Thursday, April 23, 2015

LAGU FALL OUT BOY FAVORIT..

Untuk blog.

    Dari sekian banyak lagu di dunia ini, saya memilih Fall Out Boy untuk mengisi playlist di hape saya akhir-akhir ini. Tapi saya bukan fans beratnya juga kok, karena nama-nama personilnya aja cuma tahu satu orang doang, yaitu Patrick Stump sang vokalis. Itu juga saya hapal karena mirip-mirip sama Patrick Star (ketahuan deh suka mantengin Spongebob di TV).



Fall Out Boy. Patrick Stump yang mana nih.. (Sumber: Playbuzz.com)


    Saya mau tulis lagu-lagu favorit saya dari Fall Out Boy ini. Saya jadikan favorit karena nadanya selain enak juga kebanyakan lirik-liriknya itu manis. Enggak puitis tapi dalem banget gitu. Juga maafkan kalo misalkan apa yang saya tulis itu penuh kesotoyan, apalagi soal menerjemahkan mood lagu dan tafsir-tafsir dari lirik lagunya. Cekidot aja lah..

THE PHOENIX..


    Pertama dengar lagu ini itu ketika (beneran) gak sengaja nonton Victoria’s Secret Fashion Show di Fashion TV dan ada Fall Out Boy lagi nyanyiin lagu ini. Enak banget. Udah gitu liriknya penuh semangat lagi (apalagi diiringi model-model yang lagi jalan di catwalk).

    “I’m gonna change you like a remix,
    Then I’ll raise you like a phoenix.”


    Udah gitu Phoenix juga adalah nama burung di film Harry Potter yang pernah nolongin si Harry ketika ngelawan Basilisk di kamar rahasianya Voldemort (kalo gak salah).

THE MIGHTY FALL..


    Awalnya denger lagu ini, instrumen intronya berasa ngeselin tapi kok enak didenger. Susah dicontoh. Dengerin coba. Nih, kalo misalkan lagu yang instrumen intronya gitar, pasti dicontoh sama mulut itu gampang, tinggal bilang, “jeng jeng jeng” *niru suara gitar*. Kalo lagu ini mah susah, kayak suara curut (tikus) atau apalah gak tahu, ada suara lonceng-loncengnya juga. Tapi selain itu lagunya juga enak, kayaknya menceritakan kalau seseorang yang lagi jatuh cinta deh. Ada nge-rap-nya juga jadi tambah cool ini lagu, featuring BIG SEAN!

    “I’m singing. Whoa.
    How The Mighty Fall, The Mighty Fall, The Mighty Fall.
    They fall in love. How The Mighty Fall, The Mighty Fall, The Mighty Fall.
    How The Mighty Fall in love.”



YOUNG VOLCANOES..


    Lagu ini keren, penuh semangat, apalagi awal-awalnya. Lagu ini bikin saya ngerasa bareng terus sama teman-teman, senang-senang bersama, dalam susah juga bersama. Sesulit apapun rintangannya, cobaannya, soal matematika dan fisikanya, kalau dikerjain (atau nyontek) bareng teman-teman pasti gak bakalan susah. Betul ibu-ibu?

    “When Rome’s in ruins.
    We are the lions, free of the coliseum.”

    “We are wild. We are like young volcanoes.

    Kalo bareng teman, udah lepas semua harga diri, liar aja liar. Liar terus pantang kalem. 




DEATH VALLEY..



    Selain nadanya enak, liriknya juga absurd. Coba deh dengerin, awalnya kalo gak tahu liriknya pasti akan baik-baik saja, tapi pas udah tahu liriknya bisa jadi semangat langsung naik ke level tertinggi, apalagi awal-awal sama refrainnya. Beuh..

    “I wanna see your animal side. Let it all out!!!”
    “We are alive!! Here in Death Valley, but don’t take love off the table yet!!”
    “We love a lot, so we only lose a little.”


    Lagu ini juga memperingatkan bahwa sebenarnya yang bisa denger lagu ini itu masih hidup (yaiyalah), dan kalau kita mencintai banyak orang pasti kita gak akan kehilangan banyak tapi sedikit, kalau kamu bingung berarti kita satu pemikiran kalau lagu ini emang absdurd apalagi lirik terakhir yang dibawah ini..

    “Undress to impress.”

    Terjemahkan sendiri.

    Tapi ada juga part slownya yang cute dan manis banget liriknya. Adem banget dengernya, si Patrick Stumpnya gak teriak-teriak kayak lagi di bagian refrain.

