BAGUS YA FILMNYA??? APALAGI MENYANGKUT MASALAH PSIKOLOGI DAN NEUROSAINS YANG DICERITAKAN DENGAN DETAIL DAN SEDERHANA UNTUK MUDAH DIPAHAMI OLEH ANAK KECIL. TOP BANGET DEH!!

    Tapi film animasi lainnya, karya Charlie Kaufman yaitu Anomalisa (belum nonton dan penasaran) harus kalah, padahal saya lumayan suka sama Charlie Kaufman yang orangnya jujur banget kalo bikin naskah. Tonton aja filmnya Adapted (2002), disitu dia nyeritain saudara kembarnya yang juga penulis naskah, dan pada akhirnya sedih banget… kenapa? Tonton aja, gih.


Dan juga gak lupa, Film Animasi Pendek Terbaik…… BEAR STORY!



Dan Best Original Score (kalo diterjemahin Skor Asli Terbaik. Bukan itu maksudnya! Maksudnya itu musik latar atau backgroundnya itu, lho) disabet oleh THE HATEFUL EIGHT!!





    Hadeuh sayang banget gak jadi film terbaik, padahal nungguin karyanya sutradara Om Quentin Tarantino itu lama dan lama banget selang tahunnya. Film terakhirnya aja sebelum The Hateful Eight yaitu Django Unchained itu tahun 2012. Selang 3 tahun nunggunya, walaupun kadang durasinya lama, tapi dialognya itu khas.. komedik, bikin penasaran, berbobot dan apik. Tapi yang bikin filmnya The Hateful Eight lebih dramatis dan mencekam ya.. skor keren dari Ennio Morricone. Selamat!! Kasihan Om Quentinnya gak dapat Oscars tahun ini, lumayanlah seenggaknya anak buahnya dapat.


Nah, oke, Soundtrack Film Terbaik lagunya adalah “Writing’s on the Wall” diciptain oleh Sam Smith untuk film SPECTRE!!!!!!!!!!


    Beri selamat kepada Sam Smith yang bikin lagu lumayan serem dan malah dapat penghargaan lagi.


Bagi kaum anti LGBT, pernyataan ini sungguh menggemparkan.

Lanjut… Naskah Asli Terbaik dimenangkan oleh.. SPOTLIGHT!!


    Yang bikin naskahnya, keren, salut, kreatif, dan pasti punya daya imajinasi yang tinggi. Jadi ngiri. Dapat Oscars pula.. aaakk ngiri. Selamat Bang Josh Singer dan Tom McCarthy.


Naskah Adaptasi Terbaik adalah.. THE BIG SHORT!!





    Ternyata selain aktor-aktor yang main di film ini yang keren-keren, naskahnya juga keren. Hmm..

    Oke dirangkum aja untuk film MAD MAX: FURY ROAD, dapat 6 piala Oscars di tahun 2016 ini. Gile! Apa aja tuh? Yaitu Desain Produksi Terbaik, Editing Film Terbaik, Kostum Film Terbaik, Tata Rias dan Rambut Terbaik, Mixing Suara Terbaik, dan Editing Suara Terbaik. Benar-benar keren! Setelah 30 tahun George Miller gak bikin Mad Max, tahun 2015 bikin lagi, dan.. bagus. Wah, hebat, Om.

    Anyhowly-mowly-eenie-meenie, George Miller juga yang bikin film animasi Happy Feet, nih, taulah yang pengin bisa nyanyi dan menari, ada juga postingan blog ini yang ngebahas tentang film Happy Feet. Klik.

    Lanjut..


Visual Efek Terbaik dimenangkan oleh EX MACHINA!!


    Kenapa film-film Sci-Fi pasti selalu menang dalam visual efek terbaik?? -_-


Untuk Sinematografi Terbaik jatuh kepada THE REVENANT!!


