Sunday, June 28, 2015

TEMPAT YANG PAS UNTUK MENABUNG

Kalau mau menabung dimana?

Seringkali kita mendapatkan pertanyaan itu dari orang sekitar kita yang lagi bingung untuk menabung. Ngakunya sih pengin nabung, tapi bingung mau menyimpan uang mereka dimana. Daripada bingung dan nantinya keinginan untuk menabung itu luntur, saya mau memberi tahu dimana saja kita bisa menabung, dan saya yakin tempat-tempat yang saya kasih tahu bisa kamu pakai untuk menabung dan bisa kamu kasih tahu ke teman kamu yang masih bingung untuk menabung dimana. Check this out!


BANK





Sudah bukan rahasia lagi jika bank adalah salah satu tempat terfavorit untuk menyimpan tabungan. Bank adalah tempat yang aman untuk menabung. Bank juga sudah banyak sekali di Indonesia, kamu tinggal pilih yang kamu sukai. Menabung di bank juga bisa mendapat kartu ATM untuk mempermudah jikalau kita memperlukan uang tabungan kita. Bukan hanya kartu ATM, kini juga ada e-banking, untuk mempercepat berbagai pembayaran; pulsa listrik, belanja, dll, ketika kita tidak membawa uang cash, tentunya memakai uang tabungan kita, tidak memakai uang tabungan mantan kita.

Menabung di bank juga bisa mendapatkan hadiah, jika kamu sudah lama menabung di bank tersebut. Kesetiaan akan berbuah manis. Namun tentunya keberuntungan juga diperlukan untuk mendapatkan hadiah, karena yang sudah lama menabung di bank tersebut bukan cuma kamu, orang lain juga, bahkan.. mantan kamu. Satu lagi, menabung di bank juga bisa mempercepat mendapatkan jodoh. Jika kamu rajin pergi ke bank dan bertemu dengan teller bank yang cantik, kamu bisa dekati tellernya. Tanyakan nomor handphone, kontak Whatsapp, dan pin BB-nya dengan alasan pelayanan dengan modus kamu belum mengerti soal menabung di bank. Kalau sudah dapat, tanyakan cara menabung di bank kepada teller tadi sekaligus menanyakan kehidupan pribadi tellernya. Sambil menyelam minum susu vanilla.


TEMPAT KAMU MELAKUKAN KEGIATAN




Jika kamu seorang pelajar dan kamu berkegiatan di sekolah, kamu bisa menabung di sekolah. Jika kamu seorang pekerja kantoran dan kamu berkegiatan di kantor, kamu bisa menabung di kantor. Jika kamu seorang jomblo dan kamu tidak punya kegiatan, pergi ke luar rumah dan cari kegiatan supaya kamu bisa mendapatkan tempat untuk menabung!

Terkadang, tempat-tempat kamu untuk berkegiatan sadar akan kebutuhan orang-orang dan menyediakan pelayanan menabung. Di sekolah misalnya, guru kamu atau koperasi sekolah mengadakan tabungan untuk siswanya yang ingin menabung.  Gak perlu cemas uang tabungan akan hilang karena yang menyimpannya adalah orang yang kita temui tiap hari karena kita berkegiatan di situ. Kita juga bisa menabung di organisasi yang kita ikuti seperti: tabungan OSIS, tabungan ekskul basket, tabungan ekskul seni, atau komunitas yang kita ikuti seperti: tabungan komunitas Pecinta Alam, tabungan komunitas Pecinta Bola, dan tabungan komunitas Pecinta Pacar Orang. Pokoknya, asalkan ada inisiatif untuk menabung, pasti ada tempat untuk menabung. Selain kamu bisa menyalurkan hobi dan berkegiatan, kamu juga bisa menambah pundi-pundi uang kamu dengan menabung.