    “We are alive, we’re gonna die. It’s just a matter of time. Hard times come. Good times go.”
   

THE (SHIPPED) GOLD STANDARD..



    Nah, lagu ini nih yang jadi favorit saya selanjutnya dan direkomendasikan dari blognya kak Dita Astiani, postingan playlist bulan Pebruari. Pas baca itu langsung search dan download deh lagunya, gak pake lama langsung jatuh cinta sama lagu ini.

    “I wanna scream ‘I love you’ from the top of my lungs.
    But I’m afraid that someone else will hear me.”
    “You can only blame your problems on the world for so long.
    Before it all becomes the same old song.”


    Sumpah, lagunya itu ngebeat apalagi kalau dengerin instrumen bassnya itu yang “tet-tet-tet, tererereret tet-tet tereret tet-tet.” Yang gitunya itu bikin mulut gak bisa berhenti mraktekkin. Terus liriknya yang tadi itu sweet banget, gak berani bilang I love you takut ada yang denger (tapi sedikit cemen juga sih), namanya juga secret admirer. Terus kayaknya maksud dari lagu ini itu si secret admirer itu pengin move on karena yang dicintai udah jadi milik orang lain….

    Atau bisa jadi juga pengin pindah ke luar negeri dan meninggalkan semua masalah yang ada di negaranya.

    Bener kagak bang Patrick?


SHE’S MY WINONA..


    Gak ada lirik yang spesial atau sweet sih tapi lagunya itu enak, apalagi sebelum masuk lirik pertama itu enak-enak-enak, disuruh nyanyi kayak Tarzan. Ooh ooh, ooh ooh, ooh ooh ooh ooh. Wuooooooo ooooooooo wuoooooooooooooooo~

    Kayak gitu.

THE KIDS AREN’T ALRIGHT..


    Walaupun biasanya Fall Out Boy bernyanyi dengan semangat karena genrenya yang alternatif rock tapi di lagu ini bisa juga vokalisnya nyanyi dengan kalem, tanpa teriak-teriak, galaunya juga kerasa, cocok banget kalau lagi patah hati dengerin lagu ini. Lagunya juga kalau menurut penafsiran (sotoy) saya, bagaimana hidup dengan sahabat yang salah. Maksudnya kita menganggap seseorang sahabat, tapi seseorang itu gak nganggap kita sebagai sahabat. Gimana tuh?

    Kalau ke gebetan mah, udah biasa gak dianggap. Tapi kalau gak dianggap sama sahabat sendiri, mau dianggap sama siapa lagi??? Putus asa tau kalau digituin.

    “And in the end.
    I’d do it all again.
    I think you’re my best friend.
    Don’t you know that the kids aren’t alright?”

    Dalem banget liriknya.



SAVE ROCK AND ROLL..


    Lagu ini juga versi slow dari Fall Out Boy yang biasanya suka teriak-teriak gak jelas. Fall Out Boy di lagu ini juga menyuarakan isi hatinya yang paling dalam mengenai lagu-lagu Rock n Roll yang sudah jarang di belantika musik dunia. Dunia sudah diisi dengan lagu-lagu norak dari boyband, girlband, dan kangen band. Fall Out Boy sukses membuat saya terenyuh dengan lirik dan nada di lagu ini. Lagu ini juga mengajarkan dan menasihati seluruh umat manusia di dunia untuk jangan takut menjadi diri sendiri, jangan pedulikan orang lain yang ngomongin keburukan kita, dan jangan takut untuk menghadapi masalah.

    Jadilah diri sendiri, sejelek apapun dirimu, jadi diri sendiri aja. Biarkan anjing menggonggong, kafilah juga menggonggong. Oke sip.

    Featuring Elton John yang suaranya gede, ngebass, dan dingin, jadi tambah merinding dengernya.

    “I need more dreams, and less life.”

    “I cried tears you’ll never see…
    So fck you, you can go cry me an ocean, and leave me be.”
    “You are what you love, not who loves you.
    In the world full of the word ‘Yes.’,
    I’m here to cream, ‘No!’
    Wherever I go. Trouble seems to follow.
    I only plugged in to save rock and roll..”



MISS MISSING YOU..


    Gak disangka-sangka Fall Out Boy yang backgroundnya alternatif rock ini terselip lagu yang romantis banget di album Save Rock n’ Roll.

    “Baby, you were my picket fence.
    I miss missing you now and then.
    Chlorine kissed summer sun.
    I miss missing you now and then.”