    Anjay, Bang Emmanuel Lubezki tahun lalu menang, tahun lalunya lagi, menang. Emang, gokil. Iyalah soalnya doi emang selalu berbeda dan inovatif. Waktu bikin Gravity, tau gak? Sinematografinya dia yang bikin. Iya, yang di luar angkasa itu, lho. Terus Birdman, dia yang bikin. Dan The Revenant yang emang didukung oleh pemandangan salju, dia yang bikin. Absolut hebat.





Film Bahasa Asing Terbaik dimenangkan oleh SON OF SAUL dari Hungaria! HORE!! INDONESIA MANA??!



Film Pendek Terbaik dimenangkan STUTTERER!!



Film Dokumenter Pendek Terbaik jatuh kepada.. A GIRL IN THE RIVER: THE PRICE OF FORGIVENESS!!


    Panjang banget judulnya tapi filmnya pendek!!


Oke, semangat, dong, terakhir nih, Film Dokumenter Terbaik Kategori yaitu AMY!!


    Akan menjadi list selanjutnya karena saya lagi hobi nonton film dokumenter.

    Walaupun kebanyakan film yang menang penghargaan dan yang jadi nominasinya itu belum saya tonton, selamat deh buat yang menang. Kalian keren nan kece banget!!

    Dan katanya, Oscars tahun ini banyak yang ngeboikot, gak pengin tahu gitu dan gak pengin datang. Siapa aja tuh? Oleh banyak tokoh di bidang perfilman, salah satunya Will Smith dan istrinya. Soalnya yang dapat nominasi itu kebanyakan orang yang putih sampe-sampe ada #OSCARSSOWHITE. Tapi kata siapa so white, soalnya, presenternya si Chris Rock. Ini dia.. coba liat putih gak dia??


Gue Chris Rock, komika juga, lho..



    Saya pantengin timeline twitter Chris Rock, ternyata latihannya sebelum ngemsi di Oscars begini, tho.




    Sampe dipasang foto orang-orangnya segala.. biar terbiasa kali nantinya.

    Dan yang mau saya bahas lebih lanjut adalah perjuangan Leonardo DiCaprio dalam meraih Oscars. Penantian panjang. Kenapa disebut penantian panjang?? Mulainya tahun 1994, sampai 2016 sekitar.. hmm.. 22 tahun.




    Sebelum dia muncul di film Titanic dia udah masuk nominasi Oscars tapi sebagai aktor pendukung terbaik di film What’s Eating Gilbert Grape (1994). Makin terkenal kala membintangi film Titanic (1997) bareng Kate Winslett. Tau kan, yang kapal tenggelam itu? Yang kutipan di filmnya, “If you jump, I jump..” pada tahu kan?? Yang di filmnya ada lukisan cewe yang pasti kena sensor kalo tayang di tv lokal, tau kan?? Film Titanic-nya dapat Oscars, tapi Bang Leonya, enggak. Cupcup.

    Selang beberapa tahun, yaitu 2005, Bang Leo sumringah. Doi masuk nominasi Oscars untuk pertama kalinya dalam kategori Aktor Utama Terbaik karena film The Aviator. Tapi gagal dapat pialanya, karena ditikung Jamie Foxx yang jelas-jelas main lebih perfect di film Ray. Judul filmnya kayak nama teman saya Ray Irawan Al-Madrusi. Next.


Bang Leo di film The Aviator, belum bewokan kayak sekarang.

    2007. Nih, Bang Leo, masuk nominasi aktor terbaik lagi untuk kedua kalinya untuk film Blood Diamond tapi lagi-lagi….. dia harus pulang dengan tangan hampa. Kalah lagi dari Bang Philip Seymour Hoffman atas aktingnya dalam film Capote.