ORANG YANG KAMU PERCAYAI




Kamu pasti punya orang yang kamu percayai. Orang yang sudah dekat dengan kamu selama kamu hidup di dunia untuk waktu yang cukup lama. Kamu sudah kenal seluk beluk kehidupannya, masa lalunya, dan kebiasaan buruknya. Orang yang kamu percayai bisa teman, keluarga, sahabat, bahkan pasangan. Ini bisa jadi tempat kamu untuk menyalurkan keinginan kamu untuk menabung.

Tak perlu takut uang tabungan kamu hilang karena mereka juga takut kebiasaan buruknya terbongkar karena kamu sudah tahu kebiasaan buruknya, dan orang yang kamu percayai bakal takut untuk memakai uang kamu itu. Jika mereka memakai uang kamu tanpa izin, kamu tinggal bocorkan ke dunia kebiasaan buruknya. Tapi masa kamu tega membiarkan orang yang kamu percayai itu menderita. Jika mereka sedang membutuhkan uang, kamu bisa kasih pinjam mereka. Dan juga sisihkan sedikit upah karena mereka telah memberikan jasanya untuk menyimpan uang kamu. Iya, tabungan kalau disimpan sendiri nanti lama-lama akan habis. Sebaiknya, disimpan di orang lain, supaya ada rasa malu untuk mengambilnya ketika kita tidak butuh-butuh amat.
 

Dalam hal ini memang harus benar-benar orang yang kamu percaya dan kamu sudah kenal orangnya. Jangan tiba-tiba kamu memberi uang tabungan kamu kepada gadis cantik yang kamu temui di mall. Mentang-mentang naksir, kamu jadi buta dan bodoh. Seperti kata Bang Napi, “Waspadalah!”

CELENGAN




Barang yang satu ini tidak dapat dilupakan dari dunia penyimpanan uang tabungan. Memang, barangnya sederhana, hanya wadah kecil tertutup dan diberi lubang untuk memasukkan uang. Namun efektif bagi kamu yang ingin menyimpan uang tabungan di rumah. Kalau kamu orangnya masih belum berani menitipkan uang di bank, tempat kamu berkegiatan, atau orang lain, kamu bisa menjadikan celengan sebagai alternatif.

Kamu tinggal beli celengan ke warung terdekat atau pasar untuk membeli celengan yang harganya sangat murah sekali, kisaran 1000 untuk ukuran kecil sampai 10.000 untuk ukuran besar. Ada juga yang sampai 30.000 rupiah, itu yang terbuat dari besi dan ada gemboknya. Kalau bisa, pakai celengan yang bentuknya ayam jago dan terbuat dari tanah liat. Mitosnya, celengan ayam bisa membuat celengan itu cepat penuh karena kamu rajin mengisi celengannya karena mencontoh ayam. Ayam itu rajin, pagi-pagi sudah cari rezeki.

Peringatan! Kamu bisa pakai celengan yang bentuknya ayam dan dari tanah liat, jangan memakai ayam betulan untuk celengan. Bisa-bisa uang tabungan kamu dipatok ayam, yang lebih bahaya nanti tangan kamu yang dipatok.


***


TEMPAT YANG HARUS KAMU HINDARI UNTUK MENYIMPAN TABUNGAN


Sedikit bocoran saja dan agar kamu lebih berhati-hati, karena setiap manusia bisa saja khilaf. Hindari tempat-tempat berikut untuk menyimpan uang tabungan kamu: mall, restoran, warung, WC umum, pasar, pacar yang boros, teman yang suka berhutang, pedagang kaki lima, dan mantan.

Jika kamu menabung di tempat yang saya sebutkan tadi, uang tabungan kamu gak bakalan bisa diambil lagi.

***

Bagaimana? Sudah ada gambaran ingin menyimpan uang-uang kamu dimana? Sekarang tidak usah bingung lagi, kalian bisa juga menyimpan tabungan via Cermati, produk tabungannya banyak sekali, pilih saja sesuai kebutuhan kamu. Untuk lebih jelasnya kunjungi website resminya Cermati.com. Tuh, asalkan ada keinginan untuk menabung, pasti ada tempat untuk menabung. Ya, dari dulu juga sudah ada tempatnya, keinginannya yang belum ada, ya kan? Bagi teman-teman yang belum punya keinginan menabung, ayo punya keinginan menabung! Menabung itu baik untuk kesehatan. Kesehatan dompet kita!