    Dari judulnya udah ketebak, lagunya mencurahkan kerinduan kepada seseorang. Kayaknya seorang kekasih deh, karena begitu banyak kata ‘love’ di lagu ini.

    “Sometimes before it gets better, the dark gets bigger.”

    Dan part yang terbaiknya menurut saya adalah lirik ini..

    “’Cause I am the best you’ll never have.”

    Orang yang dicintainya malah gak mengharapkan untuk dicintai. Dengerin coba, dijamin lagu ini cocok kalo lagi kangen sama seseorang.
   

ALONE TOGETHER..


    Mari kita sambut lagu Fall Out Boy paling gokil dari judul-judul yang saya sebutkan di post ini. Liat dari udulnya aja udah absurd. Alone Together. Kalau diartikan berarti sendiri bersama-sama. Udah sendiri, tapi bersama. Gak sendiri lagi dong kalo gitu. Maunya apa lo Fall Out Boy???

    Pelafalan liriknya cepat banget, tapi itu yang menjadi ciri khas dari lagu ini dan Fall Out Boy itu sendiri dan celakanya pas bagian yang ngomong cepatnya itu jadi enak banget.

    Lirik yang ini lebih absurd..

    “I’ll check in tomorrow if I don’t wake up dead.”

    Lagunya juga saya banget, lagu ini cocok banget buat para jomblo, apalagi yang mau gangguin orang-orang yang lagi pacaran. Tinggal setel lagu ini keras-keras di depan orang pacaran, dijamin… orang pacaran bakalan kabur kocar-kacir.. (enggak juga sih)

    “Say yeah!!”
    Let’s be alone together!!
    We could stay young forever.
    Scream it from the top op your lungs, lungs, lungs.
    Say yeah!!”

    Lagunya juga semangat, semangat jomblo. Kayaknya lagu ini sering banget diperdengarkan di komunitas-komunitas jomblo yang ada di dunia. Mereka ingin menjomblo bersama-sama, kita dukung lah. Jomblo akan menguasai dunia. Hati-hati guys…

    Nah, akhirnya semuanya sudah terangkum. Jangan lupa dengerin lagu-lagunya oke. Lagu-lagu yang saya sebutkan itu paling banyak saya comot dari album Save Rock n Roll dan beberapa dari album Folie A Deux yang menandakan kebangkitan Fall Out Boy setelah lama vakum. Oh iya, yang paling terbaru juga albumnya yang American Psycho/American Beauty itu banyak yang enak lagunya, tapi karena saya comot yang paling enak aja jadinya segini aja deh, entar kepanjangan.

    Sukses terus buat Fall Out Boy, stay sweet and stay rock n’ roll!!

    Segitu aja ya, orang jelek pamit undur diri.

Wednesday, April 15, 2015

KISAH LIBURAN SEORANG EKONOMIS..

Untuk blog.

Minggu, 12 April 2015


    Sehabis sweet seventeen party yang romantis dan bikin perut kenyang. Baca dulu disini: klik.

    Hari minggunya saya pergi ke Cirebon bersama teman-teman satu kelas, yang sebenarnya diseleksi lagi menjadi hanya 14 orang (Saya, Agung, Shidqi, Fazrin, Ade Hisni, Rani, Friska, Revi, Rizal, Elma, Rifana, Gelsha, Ishaq, dan Gina.. ini atas request dari Ade dan Rani, kata mereka, "Pokoknya yang ikut harus disebutin satu-satu, titik!" Oke, saya turutin.) yang 20 orang sisa yang gak ikut karena memiliki kepentingan yang berbeda. Awan yang lagi ngopi-ngopi ganteng bareng begal. Putri yang lagi jadi pembantu karena ada tamu di rumahnya. Vicky yang lagi wisata ke planet lain (baca: Bekasi), padahal baru jadian. Widy dan Bunga yang katanya mules-mules mencret gara-gara habis ke sweet seventeen party Laurene kemarin. Ada juga Albert, yang gagal melakukan negosiasi ‘minta duit’ ke bokapnya.

    Dibalik kisah Albert yang gagal melakukan negosiasi ‘minta duit’ ke bokap, saya adalah orang yang beruntung karena sukses melakukan negosiasi ke nyokap. Saya menyimpulkan bahwa: minta duit itu harusnya ke Ibu, bukan ke Bapak. Bapak itu orangnya suka pelit dan cuma pakai logika. Albert salah target.