    7 tahun abis kecewa, eh, dia gak putus asa. Bang Leo akting di The Wolf of Wall Street, mainnya bagus, Bang Leo pun masuk nominasi Oscars tahun 2013. Tapi apa daya, ada yang lebih bagus aktingnya yaitu Matthew McConaughey, yang meranin seorang penderita AIDS dan gak putus asa. Dia malah ngejual obat-obatan untuk penderita AIDS lainnya. Oh, iya filmnya itu Dallas Buyers Club yang ngebongkar bahwa dokter itu gak selalu benar, sob. Iya, pertama kali didiagnosa dokter dia menderita AIDS itu bakal hidup 7 hari lagi. Eh, malah karena dia yang cari obatnya sendiri dan berani menantang kaidah dokter, malah hidupnya melar jadi 7 tahun setelah didiagnosis kena AIDS. Kalo udah divonis hidup sebentar lagi sama dokter, jangan percaya dan jangan mudah putus harapan, ya. Yang penting kamu itu punya harapan, aja, titik. Untuk lebih jelasnya tonton aja film Dallas Buyers Club. Oke.


Hahahaha gagal dapet Oscars..

    Di tahun kabisat ini, penantian panjang sang aktor pemeran Titanic kini terbayar dan menorehkan tinta emas. Setelah ‘bersabar’ sekian lama, Bang Leo bisa menikmati penghargaan tertinggi dalam perfilman bagi para pelaku seni peran di Hollywood dalam ajang Oscar. Tahun 2016 menjadi tahun yang begitu berarti baginya, karena selain meraih piala Oscar, ia juga mendapatkan banyak penghargaan dalam ajang lainnya seperti Golden Globe, BAFTA, dan SAG Awards. Dan juga, pidatonya ketika abis ngambil piala Oscarsnya itu ngebahas isu lingkungan yang keren abis kalau dikutip:


“Bikin film The Revenant itu ada hubungannya sama alam. Sebuah dunia yang secara kolektif kita rasakan tahun 2015 ini adalah tahun terpanas sepanjang sejarah. Kami, tim produksi film harus menjelajah ke ujung selatan planet ini cuma buat nemuin salju?!! Perubahan iklim itu benar-benar nyata, dan ini yang terjadi sekarang, juga ancaman paling mendesak yang dihadapi seluruh spesies kita. Dan kita harus kerja sama. Stop menunda-menunda waktu. Kita harus dukung para pemimpin dunia yang gak ngomong untuk polusi besar dari perusahaan besar, tapi ngomong untuk semua manusia. Untuk semua masyarakat dunia. Karena, miliaran orang yang gak mampu yang akan terpengaruh. Karena anak-anak kita dan semua orang di luar sana yang suaranya tenggelam oleh keserakahan politik. Let us not take this planet for granted, I do not take tonight for granted.” –Leonardo DiCaprio ketika pidato kemenangan Oscarnya untuk pertama kali. 




    (2 kalimat terakhir diterjemahin pake Google Translate rada gak nyambung, jadi, ditulis aslinya aja.. hehe.. lebih keren)

    Gitu aja, deh, buat Oscars 2016. Selamat buat para pemenang dan film Indonesia kapan nih jadi film terbaik di Oscars?? Atau aktor, aktris, sutradara, penulis naskahnya mana nih?? Tenang, nanti saya bakalan dapat, kok. Penghargaan Oscars sebagai aktor merangkap penulis naskah plus sutradara terganteng. Lho kan gak ada kategori begitu?! Siapa tahu di masa depan ada. Kita do’akan saja..

    Belajar-belajar.. waduh udah jam 10 malam lagi! Tidaakk!!

    Tapi ngantuk.. tidur aja deh.. zzzz..


Bang Leo sama Teteh Kate Winslett lagi berpelukan, best-friend-forever dari 1997



(9-,-)9 

http://cinemags.id/
translate.google.com
https://twitter.com/TheAcademy
http://oscar.go.com/
google.com

Bonus:



(9-,-)9


Monday, February 22, 2016

Jangan Pernah Kapok Dibonceng Fauzy Husni Mubarok.