Seperti tagline Cermati, MARI KITA JADIKAN ORANG INDONESIA CERMAT BERFINANSIAL!

Sekian dari saya, semoga bermanfaat. 


***

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati





Thursday, June 18, 2015

MUNGGAH..

Untuk menyambut bulan suci Ramadhan tahun .......  Hijriah. Mmm, berapa hijriah ya, lupa.. Sebentar, gue liat dulu kalender. Kok kalendernya kagak ada ya?!

    Sambil nunggu gue nyari kalender, baca cerita gue dulu aja, ya. Wuokeh..

Sumber Foto


    Satu hari sebelum puasa, Ibu gue benar-benar sibuk. Dari pagi kerja melulu. Pertama, nyuci baju segala macem. Sarung gue, sajadah gue, dan baju koko gue. Ketiga barang itu sudah buluk semua karena jarang dipakai…. ke diskotek. Kaos kutang gue dan kancut gue gak mau kalah ikutan dicuci. Mungkin ini yang dimaksud dengan, “Bulan suci jangan luarnya aja yang bersih, tapi dalamnya juga.” Gue termasuk udah dua-duanya.. karena pakaian dalam gue juga sudah dicuci. Dicucinya sama Ibu lagi, makin kinclong deh gue.

    Itu baru pagi-pagi, Ibu langsung aja melanjutkan pekerjaannya yaitu memasak. Masaknya ikan mujaer yang baru dikasih Mang Dedi. Langsung aja digoreng. Udah gitu nyuruh gue marut kelapa buat bikin rendang. Eh, gue baru tahu kalau bikin rendang itu pakai kelapa juga. Perasaan gak ada rasa kelapanya, deh. Suer deh, kalau ada kelapanya tubuh gue langsung merespons dengan gatal-gatal di bagian lubang anus, disebabkan oleh cacing kremi. Iya, Gue alergi kelapa. Kalau makan rendang, gue gak pernah gatal-gatal. Mungkin, karena rendang itu enak, apalagi di dunia katanya rendang itu makanan yang paling enak, cacing kreminya jadi ikut menikmati.


Tahan, magrib masih lama... :)

    Sehari sebelum puasa, gue puas-puasin makan makanan bergizi, contohnya ikan mujaer yang baru digoreng tadi. Beuh, super lezat, krispi-krispi krenyes-krenyes. Sorenya dilanjut makan rendang daging sapi. Dan puncaknya ketika sahur, gak ada makanan sama sekali.

    Munggah.

    “Munggah apaan sih, Bu?” tanya gue ke Ibu ketika makan sore yang mantap bersama rendang daging sapi yang gue masih agak bingung dimana rasa kelapanya. Gue juga masih bingung apa arti munggah. Di daerah gue ada yang disebut paket.. itu.. beli barang, bayarnya nyicil dari bulan puasa tahun lalu. Di menu paketnya ada menu daging; dagingnya terbagi ke dalam dua bagian. Misalnya, daging ayam.. ada daging ayam munggah dan daging ayam lebaran. Apakah daging ayamnya ketika lebaran jadi lebih empuk atau menyembelih dirinya sendiri, semata-mata membahagiakan orang-orang di sekitarnya.

    Ibu terlihat berpikir, “Ya, sehari sebelum bulan puasa itu namanya Munggah. Bahasa Sunda, itu.”

    Oh, gue mengerti, “Terus kenapa tadi Aa liat pas ke rumah Emak (nenek), Abah (kakek gue) nyeduhin berbagai macam minuman di meja makan? Ada kopi hitam, teh tanpa gula, teh di kasih gula, teh tanpa teh dan gula alias air putih biasa. Itu kenapa sih? Emang sudah tradisi, Bu?”

