Friday, September 4, 2015

Jika Aku Menjadi... Ketua OSIS..

Untuk Organisasi Siswa Intra Sekolah.. 

    Adik saya yang masih SMP telah menjadi orang yang luar biasa. Retno, atau biasa dipanggil Enok, mencalonkan diri menjadi ketua OSIS di sekolahnya dan telah melaksanakan demo visi-misi. Demo visi-misi itu, semacam kampanye untuk menyebarluaskan tujuannya jika menjadi ketua OSIS. Demo visi-misi biasanya dilakukan di depan khalayak warga sekolah, baik guru, murid, bahkan murid gadungan (fake-student).

    Karena sangat penasaran saya tanya Enok tentang visi-misi yang telah dia demokan. Dia jawab sambil males-malesan, tiduran di kamarnya, “Visi-misinya mmm... gitu.” Dan menguap, mangap, kayak kuda nil.


    “Gitu apaan?”


    “Ya, pokoknya gitu, males ngejelasinnya, panjang.”


    “Pelit.” Dasar anak zaman sekarang, males ngejelasin yang panjang-panjang.


    “Pelit apanya? Enok lagi tidur dibangunin, liat sekarang jam berapa?”


    Ternyata jam 1 pagi dinihari.


    Enok memang suka bikin penasaran, ditanya visi-misi saja oleh kakaknya malah males ngejawab. Tapi, apa ya visi-misi Enok? Saya makin penasaran. Hhmm, kalau dipikir-pikir biasanya kalau membuat visi-misi itu suka googling dari internet sebagai contoh. Biasanya begitu, saya juga kemarin disuruh bikin surat lamaran kerja, nyari contoh di internet. Atau, minta nasihat dari orang yang lebih tahu, senior atau kakak kelas, atau kakak kandung. Tapi, nanya ke kakak kandung? No way buat Enok! 




    Eh, apa jangan-jangan dia bikin visi-misinya yang aneh-aneh. Ambil contoh deh satu kebiasaannya di rumah, suka nyanyi-nyanyi lagu One Direction. Alarm bangun tidur saja lagunya One Direction. Sendal jepitnya ada tulisan Harry Styles, nama salah satu personil One Direction. Wallpaper hape-nya pun foto personil One Direction. Oh-my-God! Bisa aja dia memasukkan faham One Direction ke dalam visi-misinya. 




    Visi Enok menjadi ketua OSIS: Ingin seluruh warga sekolah menjadi directioner atau penggemar One Direction.


Misi Enok menjadi ketua OSIS: Setiap upacara, lagu Indonesia Raya diganti dengan lagu What Makes You Beautiful. Setiap murid laki-laki harus mirip salah satu personil One Direction, yang gak mirip harus operasi plastik, gak boleh pake topeng. Setiap guru atau siswa harus hapal minimal satu album dari lagu-lagu One Direction, yang hapal dua album dikasih penghargaan. Jangan ada yang mengejek One Direction, kalo ada, penembak jitu (sniper) yang berjaga di setiap penjuru sekolah akan langsung menembaknya di tempat dia melakukan pengejekkan. Setiap pelajaran harus memasukkan unsur One Direction, walaupun pelajaran sekelas matematika, harus, pokoknya harus ada unsur One Directionnya! Kalo jajan di kantin harus makanan favorit personil One Direction, gak boleh jajan sembarangan, kalo mau beli gado-gado atau seblak, pastikan personil One Direction suka juga.


    Bisa saja visi-misi Enok begitu, kan? Kalau dia terpilih, beuh, pasti makmur sekolahnya! Huehehehe..
 

    Walaupun nyebelin di rumah, Enok ini aktif di sekolahnya. Jadi OSIS sejak usia dini (maksudnya dari kelas 7, pas awal masuk SMP), makin nyebelin pas dia mencalonkan diri jadi ketua OSIS. Ibu dan Bapak membanggakan dia, menyebut-nyebut Enok mempunyai jiwa kepemimpinan yang bagus. Membanding-bandingkan dengan kakaknya. “Tuh, Aa, si Enok jadi ketua OSIS, kamu kapan punya pacar?” kata Ibu kepada saya.
 

    Sebenarnya, menjadi ketua OSIS adalah salah satu impian besar seorang Fauzy Husni Mubarok. Sewaktu MTs, saya pengin banget jadi ketua OSIS. Gara-gara ulah sinetron yang menayangkan peran tokoh utama yang menjadi ketua OSIS. Di sinetronnya diperlihatkan bagaimana ketua OSIS adalah orang yang keren, ganteng, pintar berbicara, populer di sekolah, dan.. digandrungi oleh wanita-wanita cantik. Asyik banget jadi ketua OSIS, saya harus bisa jadi ketua OSIS, nih.
 

    Tapi, saking polosnya dan gak tahu seluk-beluk untuk menjadi ketua OSIS, saya mikirnya jadi ketua OSIS itu gak perlu ikut OSIS. Ditunjuk aja gitu dari organisasi apapun, walaupun gak ikut OSIS pasti bisa jadi ketua OSIS. Eh, ternyata, harus ikut OSIS. Saya enggak jadi deh ketua OSIS. Di tahun kedua MTs, kelas 8, saya baru ikut OSIS. Boro-boro dijadikan ketua OSIS. Untuk bakal calon saja saya gak lolos seleksi. Soalnya, syarat minimal untuk menjadi calon ketua OSIS adalah mengikuti OSIS dulu di kelas 7. Kampret. Otomatis langsung gagal.
 

    Untuk menjadi bakal calon ketua OSIS susahnya minta ampun. Bakal calon? Calon pun belum, sudah gagal. Kayaknya saya gak ada takdir untuk menjadi ketua OSIS. Dan adik saya, Enok, berhasil mewakili impian kakaknya. Walaupun masih calon, tapi saya sudah bangga. Teruskan perjuanganmu adikku. Kita bisa menguasai dunia!! Ha ha ha!!

    Di SMA, minat untuk menjadi ketua OSIS hilang setelah tidak tayang lagi sinetron yang membuat saya termotivasi itu.


    Namun, jikalau tiba-tiba saya disuruh demo visi-misi untuk menjadi ketua OSIS. Saya sudah siap. Visi-misinya sudah tulis. Ini dia..


    Visi saya: Ingin berbakti kepada kedua orang tua.


    Misi saya:


    Ingin punya pacar.


    Ingin nilai pelajaran eksak bagus, minimal gak remidial, deh.


    Ingin Liverpool FC juara Liga Inggris.
   
    Gak muluk-muluk ingin memajukan sekolah, atau ingin memperbaiki moral warga sekolah, segitu saja cukup buat saya. Tujuan ketua OSIS yang sangat mulia sekali, kan? 


(9-,-)9 


    Jadi, bagaimana kalo kamu jadi ketua OSIS? Apa visi-misi kamu?


1 comment:

  1. Sering dipaksa-paksa jadi ketua, sejak dari SD sampe mahasiswa, tapi males nggak mau.

    ReplyDelete

Pembaca setia yang sudah membaca, silahkan berkomentar sebebas mungkin dan seobjektif mungkin. Namun, jangan kasar-kasar soalnya penulis di sini lembut sekali hatinya. Sangat direkomendasikan untuk memberi saran dan kritik, bila mau pujian juga gak apa-apa. Love. You.