Untuk yang gue jatohin.

    Gue mau cerita kejadian gokil neeh..
 

    Gue ikut kerja kelompok bikin makanan di rumah Irpan. Walaupun bukan termasuk kelompoknya (anggotanya Mauli, Irpan, Agung, Primannisa, Misel), gue ikut aja sembari nemenin Agung (plus diajakkin pula karena tadinya abis nganter Agung beli bensin jadi sekalian ngekor). Sekaligus pengin tahu rumahnya Irpan kayak gimana (padahal mau modus ngapelin kakak perempuannya Irpan). Ternyata rumahnya sederhana tapi bagus banget. Temboknya warna biru ditempelin wallpaper gambar daun-daunan dan burung hantu-burung hantu kartun yang lucu nan imut. Di ruang tamu, ada koleksi miniatur tokoh kartun, ada Woody Toy Story, Buzz Lightyear (“Menuju tak terbatas dan melampauinya..”), si hijau mata satu di film Monster University, Mickey Mouse, Spongebob Squarepants, dan banyak lagi gue lupa. Koleksi miniaturnya itu ada yang glow-in-the-dark juga, Irpan nunjukkin ke gue, “Fau, liat nih, bercahaya..” katanya bangga, sambil mengarahkan mainan itu ke kolong kursi yang gelap biar kelihatan glow-nya.
 

    Kelompok ini ternyata bikin dango (baca: dan-gow). Gue juga baru denger makanan ini waktu kelompok ini presentasi. Pokoknya bentuknya bulat, rasanya manis, dan kalau di Indonesia itu, mirip cilok. Kenapa disebut dango? Itu bahasa Jepang, dan asalnya dango juga aslinya dari Jepang. Tapi tetap, kalo cilok asli Indonesia. Hidup aci dicolok!
 

    Singkat cerita, kelompok ini berhasil bikin adonannya jadi kalis dan udah diwarnain, tiba saatnya membulatkannya. Karena dango bentuknya bulat, maka harus dibulatkan biar bulat. 

    Gue ikutan ngebulatin adonannya, yaiyalah masa gue bengong. Dan disaat ngebulatin adonan ini, Misel cerita waktu dia tadi nongkrong di depan masjid, gak sengaja ngeliat anak cowok yang diam-diam galer. Garuk-garuk selangkangan pakai jari telunjuk. Misel ngerasa geli. Tajam juga penglihatannya Misel sampai bisa melihat ke sudut sempit dan hal yang tabu seperti itu. Kita-kita yang disitu mencoba menebak siapa yang dimaksud oleh Misel, soalnya Misel main teka-teki, kayak ‘Guess the name’ atau ‘Coba tebak namanya’. Penasaran siapa? Maaf, ini rahasia perusahaan. Hayolo siapa yang ngerasa galer di dekat masjid? Jarang mandi, ya?
 

    Sambil ngebuletin adonan, gue pun belajar tipe-tipe orang dari cara ngebuletin adonan. Yang pertama, tipe perpeksionis, yaitu Mauli. Pokoknya adonan harus sempurna bulatnya. Harus ideal versi dia. Gak gede banget dan gak kecil banget. Bahkan, punya orang lain yang sudah jadi menurutnya belum ngepas sama idealnya versi Mauli, dibenerin. 

    Lalu, tipe gak mau diam, yaitu Agung. Sambil ngebuletin adonan, dia malah nyanyi. Nyetel musik hiphop. Joget-joget. Stand-up-comedy. Main snapchat. Selfie alay. Koprol gila. HIV/AIDS. Pokoknya gak mau diam.
 

    Ketiga, tipe pemuji, yaitu Misel. Sukanya memuji adonan milik orang lain tapi adonan sendiri boro-boro dilirik, “Heh adonannya Maul bagus buanget.”, “Adonan si Prim sempurna tuh bulatnya”, dan “Kok punyanya Mamba kecil dan pendek gitu?” sambil ngelirik ke arah bawah. Gue sedikit merasa tersindir.
 