    “Katanya sih buat menyambut Wanga tua.” Selesai menjawab, Ibu menyeruput air minum di depannya.

    Wanga tua? Gue dengernya malah bangau tua. Bangau yang pernah muda. Gue bertanya lagi ke Ibu apa itu Wanga tua. Dan Ibu menjawab lagi, “Wanga tua itu roh keluarga yang sudah mati. Macam buyut kamu, kakek kamu atau nenek kamu yang sudah meninggal. Katanya, di hari munggah ini mereka datang ke rumahnya. Makanya kalau tamu kan suka disuguhin tuh, jadinya abah kamu nyeduh berbagai macam minuman, untuk membahagiakan mereka.” Ibu membetulkan posisi duduknya dan menatap gue dengan bulat, sebulat kasih Ibu. Beliau melanjutkan dengan jelas, “Setan yang katanya di bulan Ramadhan diikat sama Allah. Nah, roh orang mati katanya dilepaskan. Siksa kubur diberhentikan di bulan puasa. Makanya ada yang datang ke rumah-rumah. Kasihan mereka. Mungkin, ada yang terus disiksa di kuburnya jadi pas datang ke rumah bisa minum. Di kuburan gak ada minuman yang enak, kalau lagi disiksa.”

    Mendadak bulukuduk gue merinding, diiringi mata melotot. Respons gue pelan, “Kok serem, Bu? Itu cuma mitos, kan?”

    “Yaiyalah! Gitu aja percaya. Hahahahahaha…”

    Merasa dipermainkan, gue tersenyum ketus. Tahu aja kalau gue orangnya penakut.
 

                                                            (9-_-)9

    Gue juga ikutan sholat taraweh. Di desa Ciomas sering disebut juga tarawehan, mungkin di desa kalian yang baca juga. Sebenarnya gue males tarawehan, apalagi mushola suka penuh di hari pertama tarawehan gini. Mending gue shalat tarawehnya di hari terakhir, biar sepi. Biar pas lagi salam, salamnya disengaja ngelirik ke belakang.. eh, gak ada orang. Yaiyalah, orang tarawehannya cuma gue sama imamnya, berdua. Gue suka gak khusyuk gitu kalau lagi tarawehan, apalagi suka banyak anak-anak kecil yang belum akil baligh ikut-ikutan ngisi shaf depan. Mereka pakai baju bola lagi! Ini mau tarawehan apa mau jadi suporter!? Gue yang di belakang mereka lagi sholat kan suka, hhmmzzz.. Ronaldo nomor 7 Real Madrit. Bagusan Suarez Barca nomor 9. Baju bolanya KW nih..

    Ada juga yang pakai baju bobotoh Persib. Di punggungnya ada puisi:


‘Kami adalah satu. Kami takkan terpecah. Kami adalah saudara. Salam satu hati. Bobotoh Persib dimanapun berada selalu dukung Persib. Persib sampai mati.’ 

    Tuh kan, mending gue gak tarawehan.

    Jadi di hari pertama gue tarawehan, gue berhasil menyerobot ke shaf kedua di depan. Gue sempat putus asa karena pas gue dateng udah seabrek massa yang berkumpul. Yang bikin kesel, shaf paling belakang mushola sudah diisi oleh perempuan, kebanyakan gadis. Ngeselin banget jadi cewek. Padahal, shaf paling belakang kan enak banget,  letaknya di luar mushola, bisa ngadem karena banyak angin malam yang bersemilir.. datang ke rumah palingan minta dikerokkin ke Ibu.

    Tarawehan di shaf yang kedua di depan itu gak enak. Gak bisa istirahat. Mau ngambil cuti.. malu. Masa di depan ngambil cuti?! Apalagi gue shalat diapit oleh dua orang tua. Yang kolot banget, umurnya 70 tahunan lebihlah. Mereka pada semangat banget sholatnya. Gue kan sebagai daun muda gak mau kalah. Gue juga shalat dengan semangat. Pas abis sholatnya kerasa encok. Badan gue pegel-pegel, menandakan asam laktat di tubuh gue bertambah (Anak IPA pasti tahu apa itu asam laktat). Dasar orang yang gak biasa sholat taraweh emang gini?! Emang gak biasa! Setahun sekaleh!!