    Tapi Bapak saya itu orangnya gak pelit sebenarnya, awalnya sebelum minta duit ke Ibu, saya coba dulu minta duit ke Bapak. Tapi, Bapak saya menggelengkan kepala dan bilang, “Minta aja ke Ibu, duit Bapak udah, abis dikasihin ke Ibu semua.”

    Berangkat dari Kuningan, kumpul di rumah Revi. Otw ke Cirebon naik mobil, ada yang naik mobil Rizal dan ada yang naik mobil Elma. Saya ikut nebeng mobilnya Rizal. Yang membuat saya takjub adalah ketika saya melihat Elma, cewek, pelajar SMA kelas 11, berumur 17 tahun lebih 4 bulan, body pendek, dia yang nyetir sendiri mobilnya ke Cirebon.
Saya baru bisa motor aja kelas 10, disaat teman-teman seusia saya udah beralih profesi menjadi tukang ojeg untuk pacarnya, saya baru belajar motor. Kasihan ya, teman-teman saya?


Baru 5 menit di mobil ber-AC, Mukanya udah masuk angin gitu. 

    Sumpah, kalau saya ngebayangin saya nyetir mobil, laki banget. Cewek-cewek langsung nyamperin, minta nebeng. Apalagi kalau saya kepalanya botak, bisa lolos casting main film Fast and Furious. Sayangnya bukan mirip Dominic Toretto, tapi lebih mirip Roman Pearce.


 
Susah kan ngebedain Roman Pearce yang asli?


    Saya ikut ke Cirebon bukan untuk hura-hura, tapi mau haru-haru. Beneran lho, kalau baca cerita saya bakal terharu. Apalagi kalau bacanya sambil ngerjain soal SNMBPTN.

    Sesampainya di Cirebon langsung masuk ke CSB (Cirebon Super Block), salah satu mall terbesar di kota ini. Karena lapar, teman saya langsung pada ngajak makan di salah satu restoran di dalam mall, dilihat-lihat menu disitu, harganya mahal-mahal.. jauh dari kata gratis. Boro-boro gratis, tumis kangkung satu piring kecil aja 9 ribuan. Kalau misalkan beli di warung dekat rumah saya, 9 ribu beli kangkung aja, dikasih satu truk.

    Untungnya, ada teman saya yang sudah pernah ikut ke Cirebon, Fazrin, seorang ekonomis garis keras, mengajak saya makan di luar mall agar lebih murah. Saya ikut. Dan ternyata dari 14 orang yang ikut ke Cirebon, gak ada lagi penganut ajaran ekonomis garis keras selain kita berdua. Saya bersyukur, fakir miskin di Indonesia sekarang lebih sedikit.

    Selain penganut ajaran ekonomis garis keras, ada fakta menarik mengenai Fazrin. Dia juga penganut ajaran banci garis keras. Diam-diam ketika nyokapnya sedang pergi ke Bandung, dia masuk ke kamar nyokapnya dan mencari-cari baju yang pas untuknya. Seolah tidak ada baju lagi untuk dipakai, jadilah Fazrin yang berjalan bersama saya menuju ke luar mall, memakai baju model sweater berwarna abu-abu, dengan aksen bling-bling, yang ukurannya sedikit longgar karena itu punya NYOKAPNYA. Masih samar alasan dia memakai baju nyokapnya itu. Hanya satu yang enggak samar, karena pakai baju nyokapnya, Fazrin kena kualat.

    Sebelum ke luar mall, Fazrin mampir dulu di stand yang ngejual aksesoris hape, dia mau beli anti gores buat hapenya. Setelah milih-milih, akhirnya ketemu anti gores yang pas buat hapenya dan pemilik stand meninggalkan stand-nya untuk memasangkan dulu anti gores ke hape Fazrin entah dimana. Stand seolah menjadi milik Fazrin dan saya. Kami berdua duduk dengan tentram di kursi yang ada di stand itu dan petaka pun datang. Ada dua orang remaja cewek, kayaknya masih SMP,  menghampiri kami berdua. Salah satu dari mereka mencolek bahu Fazrin dan berkata dengan polosnya, “Mas, disini ada case buat Iphone, gak?”

    Fazrin tersadar dirinya sudah dikira seorang pedagang aksesoris hape dan langsung melakukan pembelaan, “Eh, gak tau, bukan! Saya bukan pedagangnya.”