    Keempat, tipe gak pernah banyak omong yaitu si Prim. Walaupun gak banyak gerak dan ngomong tapi hasil adonannya perfecto machiato capucchinno numero uno. Soalnya adonan dari Primannisa gak pernah dikomentarin si Maul. Kalo adonan punya gue mah dikomentarin melulu.
Selanjutnya, tipe jahil, yaitu si Irpan sang empunya rumah. Adonan orang lain yang sudah jadi, dimodifikasi sama dia, dikasih ornamen bintik-bintik putih dan pink ditengahnya. Bagus, katanya. Terus, nyolek-nyolekkin gula ke pipi orang lain. Tapi seringnya sih nyolek-nyolekkin gula ke lidahnya sendiri.
 

    Dan yang terakhir, tipe kreatif, yang orangnya gak mau disebutkan namanya. Ketika normalnya bikin adonan dango harusnya bulat, dia malah bikin kotak. Bikin adonannya seenak jidat, bulatnya gak bagus terus dibiarin dan bilang dengan santainya, “Tenang aja, nanti juga dibenerin si Maul.”
 

    Sehabis bikin adonan, adonannya di rebus. Sembari menunggu, gue solat ashar dulu. Pas balik dari sholat, eh, udah ada cilok nongkrong di depan gue yang dibeliin ibunya Irpan. Perut kami memang ganas, cilok yang dikasih ibunya Irpan langsung abis dan gue disuruh Agung untuk beli lagi. Dan belinya itu sampe persediaan cilok si Abang tukang ciloknya benar-benar habis. Kisah nyata, lho, ludes, beneran. Gue yang saking antusiasnya beli cilok sampe lupa buat bayarin duit ke si Abangnya. Anehnya, Abang tukang ciloknya gak protes. Mungkin dia udah kaya. Tahu gitu gue gak balik lagi buat bayarin duitnya! Setengah mati menyesal.
 

    Bukti keganasan seorang manusia, bahkan setelah ciloknya udah habis dimakan, Misel, yang dikenal perutnya paling ganas, ngemilin saus ciloknya pake krupuk sampe ke ujung akar. Sadis.
 

    Terakhir, karena dangonya udah selesai direbus maka harus beli wadah buat dangonya. Wadahnya itu mika. Fyi, mika itu wadah yang biasa dipake tempat ngebungkus nasi kuning buat hadiah di besek selamatan. Yang bentuknya persegi panjang. Sebab Agung lagi mager, mandat buat nganterin orang yang beli mika diserahkan ke gue. Dan orang yang akan beli mika bareng gue adalah Misel. Dari awal, gue udah neguk ludah, soalnya badan Misel itu lumayan kelas berat. Tapi gue mencoba berpikir positif aja.
 

    Gue nyalain motor (adiknya) Agung yang gak bisa dinyalain pake starter otomatis itu, harus pake starter manual alias harus diselah!
 

    Motor nyala, Misel pun naek. Karena pake rok, Misel duduknya nyamping. Taulah posisi orang pake rok kalo naik motor. Iya, gak nyelangkangin joknya. Pokoknya posisinya feminim banget, gaya tradisional.
 

    Motor melaju di gang sekitar rumah Irpan yang basah dan sedikit licin karena abis hujan dengan mantap.
 

    Misel ternyata meragukan keahlian bawa motor gue, dia nanya apa gue beneran bisa bawa motor dengan baik dan benar. Soalnya, dari tampang, emang gue ini kayak yang geblek bawa motor. Yaiyalah, jarang banget bawa motor, paling seringnya naik angkot. Tapi gue bisa kok, ciyus. Pernah gue ngebonceng bapak pake motor Honda Blade yang body motornya gemuk, dan bapak pun lebih ekstrim beratnya dari badan Misel. Dan apakah gue bisa bawa Misel, pake motor Honda Revo, yang body motornya lebih ringan dari Honda Blade? Cemen! 


