pauji's blog

menuju kekerenan yang haqiqi

Monday, December 21, 2015

Mengupas Esensi Game of Thrones..

Untuk blog.

    Beuh, berasa lega banget udah tamatin season ke-2 Game Of Thrones. 3 kata untuk Game of Thrones: Sadis! Keren! Gokil! Game of Thrones adalah TV seri yang ceritanya penuh intrik dan banyak hal yang dapat dipelajari. Eh, tapi mungkin disini ada yang belum tahu Game of Thrones? Kenalan dulu, yuk.




APA SIH GAME OF THRONES?


    Game of Thrones itu serial televisi atau biasa kaula muda zaman sekarang menyebutnya TV series, kayak sinetron gitulah, yang ditayangin oleh saluran tv berbayar HBO (Home Box Office).

    Tapi saya gak nonton dari HBO-nya, dapat dari teman namanya Ray 'Manajer' Irawan. Terilhami dan dapat hidayah untuk nonton setelah baca postingan kak Doni Dijeh Theory yang judulnya Game of Thrones dan One-Punch-Man. Sebenarnya, Game of Thrones udah sampai season 5 dan season 1 tayang 2011. Ketinggalan zaman banget, emang. Baca berita, April 2016 nanti season ke-6-nya bakal rilis. Tapi, saya baru nonton sampai season 2. Istirahat dulu, sekaligus mau cerita-cerita tentang Game of Thrones, soalnya pengin banget bikin postingan tentang ini.

    Untuk sinopsis baca dulu dari wikipedia: Game of Thrones.

    Kalau belum paham, saya jelaskan.

    Jadi, Game of Thrones itu intinya kayak permainan. Dari judulnya aja ada kata 'Game'-nya. Permainannya itu memperebutkan tahta. Tahtanya itu bernama Iron Throne. Sebenarnya Iron Throne itu cuma kursi yang terbuat dari besi. Iya, kursi. Tapi, bukan sembarang kursi. Yang duduk disitu bakal punya tahta paling tinggi, yaitu jadi raja dari benua Westeros dan Essos, benua di Game of Thrones. Raja tersebut memerintah 7 kerajaan besar. Gile..




If you play the Game of Thrones, you win, or you die. There’s no middle ground. –Cersei


FANTASI DAN KERAJAAN..


    Di Game of Thrones itu punya dunia sendiri, bahkan ada petanya. Tapi tahta yang diperebutkan cuma Iron Throne. Paling prestisius, letaknya di ibukota benua Westeros yaitu kota King's Landing. Kayak di film fantasi lain kayak Harry Potter dan The Lord of The Rings. Intinya kita menjelajah dunia yang baru. Kita diajak mengkhayal dan pergi ke dunia yang jauh berbeda dengan dunia kita. Di dunia itu ada 7 kerajaan besar yang bakal memperebutkan kursi Iron Throne. Namun, dari 7 kerajaan besar itu bakal pecah lagi berdasarkan House Family atau keluarga kerajaan. Gimana, kayaknya seru banget, kan?





    Nonton Game of Thrones itu diajak ke zaman dulu yang masih berupa kerajaan, mirip kerajaan Eropa, tepatnya Inggris dan Irlandia. Kastil-kastil. Dan ngomongnya pun bahasa inggris dengan British accent yang berasa berat gitu kalau didengar tapi gemesin. Tapi ada juga kastil-kastil yang bergaya Timur Tengah dan Afrika. Tergantung kerajaannya.


DUNIA ITU PANGGUNG SANDIWARA..


    Mari kita kupas amanat dan esensi dari Game of Thrones. Buanyak! Dan inti dari serial televisi ini itu berkaitan dengan dengan harta, tahta, dan wanita. Kita dapat melihat berbagai sudut pandang. Antar tokoh itu saling berbeda pandangan. Bahkan, setiap tokoh punya latar belakang dan kepentingan berbeda. Ada yang cuma cari aman, ada yang ambisius untuk meraih Iron Throne, bahkan ada yang melayani namun bertekad balas dendam.

    Lain di mulut lain di hati, cuy. Ke orang A, ngomongnya gini, ke orang B, ngomongnya gitu. Gak jarang, berbagai pengkhianatan terjadi. Banyak orang-orang yang baik tertipu. Banyak yang menjadi korban akibat pengkhianatan itu. Ada yang mati, dibunuh. Ada yang turun tahta. Ada yang disiksa, dikurung, dijadikan budak. Pokoknya banyak banget kejutan yang ada di Game of Thrones.


Don’t trust anybody. –Shae


The worst ones always live. –Sansa


DARAH DAN PEDANG..


    Zaman kerajaan identik dengan perang untuk kekuasaan. Perang identik dengan berbagai macam pembunuhan. Wah, di Game of Thrones, banyak banget pembunuhan, dilihatin secara eksplisit, cuy. Dari mulai penggal kepala, cabut usus, badan terbelah di langit Westeros. Pokoknya darah dimana-mana. Jadi, yang phobia darah kalau mau nonton harus hilangin dulu phobia darahnya, ya.