    Yang bikin ngeselin apa coba. Sekarang, Ustadz Aam, imam tarawehannya, memperlambat kecepatan shalatnya. Dulu, jam setengah 8 sudah selesai, sekarang jam 8 baru selesai. Udah gitu, 20 rakaat lagi. Besok-besok gue mau cari mushola yang 11 rakaat doang, ah. Kalau ada yang 4 rokaat doang boleh deh.

    Seperti biasa. Sehabis tarawehan dan lengkap dengan witirnya, kita sebagai jama’ah tarawehan dipandu untuk berniat puasa. Takut masih pada gak hapal begini nih niatnya.. yok bareng-bareng yok.


    Kami putra dan putri Indonesia bertumpah darah satu, Tanah Indonesia.
    Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
    Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.


    Eh, di mushola tempat gue tarawehan bener gini, lho. Emang, mushola yang nasionalismenya sangat tinggi. Yang bener ah, ayok niat puasa bareng..


    Nawaitu shaumal ghadi. An a da i. Fardu shahri. Romadhona. Adhihisanati. Fardu lillahi ta’ala.
    Niat abdi puasa. Poe isukan. Dina bulan puasa. Fardhu. Ngalakonan parentah alloh ta’ala.


    Shollallahu ala Muhammad.. shollallahu ala wasalim. Salam-salaman.

    Abis tarawehan, tadarusan bareng dulu sama anak-anak pengajian Mushola Raudlatul Mutafakirin. Lumayan, abis tadarus dapat roti jordan rasa coklat. Selesai tadarusan, pulang, alhamdulillah sandal masih ada. Masih ada kenangan bersamanya saja. Hehe.. enggak dong. Mushola tempat gue tarawehan ini dijamin aman. Sendal dijamin gak bakal hilang. Yaiyalah, karena sendal yang dipakai emang sendal warung semua alias sendal butut. Jadi seragamanlah gitu, gak bagus semua. Gak ada kesenjangan sosial yang terlalu tinggi, makannya tingkat kriminalitas dan kuantitas para nyolongers sendal ini masih rendah dan hampir gak ada. Makanya, tarawehan di tempat gue tarawehan! Mushola Raudlatul Mutafakirin, desa Ciomas. Terutama para cewek atau gadis yang masih berusia 17 tahun, sok lah datang aja, kalian bisa ngisi shaf paling belakang. Gratis, tanpa dipungut biaya. Hati-hati aja nanti ketemu sama Fauzy Husni Mubarok, entar naksir lho.

    Sembari menghitung berapa kali lagi taraweh, gue juga memikirkan kapan lebaran. Masih lama coy?!!

    Gue pulang ke rumah dengan perasaan gak sabaran.


                                                            (9-_-)9

    Kalender udah ketemu! 

    Marhaban Ya Ramadhan, 1436 Hijriah.... hehe.

Wednesday, June 17, 2015

Tempat Servis Laptop, Tempat yang Ajaib..

Untuk blog yang jarang diurus.

    Gue gak mau menitikberatkan pada alasan kenapa jarang ngeblog lagi. Sekilas saja, gue jarang ngeblog karena modem gue rusak. Udah.


    Yang membuat kampret adalah di sebuah sore yang bersemangat. Seorang anak kelas 11 SMA yang baru saja menyelesaikan semua beban hidupnya yaitu remidial bernama Fauzy Husni Mubarok, melepas penat dengan bermain game Call Of Duty: World at War. Gamenya sangat asyik sekali, dua jam gue main game itu sampai terasa dua menit. Padahal game-nya perang, seharusnya gue takut. Ah, gue gak takut, di game ini, kalau gue mati juga bisa hidup lagi. Kalau emang perang betulan, gue sudah kabur. 