 

    Gue jawab aja santai, “Bisa dong, sel. Tenang aja.”
 

    Namun kenyataannya gue emang geblek, pas pertigaan, gue lupa jalan.
 

    Ini harus lurus atau belok, nih?
 

    Karena bingung, gue memelankan kecepatan gue membawa motor.
 

    Tapi ternyata, kecepatan yang lambat sama dengan gue yang harus menahan beban berat motor, badan gue, dan Misel.
 

    Motornya malah berhenti. Stangnya belok ke kanan. Karena jalan licin, bannya ngegesrek dan motor bengkok ke arah kanan. Gue mencoba menahan motor agar tidak ngegubrak ke tanah, tapi sayang, gue gak bisa menahan beban yang ada di belakang gue.. Misel.
 

    Gegara duduknya nyamping, hilang keseimbangan.. Misel jatoh ke belakang dengan tidak enak.
 

    Bokongnya nyium jalanan duluan.
 

    Dan yang gue lihat, jatohnya kayak orang salto. Ngegubrak ke belakang dan berguling-guling.
    

    Gue ngakak. Ngetawain Misel jatoh.
    

    Emang dasar, gue pembawa motor yang tidak berkepriMiselan.
 

    Misel langsung bangun terus ngegebukkin gue. “Mamba, bisa gak sih sebenarnya bawa motor????!! Tuh, kan, jatoh. Ah, maluu banget. Masa aku jatoh sih dari motor??! Seorang Misel jatoh dari motor??! Helloww..”
 

    Gue gak jawab apa-apa. Setelah itu, Misel langsung ketawa. Kayaknya dia mulai nyadar kalau dia jatoh itu lucu.
 

    Gue pun ketawa juga, bahagia. Bagi gue, ini adalah suatu prestasi yang membanggakan. Karena selama gue bawa motor, gak ada orang yang jatoh bareng gue. Dan Misel adalah korban pertama gue. Selamat, Sel. Kamu adalah orang yang beruntung.
 

    Setelah suasana normal kembali, motor udah stabil, gue nyuruh Misel untuk naik lagi.
 

    “Bisaa enggak bawa motornya?? Aku mah takut yah nanti di jalan rayanya itu jatoh lagi tau.. di gang aja udah jatoh gini apalagi nanti.. kalo di jalan raya kan maluuuu.. iywhhh..” tanya Misel khawatir.
 

    Gue mengangguk pasrah meyakinkan kalau gue gak akan mengulangi kesalahan lagi. Begonya Misel malah percaya dan naik lagi dibonceng gue.
 

    Gue membawa motor dengan normal, sampai berjumpa dengan pertigaan sebelum jalan raya.
 

    Motornya mati.
 

    Dan gak bisa dinyalain. Gue berusaha menghidupkan motornya tapi gak bisa.
 

    Misel langsung nelpon Agung, “Agung tau gak? Aku udah jatoh nih, tolongin ini motornya mati gak bisa dinyalain lagi.. bla.. bla.. bla..” curhat panjang banget.
 

    Gue mati-matian berusaha agar motornya nyala. Gue goyang-goyangin motornya ke depan dan belakang. Gue bongkar pasang helm yang gue pake. Motor tetap membisu.
 

    Agung datang dengan lambat dan muka males, polosnya dia nanya, “Motornya gak apa-apa nih?”
 

    Misel kesal, langsung nonjok Agung. 

    Gue sebagai pengemudi digantikan Agung. Gue kembali ke rumah Irpan. Yang disitu langsung pada kepo. Ya syudah, gue ceritain ke Mauli, Irpan, dan Prim gimana jatohnya dan bersama-sama menertawakan Misel.
 

    Sekali lagi Misel, kamu orang yang beruntung. Dan.. jangan kapok dibonceng gue, ya, Sel!