    Dua cewek itu terlihat shock berat karena dugaannya salah, mereka langsung meninggalkan kami berdua. Fazrin langsung ngomel-ngomel, “Kurang keren apa lagi coba gua??! Udah dandan rapih gini sampe pake baju nyokap, eh, dikira pedagang aksesoris hape!! Sebel!!”


    Jadi, pelajarannya adalah: Jangan pernah pakai baju nyokap kalo jalan-jalan, entar disangka tukang aksesoris hape.

    Setelah makan batagor yang murah meriah di luar mall, saya balik lagi ke dalam dan melakukan tujuan saya yang utama pergi ke Cirebon, nonton film di bioskop untuk pertama kali dalam hidup saya. Yang biasanya nonton film bajakan dari situs penyedia film gratis, sekarang saya nonton langsung di bioskop. Sekali-kali, orang jelek juga pengin bahagia.


Sorry, saya lagi sibuk makan batagor di luar..

    Nonton filmnya Fast and Furious 7. Pertama kali ketika masuk bioskop, saya merinding. Bukan karena takjub, tapi karena hawa di dalam bioskop dingin banget. Saya gak pakai jaket.

    Emang ya, nonton di bioskop emang keren. Gambarnya jelas, subtitle-nya ngepas terus dan bahasanya juga sudah diperhalus. Kalau nonton film bajakan, subtitlenya kadang suka aneh, tiba-tiba ada tulisan ‘Lebah ganteng’. Padahal yang jadi aktor bukan lebah. Tapi serigala, GANTENG-GANTENG SERIGALA.


    Suaranya juga jernih banget di bioskop, dapat suara dari segala arah. Dan saya sadar juga ini karena berkat peredam suara yang ada di dinding bioskop, saya jadi mau ngambil ilmu bioskop untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Sehabis nonton, saya pegang-pegang dinding bioskop, Shidqi yang aneh melihat tingkah laku saya bertanya, “Ngapain lo?”

    Saya senyum dan jawab, “Mau buat bioskop sendiri di kamar, biar suara kalo nonton film kayak tadi dindingnya harus sama kayak gini.” Sambil nunjuk dinding bioskop.

    Sehabis nonton saya langsung mules, lalu pergi ke WC bareng Shidqi. Kalau kata orang tua zaman dulu, boker di suatu tempat itu tandanya kita betah tinggal disitu. Akhirnya saya memutuskan untuk tinggal di bioskop bersama anak istri saya nanti.

    Di WC mall yang peralatan toiletnya sudah canggih itu, sifat kampungan saya kambuh. Sehabis boker saya coba-coba pakai tempat kencing yang sambil berdiri. Sehabis kencing, saya bingung, “Ceboknya gimana?” airnya buat ceboknya gak keluar-keluar.

    “Kenapa?” tanya Shidqi.

    Saya malu, “Ini airnya, kok gak keluar-keluar?” tanya saya sambil nyengir.

    “Lo harus keluar dulu dari tempat kencingnya, baru airnya keluar.” Shidqi menjelaskan.

    “Malu, dong, tititnya keliatan.”

    “Masukkin dulu ke celana.”

    “Ceboknya gimana??” saya bingung setengah mati.

    “Gak usah cebok.”

    “Ih gak mau! Enak aja! Najis! Habis ini kan mau shalat Ashar!!”

    “Ya udah, nih ceboknya pake tisu.” Shidqi ngasih saya tisu. Akhirnya saya cebok pakai tisu dan setelah saya beranjak dari tempat kencing itu airnya baru keluar. Idih, jorok banget, masa kita disuruh gak cebok sih, teknologi makin aneh aja.

    Acara terakhir yaitu karaokean di Inul Vizta. Gara-gara tadi boker dulu dan kencing, saya dan Shidqi ditinggal teman-teman. Teman-teman saya yang lain udah pada nyampe ke Inul Vizta duluan. Saya enggak tahu Inul Vizta itu dimana, Shidqi yang tahu. Tapi lebih tepatnya sok-sok-an tahu. Saya terpaksa ngikutin dia, kirain dia tahu, eh, ternyata dia juga gak tahu. Kami sebenarnya berhasil ke Inul Vizta, tapi di ada kertas pemberitahuan di pintu depannya kalau tempatnya sementara pindah dulu ke sebelah selatan CSB. 