    Game ini menjadikan gue seorang tentara. Walaupun secara kenyataan gue gak bakal mungkin masuk tentara atau polisi karena gigi gue yang janggal dan gak rapih, disini gue bisa coy. Ya, emang game ini memberikan kesempatan bagi mereka yang hanya punya nyali secuil untuk merasakan atmosfer perang. Latarnya disebuah sebuah pulau di pasifik. Gue jadi tentara Amerika Serikat, musuhnya yaitu para banzhai, tentara Jepang. 




 

    Di suatu misi yang mengharuskan gue mengontrol transmisi radio untuk menjatuhkan roket di markas Jepang, tiba-tiba laptop mati dan gak bisa dinyalain lagi. Eh, kenapa nih, padahal chargernya ngecas. Baterai gak mungkin abis. Ah, menurut gue ini cuma ngehank biasa. Laptop gue suka gitu, bikin males. Apalagi kalau gue lagi bikin postingan, tiba-tiba ngehank. Di layarnya cuma hitam, kadang biru, kadang merah jambu, di langit yang biru. Postingan sudah panjang sekali sampai bisa diserahkan ke penerbit untuk diterbitkan dan jadi best seller lalu laptop ngehank… dan kenyataan mengatakan bahwa postingan itu belum di-save. Zxcvb banget, alias lkjhgf. Kesel lah pokoknya.

    Eh.. tapi beneran laptop gue kayaknya ngehank yang gak biasa. Ngehank biasa, pas dipencet tombol powernya bisa nyala kembali. Tapi ini enggak. Gue sampai mencet berkali-kali masih tetap gak bisa. Gue udah coblos nomor 3, negara ini belum juga makmur. 


    Gue mulai galau.


    Lepo, Laptop Kepo, kenapa engkau rusak menjelang liburan?


    Gue tiduran di kasur, menyalakan hape gue dan browsing.


    Ternyata laptop gue mati total. Di blog yang ngasih tutorial membetulkan laptop mati total adalah dengan cara mencabut baterai dan charger, lalu tekan tombol power minimal 3 menit, kemudian pasang baterai dan charger kembali.. laptop pun nyala.
 

    Ada yang juga yang menyebutkan baterai dan chargernya jangan dicabut, tekan saja tombol powernya selama mungkin. Laptop bisa nyala kembali. Gila!! Tutorial macam apa!! Kalau sampai 2017 gak nyala-nyala, gue gak bisa ikut UN, SNMPTN, SBMPTN!! Gak lulus SMA gue!!

    Dan blog lain ada yang menyebutkan laptopnya jangan dipakai selama 3 hari, laptop pun nyala lagi.


    Gue coba cara pertama. Gue cabut baterai dan chargernya, gue tekan 5 menit tombol power, dan gue pasang lagi seperangkat alat shalat dibayar tunai sah? Sah. Baterai sudah terpasang, charger juga.. laptop nyala kembali? Ternyata tidak. Gue manyun.


    Gue langsung pakai cara ketiga, mendiamkan laptopnya alias gak dipakai sama sekali. Kasihan laptopnya didiemin kayak kambing congek.


    Berhubung mata gue bosen pengin segera mimpi, gue ketiduran sampai pagi. Pagi-pagi sebelum shalat shubuh, laptop gue coba nyalain, masih gak bisa. Kesabaran gue habis. Gue akan bawa laptop ini ke tempat servis. Hahahahahahahahaha! Ketawa jahat.


(9-_-)9

    Sebenarnya gue deg-deg-an untuk membawa Lepo ke tempat servis. Gue takut si Lepo digrepe-grepe sama tukang servis yang nakal. Badan Lepo ditelanjangin, sampai kelihatan kabel-kabelnya. Padahal itu kan aurat bagi kaum Laptop perempuan. Lepo ini perempuan, actually.