(9-,-)9

Sunday, February 14, 2016

Menuju Indonesia Bebas Trypophobia! Lubang adalah Sahabat Kita!

Untuk blog. Untuk bangsa Indonesia bebas phobia lubang kecil.
 
    Pernah dengar trypophobia? Itu tuh yang kalo ngeliat lubang-lubang kecil langsung ngerasa ngeri, pengin muntah, tangan berkeringat, merinding disko, kabur gak karuan, refleks goyang-goyang, pingsan, dan kalau levelnya udah kronis tiba-tiba langsung sesak napas dan menunjukkan gejala sakaratul maut.



    Tahu gak penyebabnya apa? Iya, gara-gara orang kampret yang nyebarin foto lubang-lubang kecil di telapak tangan yang mirip kayak sarang lebah. Anjayy, saya juga lumayan merinding nulis ini sambil ngebayanginnya. Dan.. kenapa sih, ada orang-orang yang kurang kerjaan motoin tangannya itu dan nyebarin di internet. Orang-orang di internet pula juga aneh, nyebarin phobia-phobia yang menular kayak gitu. Itu sama aja kayak ngasih kabar buruk, tauk! Dilebih-lebihkan pula. Jadinya, kita kan suudzon terhadap lubang-lubang kecil itu!


    Sampe pada suatu waktu, foto telapak tangan berlubang kecil itu sampe ke kelas saya, ditunjukkanlah kepada seorang cewek tak berdosa bernama Juniar. Kesan pertama bertemu dengan foto telapak tangan berlubang kecil itu.. nangis, jerit-jerit, histeris.
 

    Gara-gara nangis pas ngeliat foto itu, Ijun (biasa Juniar, panggilannya disebut), jadi terkenal seantero kelas. Bahkan sekolah. Hidupnya jadi gak tenang. Dikit-dikit temannya menakut-nakuti dia dengan membuat tangannya seolah ada lubang-lubang kecil pakai pulpen maupun spidol. Penyakitnya Ijun pun menular. Saya juga jadi ngerasa sedikit merinding juga, sih, sebenarnya, tapi saya tahan. Laki-laki coy, masa takut sama yang kayak gitu. Juga saya gak mau mencapai tahap phobia juga. Lucunya cewek-cewek teman sekelas saya jadi banyak yang ikut takut.
 

    Pernah Ijun ke depan karena mau ngejelasin sejarah. Si Umey teriak, “Bolong-bolong!”
 

    Ijun langsung menggeliat-geliat, matanya merem. Merinding disko tak beraturan.
 

    Terus saya juga cuma nyapa si Ijun, eh, dia malah langsung takut. Kalo ini bukan trypophobia, tapi Fauzyphobia.
 

    Karena prihatin sama fenomena ini, saya sebagai anak bangsa, ingin membebaskan semua orang dari trypophobia dan… inilah sedikit tips yang harus kamu lakukan untuk bebas dari phobia terhadap lubang-lubang kecil! Check this out.
 

1. JANGAN MIKIR YANG ANEH-ANEH TERHADAP LUBANG-LUBANG KECIL ITU


    Dari wikipedia, ada ilmuwan yang kurang kerjaan meneliti penyebab seseorang menderita trypophobia, salah satunya adalah suka mikir aneh terhadap lubang-lubang kecilnya itu! Lubang itu mirip sarang lebah, lah. Di dalam lubang itu bakal ada bahaya menyerang, lah. Dan juga di lubang itu ada sesuatunya, lah. Gara-gara suudzon itulah tubuh jadi membuat respons negatif juga terhadap otak bahwa itu adalah sesuatu yang bahaya. Bisa karena biasa. Mulailah untuk berpikir positif terhadap lubang-lubang kecil itu. Mulailah berpikir bahwa di dalam lubang-lubang kecil itu gak ada apa-apanya. Atau lubang-lubang kecil itu hanyalah sesuatu yang gak ada, cuma khayalan. Cuma dibuat dari pulpen atau spidol. Atau pikirkanlah gebetan kamu ada di lubang kecil itu dan harus kamu tolong. Kalau kamu takut, kamu gak bakal bisa nolong dia dan gak bisa dapat cintanya. Lah..
 