    Dan kamu gak bakal nemu pistol, di Game of Thrones masih zaman kejayaannya pedang dan anak panah. Orang yang punya tahta dan ksatria punya pedang. Bahkan, anaknya Ned Stark si Arya, yang cewek tapi mirip laki-laki, masih remaja, dikasih pedang sama kakaknya. Pedangnya dinamain needle (jarum). Kata kakaknya, “Pedang yang legendaris pasti punya nama.”

    Arya jawab, “Pedang ini saya namai.. jarum.”

    Sedikit menggelikan, ya, pedang dinamai jarum.



KELUARGA BESAR DAN KEHIDUPAN SOSIAL..


    Banyak banget orang-orang yang beruntung. Mereka dilahirkan di keluarga kerajaan dan punya orang tua terhormat. Orang tuanya terkenal dimana-mana. Kayak Keluarga Lannisters yang terkenal kaya dan selalu bayar hutangnya. Terus dari keluarga Targaryen yang dulunya punya raja yang disebut Mad King.


Lannisters always pay his debts. –Tyrion Lannisters

    Tapi ada juga orang-orang yang biasa aja dan orang tuanya gak terkenal, tapi jadi hebat. Gimana cari duit dulu, terus meraih banyak simpati dan empati sehingga banyak pasukannya. Kadang, ada orang yang punya orang tua terkenal jadi sombong dan akhirnya jatuh. Terus akhirnya insyaf.

    Intinya sih, sukses gak datang semalam. Dan kamu gak bisa sukses tanpa bantuan orang lain, kamu harus cari pasukan dulu, koalisi dengan kerajaan lain untuk Iron Throne, dan jangan sungkan minta bantuan sama orang lain. Jangan gengsi. Saya jadi ingat kata Ridwan Kamil, “Kalau mau merubah dunia jangan merubah dunia sendirian, ajak yang lainnya juga.”



No one can survive in this world without help. No one. Let me help you, please. –Jorah Mormont


TAHTA BUKAN SEGALANYA..


    Tapi ada kalanya, ketika kamu sudah jadi raja, gak ada orang yang mau nurut sama kamu. Ketika kamu sudah jadi komandan, gak ada yang menuruti perintah kamu.

    They’re not gonna respect you until you prove your self. –Dogmer


    Tahta bukan segalanya, cuy. Yang terpenting adalah ketika kamu berhasil membuat orang-orang ingin kamu jadi pemimpin karena sifat-sifat kamu yang baik, bukan karena cara curang dengan membunuh orang, membunuh teman, bersaing dengan cara kotor.

     Dan diperlihatkan, ketika punya tahta, banyak orang yang berbuat sewenang-wenang. Masya Allah, bikin ngelus dada. Banyak yang seenaknya ngebunuh karena takut tahtanya terancam, bahkan orang yang gak bersalah pun dibunuh. Astagfirullah. Kalau punya tahta jangan kayak gitu ya, guys. Harus bijak. Soalnya tahta itu bakal dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat.



DON'T GIVE UP..


    Walaupun sulit untuk duduk di kursi Iron Throne, banyak banget yang gak menyerah. Walaupun sudah kehilangan pasukan. Banyak yang berkhianat, sampe kesepian karena ngerasa gak ada yang suka sama dirinya, juga dikurung dipenjara, dan disiksa. Pokoknya, harus kuat. Kesatria haruslah bermental baja. Saya ngerasa risih banget sama ksatria atau raja yang suka kabur waktu perang. Cemen banget.

    Ketika berada di pangkal keputusasaan, pasti ngerasa juga musuh kita itu kuat banget. Impossible to defeat. Hey, di Game of Thrones diingatkan; semua orang punya kekurangan dan kelemahan. Gak ada yang sempurna. Bahkan rokok sekalipun gak sempurna, tapi sampoerna.


Anyone can be killed. –Arya
He’s a dangerous man. But everyone has their weaknesses. –Varys


JANGAN LIHAT BAIK ATAU JAHAT..


    Dan juga di Game of Thrones kamu jangan langsung menghakimi seseorang baik atau jahat. Ingat, politik! Suatu saat lawan jadi kawan, dan kawan berubah jadi lawan. Ada kalanya suatu tokoh baik, tapi tiba-tiba jadi jahat. Gile. Anjirr, banget kan?

    Usahakan bersikap netral terhadap para tokoh. Dan juga penting banget, untuk yang belajar sejarah di sekolah.. jangan suka menghakimi suatu orang jahat atau baik. Seperti contoh kasus G30SPKI, jangan langsung menjudge bahwa PKI dalangnya. PKI itu jahat. Bahkan membenci ideologi komunis. Netral, dan kritis, okey?


Look around you. We’re all liars here. –Baelish.


TOKOH FAVORIT..


    Di Game of Thrones, tokoh wanita banyak banget dieksplorasi. Kalau kamu mikir dieksplorasinya negatif, kamu benar. hehe. Soalnya banyak banget tokoh wanitanya di Game of Thrones, sampai-sampai bingung mau pilih yang mana? Berbagai sudut pandang dan keresahannya. Tapi izinkan saya untuk berbagi, ini adalah tokoh wanita favorit saya:


Arya Stark



    Dan satu lagi, ini paling saya suka di Game of Thrones. Yang ini bukan cewek. Paling bikin saya empati. Saya ngerasain apa yang dirasakan dia, keresahannya. Dan juga gerak-geriknya, tingkah lakunya itu ajaib.