    Kita jalan lagi, sebenarnya jalan lewat depan mall CSB bisa lebih dekat, begonya saya malah ngikutin Shidqi jalan ke Inul Vizta lewat belakang mall. Menyusuri tempat parkir mobil yang luas. Dan kampretnya, Shidqi jalan cepat banget, saya ditinggal jauh di belakang. Kadang saya lari biar gak ketinggalan jejak. Shidqi mah emang gitu, di sekolah, orang lain izin ke guru ke luar kelas mau ke WC, dia mah malah izinnya mau jalan kaki, mengitari seluruh sekolah. Seperti sudah biasa hijrah dari satu tempat ke tempat lain jalan kaki. Saya yakin juga, di betis kakinya Shidqi itu ada punuknya, buat cadangan tenaga.

Sial, pake kesasar segala! Jadi gak ikut foto-foto deh!!

    Pas nyampe di Inul Vizta yang sudah dipindah dari Inul Vizta yang tadi, saya langsung nyanyi sebentar dan tepar tiduran di lounge (sofa panjang) karaokenya yang empuk dan bikin ngantuk. Yang lain pada asyik nyanyi-nyanyi, kaki saya rasanya sudah mati. Yang lain nyanyi-nyanyi terus, saya dari tadi sudah mampus plus badan sudah kurus. Yang lain asyik nyanyi dan joget, saya cuma diam, gak hapal lirik plus lagi sariawan. Ngenes.


    “Inul Daratista kalau nyanyi dibayar. Kita mau nyanyi malah bayar.” –Fazrin (penganut ajaran ekonomis garis keras)

Buat yang pengin tahu siapa Fazrin. Nih.. Fazrin yang warna merah.
 
    Setelah karaokean yang diiringi dengan ngomelnya teman-teman yang suaranya habis, tenggorokannya copot, matanya copot, hidungnya dua, kakinya putus, hubungannya putus (yang ini beneran ada, Ulfa kalau gak salah di mobil ngomong habis putus), kami berempat belas pulang ke rumah masing-masing dengan selamat. Isi dompet doang yang gagal diselamatkan.


P.S:

Perjuangan buat masuk kamera lebih susah daripada masuk Perguruan Tinggi Negeri, guys..

    Sampai disini dulu ya, orang jelek pamit undur diri.

Tuesday, April 14, 2015

PESTA ROMANTIS PLUS BIKIN KENYANG..

Untuk blog.

Sabtu, 11 April 2015


    Sabtu 11 April kemarin saya pergi ke sebuah party, sebenarnya saya mau ngapel tapi di-cancel dulu lah soalnya kalau gak dateng malu, nanti bisa dikucilkan masyarakat plus ngapelnya juga sama makhluk lain a.k.a laptop.


    Jadi, party ini adalah sebuah party yang mengatasnamakan ultah 17 tahun atau yang biasa disebut sweet seventeen party. Yang ulang tahun ini teman sekelas saya, namanya Laurene, dia perempuan, laki-laki gak pernah seganjen ini buat ngerayain sweet seventeen, paling niup kompor gas quantum di rumah.


    Yang aneh adalah sabtu kemarin bukan hari ultah yang sebenarnya, ultahnya sebenarnya hari Minggu tanggal 5 April lalu dan Sabtu 11 April baru dirayakan. Dan berhubung saya juga ngasih kado di kado biasanya ditempelkan kartu ucapan. Nah, kartu ucapannya biar lebih afdhol dan terkesan gak telat saya tulis dari tanggal 5 April. Beli isi kadonya tanggal 10 April. Kado dan kartu ucapannya dikasihkan tanggal 10 April. Sungguh skenario sweet seventeen yang sangat rumit.


    Kadonya juga dibeli dari hasil patungan. Mending kalo patungannya cuma dua orang atau tiga orang. Patungannya 7 orang. Udah gitu murah lagi. Cuma ngasih kado sabun lifebuoy dibungkus di kardus mie instan yang gedenya naudzubillah lalu dibungkus lagi pakai kertas warna-warni. Jadilah maka jadilah. Tapi boong. Isi kadonya rahasia lah, pokoknya jangan liat hadiah dari isinya dan harganya, tapi dilihat dari jumlah orang yang ikut patungan. Makin banyak orang, makin murah.


    Walaupun tanggal 10 April masih bisa dibilang tanggal muda dan kalau duit dalam dompet udah abis bisa langsung dibilang tanggal tua, ulang tahun Laurene bisa berubah jadi ajang makan gratis yang bisa memanjakan perut sekaligus memanjakan dompet. Awalnya malu-malu kucing gak mau makan, melihat Vicky yang duduk bawa makanan, pergi, lalu duduk lagi sambil bawa makanan, pergi lagi, balik lagi bawa makanan lagi, dalam hati saya berkata, “Sweet seventeen gak pernah sekenyang Vicky.”