2. KARENA LUBANG ADALAH BAGIAN DARI HIDUP KITA


    Kamu takut terhadap lubang-lubang kecil itu gara-gara kamu menganggap lubang itu gak berarti buat hidup kamu. Kamu jadi ngerasa takut dan menerapkan praduga-praduga negatif yang belum tentu itu benar. Hanya karena takut kamu jadi gak mau mulai hal yang baru. Mulailah sesuatu yang positif, karena toh, lubang adalah bagian dari hidup kita. Coba deh perhatikan sekitar kamu, banyak lubang-lubang kecil yang berguna dan bermanfaat.

Colokkan headset
Lubang-lubang kecil gantungan kunci
Cakram motor
Ventilasi udara
Sedotan warna-warni, unyu bingits.
Colokkan listrik.
Lubang kecil tali sepatu yang berguna
 
Bahkan, lubang hitam yang indah di luar angkasa. Tapi yang ini bukan lubang kecil, ya.

    Dan juga lubang-lubang yang lainnya. Karena tanpa lubang, mungkin kita gak bisa lahir ke dunia ini, cuy. Think again!
 

3. AKU BERANI!


    Nah, ini tahap terakhir, nih. Kalau kamu ngedenger atau ngebaca lubang-lubang kecil aja udah ngerasa takut, mulai deh, untuk ngomong di otak atau ucapkan secara lantang, atau di depan cermin dengan tubuh tegap, “Aku berani terhadap lubang kecil.” Dengan yakin dan mantap. Itu kayak niat kamu. Lama-lama kamu bakal tersugesti untuk gak takut terhadap lubang-lubang kecil itu.
 

    Juga, ketika kamu ketemu dengan lubang-lubang kecil itu kamu bakal gampang karena di otak udah tertanam, “Aku berani terhadap lubang kecil.” Kalau kamu belum biasa, terus sugestikan diri kamu, “Aku berani terhadap lubang kecil.” Kalau kamu ngeliat foto kampret telapak tangan itu ngomong deh sekeras-kerasnya, “Aku berani terhadap lubang kecil.” Terus-terus dan terus. Atau bisa juga diubah kata-katanya yang pas dengan kepribadian diri kamu seperti jadi: “Aku biasa dengan lubang kecil”, “Lubang kecil adalah temanku”, “DAMN! Aku cinta lubang kecil”, “Lubang kecil itu cemen”, “Apaan lubang kecil? Lubang gede juga gua berani!”, atau “Lubang kecil kampret! Sini lo gua hajar!”
 

    Gokil, kan?
 

    Intinya, kamu harus berani melawan.

(9-,-)9
 

    3 tips ini sebenarnya hanya hipotesa saya aja, sih. Kalau misalkan manjur, alhamdulillah. Kalau misalkan gagal.. berarti hipotesanya salah. Soalnya banyak cara untuk ngobatin phobia, dan 3 tahap ini yang paling gampang aja. Karena yang susahnya itu kayak harus ngeliat foto-foto lubang-lubang kecil itu sampe muntah-muntah, sampe pingsan, pokoknya sampe gak kuat dan setelah itu bosan. Habis bosan.. hilang deh phobianya.
 

    Peringatan: Untuk yang belum tahu trypophobia, jangan pernah penasaran untuk search gambarnya di google. Serius, jangan. Nanti malah kena phobianya lagi. Oke.
 

    Yang masih takut, semoga sembuh, ya. Ingat.. berani! Oke?! FIGHT!!! 

(9-,-)9 

Ucapan terima kasih: Juniar, Wikipedia, Google.