    Dia adalah Tyrion Lannister.





    Sering disebut dwarf, halfman, atau boncel, sama musuhnya, temannya, bahkan pasukannya. Dia juga gak bisa berantem. Kalau perang suka pingsan. Bahkan pernah dia sudah gagahnya pakai baju perang, sudah teriak semangat, eh, malah keinjek-injek sama pasukannya. Tapi dia itu termasuk beruntung. Ada aja yang nolongin. Dia juga cerdas. Suka baca buku. Pernah debat tentang buku sama Jon Snow. Sebelum memimpin perang pun dia baca buku sejarah dulu untuk menyusun strategi. Gak heran, wawasannya luas. Dan juga sangat menghormati wanita. Serius tapi kadang suka bikin lelucon.


I’m a monster as well as a dwarf. –Tyrion Lannisters 


Don’t fight for your King and don’t fight for his kingdoms! Don’t fight for honor! Don’t fight for glory! Don’t fight for riches, because you won’t get any! This is your city Stannis means to sack! That’s your gate he’s ramming! If he gets in, it will be your houses he burns, your gold he steals, your women he will rape. Those are brave men knocking at our door. Let’s go kill them! –Tyrion Lannisters


BACA!


    Terakhir, kamu harus bisa baca! Iya, bisa baca. Di film ini juga di angkat pesan yang tersirat. Kalau kamu pengin punya tahta, harus bisa baca. Orang-orang yang terkenal dan punya tahta di Game of Thrones bisa baca semua. Bahkan ketika kamu gak bisa perang, kamu bisa baca, kayak Tyrion Lannisters, wawasan jadi luas dan jadi cerdas. Gak heran para buruh, pesuruh, pelayan, pembuat senjata, itu gak bisa baca. Cuma orang-orang tertentu aja yang bisa baca. Dan dengan membaca itu bisa keren. Kayak Sam, dia mungkin gendut, aneh, dan berantem pun kalah melulu. Tapi urusan sejarah di Westeros, segalanya dia tahu. Keren!


Well, I read it in a book. –Sam

    Satu kutipan lagi untuk menutup postingan ini.

    Ketika menikah, keren sekali, kalimatnya kayak begini.


Father, smith, warrior, mother, maiden, crone, strangers. I’m hers and she is mine. From this day until the end of my days.

    Selamat menonton Game of Thrones, pembaca setia.


(9-,-)9

google.com
wikipedia.com
fansided.com
gameofthrones.wikia.com

9 comments:

  1. Udah kesel belum ama King Joefrey?

    Setuju banget deh, di film ini engga ada tokoh yang baik banget atau jahat banget, semuanya sama. Punya sifat baik dan sifat buruknya masing-masing. Keren lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar-benar kesal dari awal, Bang Dijeh. Memuncak pas menjelang akhir season 1. Kesel setengah mati!

      Yes. Bang Dijeh selalu satu pemikiran nih!

      Delete
  2. Baca dari ulasannya, kayaknya nih film gak ada greget-gregetnya
    Tapi bisa jadi seru juga nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, salah besar. Game of Thrones ini justru greget banget. Pembunuhannya dilihatin secara eksplisit. Beuh. Politiknya apalagi. Pengkhianatannya sungguh di luar dugaan. Saya sebelum nonton ini juga, wah, kayaknya biasa aja. Pas sudah nonton.. beuh, baru kerasa tuh. Kadang nyesek. Deg-deg-an. Dan macam-macam, deh.

      Delete
  3. Coba kalau ada gamenya kayak warcraft apa gimana gitu... pasti lebih keren...
    hehehe :))

    coba download ah walaupun mulai dari seri pertama...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata Ray ada gamenya tuh, searching aja di google. Oke, selamat menonton Bang Wahyu. Rasakan sensasinya..

      Delete
  4. Haha langsung aja liat filmnya guys, pokoknya keren daah, kesel, seneng, kaget, sedih semuanya campur aduk. Apa lagi di akhir season 3 dengan 5. Kalau untuk gamenya udah ada kok, searching aja di google. Semangat yang baru nonton👊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akhirnya Ray main dan komentar di blog si Mamba Hitam ini. Welcome, Ray. Seru banget, bro. Anjir. Sabtu gak ke sekolah geuning, ray? Ray, yang season 5-nya bagi lagi dong, 5 episode lagi kurang... hehehe Mantaplah Game of Thrones, season 3, beuh. Season 4-nya gak kalah seru, tegang, plus deg-degan. Season 5-nya kuraang 5 episode... Hmm..

      Delete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Pembaca setia yang sudah membaca, silahkan berkomentar sebebas mungkin dan seobjektif mungkin. Namun, jangan kasar-kasar soalnya penulis di sini lembut sekali hatinya. Sangat direkomendasikan untuk memberi saran dan kritik, bila mau pujian juga gak apa-apa. Love. You.

Follow by Email