    Sehabis makan makanan pembuka yang resmi akhirnya wajah saya yang sebenarnya terbongkar. Saya pun melakukan ritual yang sama dengan Vicky yaitu bolak-balik bawa makanan. Saya hampiri stand-stand makanan yang disediakan. Saya cicipi semua.


    Lidah kampung saya berhasil merasakan indahnya mengecap Chicken Gordon Blue (translate: ayam goreng tepung yang ditaburi buncis sama kentang goreng dikasih bumbu kayak kecap gitu plus saus mayonaise). Awalnya bingung, cuma dikasih garpu. Dalem hati, “Makannya gimana?” Saya celupkan garpu ke ayamnya, dan langsung sikat habis ke dalam mulut sekali lahap. Ternyata ayamnya daging semua, pantesan cuma dikasih garpu.


    Yang lain pada foto-foto, saya masih asyik bolak-balik bawa makanan. Kadang ikut nimbrung foto-foto dengan tangan membawa es puter. Saya terpaksa gadoin es puter sambil berdiri, soalnya harus eksis juga. Tiada kesan tanpa ikut foto-foto. Saya yakin sehabis party ini, banyak bantara pramuka (orang yang sering memvonis hukuman push-up kepada orang yang makan sambil berdiri) mengintai.


Wakwaw! Dari hapenya Agung..

    Sekedar breaking news aja, yang sebenarnya adalah heart attacking news (berita yang bisa menyebabkan serangan jantung, untuk jomblo bisa menyebabkan kemandulan), sehabis pesta itu ada yang nembak cewek. Yap, Vicky, teman saya yang tadi bolak-balik terus bawa makanan itu berhasil mendapatkan hati Rifana. Terjadilah cinta lokasi a.k.a seblak (karena cilok sudah terlalu mainstream), Vicky teman sekelas saya, Rifana juga. Saya curiga tadi bolak-balik bawa makanan itu cuma cara Vicky untuk menarik perhatian Rifana.


    Selamat ya, untuk Vicky.



    “Mau gak jadi pendamping aku dalam susah maupun senang?” –Vicky (for Rifana)

    Ciee…


Enak banget broh..

Ngantuk, tidur dulu bentar..

Pelajaran: Salah satu ciri orang akan menembak cewek yaitu jadi sering makan.   


Yang saya sesalkan: Kenapa tadi gak nembak mbak-mbak yang jagain stand Chicken Gordon Blue aja ya?


Yang saya lebih sesalkan: Kenapa tadi gak nembak mas-mas yang jagain stand es puter ya?


PS: Karena pulangnya cukup larut malam, walhasil minta dijemput sama Babeh terus nganterin Awan dulu yang takut dibegal. Btw, Siapa Awan? Hanya begal yang tahu dia siapa.

Ralat:

Ternyata salah. Maafkan kekampungan saya dalam menyebut nama makanan.. :D

Cek dan ricek.. makasih kak Beby udah ngingetin. Yang sering makan mah tau aja, diet jangan lupa! :D


    Sampai disini dulu ya, orang jelek pamit undur diri.

Wednesday, April 1, 2015

MOMEN SAKIT PENUMPANG ANGKOT..

Untuk blog.

    “Tiap berangkat sekolah naik angkot, 2 kali pula. Pulangnya pun sama, 2 kali. Sehari naik angkot kayak minum obat ada resepnya, 4 kali sehari. Seminggu itu 6 hari, naik angkotnya 24 kali. Satu bulan saya naik angkot 108 kali.” –Fauzy (Tahap Ketiga: Naik Angkot. 4 Tahap Menuju ke Cirebon)

    Sebagai orang yang sudah banyak makan asam karbon knalpot angkot, saya akan membagikan pengalaman nyesek saya ketika naik angkot. Agar kalian juga merasakan penderitaan yang saya rasakan. Sakit tau! 





DIKACANGIN ANGKOT


    Pas lagi nunggu angkot. Angkot yang ditunggu gak keluar-keluar. Udah nunggu satu abad, berojol satu angkot yang ditunggu. Saya senang dan excited banget. Sebelum terlambat, saya langsung ngasih isyarat telunjuk buat memberhentikan angkot itu, tanda saya mau naik.

    Lalu angkotnya sudah dekat dan saya sudah siap buat naik, eh, angkotnya gak berhenti. Masya Allah.. dikacangin. Saya hanya bisa menatap angkot itu dari kejauhan. Angkot itu pergi begitu saja.

    Sakit, sih, tapi rela bagi-bagi? Udah mah di sekolah sering dicuekkin sama kamu, sekarang dicuekkin sama sopir angkot. Makin sakit.



GAK DIKASIH KEMBALIAN


    Ketika sampai tujuan dan sudah bilang kiri, saya udah excited banget buat bayar angkot. Saya nyodorin ongkosnya ke Bang Sopir tapi harus dikasih uang kembali, gak ada lagi soalnya.

    Bang Sopirnya nanya, “Gak ada uang yang lebih gede lagi, dek?”

    “Gak ada, bang.” Saya jawab, emang gak ada lagi uang yang lain.

    Dengan nada iba dan linangan air mata Bang Sopirnya bilang, “Gak ada kembalinya, dek. Soalnya masih pagi, baru narik, belum dapet uang.”

    “Ya udah, bang, ambil aja semua. Sekalian saja ambil nyawa saya, bang. Saya ikhlas.”

    Sakit. Nyesek. Tadi saya ngasih seratus ribu, uang saku untuk sebulan.



CUMA SENDIRIAN DI ANGKOT

   
    Saya naik angkot, udah gitu celingak-celinguk. Kok gak ada penumpang lain? Ah, sudah biasa. Setiap hari juga saya sendiri terus.

    Tapi lho, kok, sopirnya juga gak ada? Angkotnya jalan sendiri??

    “ANGKOT HANTUU!!” KABURRRRRR!!!

    Gak sakit, tapi, Takut!!

    Skip.



TURUN YANG LEBIH DARI TUJUAN


    Suka ada sopir angkot yang budek atau mungkin pura-pura gak dengar penumpangnya. Ketika tujuan sudah dekat dan saya sudah berancang-ancang untuk memberhentikan angkot. 5 meter lagi saya harus turun saya pun teriak, “KIRI!”

    Angkot masih melaju kencang. “KIRI, BANG!! BANG BERHENTI BANG!! BAAANG!! UDAH LEWAT BANG!!”

    Angkotnya gak mau berhenti. Saya teriak pakai TOA, “KIRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!! BANG BERHENTIIIIIIIIII!!! TIDAAAAAAKKK!!!!!!!!”

    Sampai-sampai penumpang lain pun ikut teriak membantu saya untuk memperingatkan Bang Sopir agar berhenti, tapi gak mau berhenti. Ada salah satu penumpang yang teriak, “Supirnya ternyata Pak Haji Bolot!”

    Oh pantesan, di sebelah saya ada cewek kuliahan cantik, saya minta tolong aja, “Kak boleh tolong berhentiin angkotnya gak?”

    “Kiri.” Gitu doang.

    Angkot berhenti. Saya menghela napas, lega rasanya bisa turun. Tapi kok ada tulisan gede banget, STADION GELORA 10 NOVEMBER. Ya Tuhan saya ada di Surabaya!! Gimana pulangnya??

    Sakit.



SALAH MASUK ANGKOT


    Saya belum pernah sih salah masuk angkot. Yang pernah sih salah masuk jurusan, di sekolah gak jago menghitung, tapi masuk jurusan IPA.
   
    Sakit.

    Fyi, Lebih sakit ketika hasil ulangan eksak dibagikan.



BELUM SAMPAI TUJUAN, SUDAH DISURUH TURUN


    Saya naik angkot lalu beberapa menit kemudian ketika saya sudah enak banget posisi duduknya karena duduk di depan, Bang Sopir memberhentikan angkotnya, lalu bilang, “Maaf banget ya dek, harus turun disini, mau putar balik. Gak apa-apa gak bayar juga, naik aja angkot yang lain ya.”

    “Oh iya, tapi, emangnya kenapa Bang?”

    “Itu ada razia..” kata Bang Sopir angkotnya, “..razia orang jelek.”

    “Abang takut kena?”

    “Enggak, kamu yang kena.”

    “Waduh!” Saya kaget. “Saya boleh ikut putar balik, Bang?”

    “Enggak.. enggak.. turun! Turun!”

    Saya banting pintu angkotnya. Sakit tau!

    Sebenarnya, pintu angkotnya yang sakit.


                              (9-_-)9

Di belakang layar..

    Sampai disini dulu ya. Orang jelek pamit undur diri.

    Ada yang mau nambahin?