    Gue juga melangkah dengan sangat gontai untuk menuju tempat servis yang berada dekat dengan Lapangan Basket Perbasi Kuningan itu, Angsana Computer. Gue takut biaya servisnya mahal, gue gak punya duit banyak. Apalagi jikalau liburan uang jajan diberhentikan total. Orang tua mogok ngasih uang jajan. Mendadak jadi pelit. Gue mau bilang ke Ibu tentang Lepo yang sedang sakit ini, gue takut dimarahin. Nanti gue diceramahin gak bisa merawat laptop dengan baik dan benar sesuai risalah yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Padahal Ibu suka gak tahu benar permasalahannya itu seperti apa, langsung saja suka sotoy mencaci maki diriku yang ganteng ini.


    Yang bikin gue lebih parno adalah takut papan Ibu-nya Lepo ini rusak. (Papan Ibu = Motherboard).


    Papan Ibu itu kan inti dari si Lepo ini. Kalau misalkan rusak dan mau diganti adalah sama saja dengan membeli laptop baru.


    Gue sampai di tempat servisnya, Angsana Computer. Tempat servisnya cukup jauh dari rumah, sama seperti dari rumah ke sekolah. Harus naik angkot dulu 2 kali, lalu jalan kaki sebentar. Gue ke sini pakai seragam sekolah padahal sekolah sudah libur. Mau gimana lagi, cara biar dapat ongkos dari Ibu emang harus begitu. 


    Gue masuk, dan ada seorang Teteh yang cantik dan manis sedang berjaga-jaga, melayani pembeli. Tetehnya pakai kerudung warna hitam –warna kesukaan gue coy, dan senyumnya manis sekali, membuat galau gue akibat Lepo ini lumayan terobati. Mulai sekarang, kita sebut Teteh itu Teh Manis.


    “Mau servis laptop, Teh..” sapa gue sambil tersenyum.


    “Tunggu ya.” Teh Manis juga senyum, sambil masih sibuk melayani seorang pemuda setengah baya yang ingin membeli RAM.


    Gue mengeluarkan Lepo, si Laptop Kepo, dari tas. Membuka layarnya dan mencoba menyalakan kembali. Masih mati total, gak bisa dinyalain.


    Teh Manis sudah selesai melayani pembeli dan beranjak melayani gue. Asyik! Gue girang setengah hati.


    Gue menjelaskan secara mendetail kronologis Lepo bisa rusak dan bagaimana gue mencoba untuk memperbaiki sendiri Lepo yang sakit.


    Teh Manis mengangguk dan menyuruh gue menulis di sebuah kertas, administrasi perbaikan Laptop, “Silahkan ini diisi dulu, soal Laptop nanti kami cek.”


    “Benernya gak lama kan, Teh?” Gue bertanya sambil panik, gue takut lama banget benernya. Apalagi sampai lama, sampai liburan habis. 


    “Ya, kira-kira nanti sampai kami menghubungi kamu lagi.” kata Teh Manis dengan santai.


    “Emangnya Teteh mau menghubungi saya duluan? Biasanya cewek gak mau kalau dihubungi duluan?” tanya saya setengah mencurahkan keresahan yang gue alami selama ini hidup di dunia SMA. Cewek emang gitu, gak mau dihubungi duluan, gak mau disapa duluan, gak mau mulai chat duluan. Sekalinya gue mulai chat duluan, dijawabnya singkat-singkat. Bahkan.. gue udah lulus SMA baru dibales.


    Lalu datang seorang laki-laki berwajah Arab menghampiri kami berdua –gue dan Teteh yang tengah asyik mengobrol. Wajahnya Arabnya ini bikin sejuk melihatnya. Gak ganteng sih, cuma adem aja gitu. Eh, emang sekarang masih pagi, baru juga jam 8. Oh ini mah angin pagi. Lelaki berwajah Arab itu mari kita sebut Lelaki Adem Sari. Lelaki Adem Sari dengan sok asyik dan sok akrab menyapa, “Kenapa nih?”


    “Gak bisa dinyalain katanya.” Jawab Teh Manis dengan cepat.


    “Matot?” Mata Lelaki Adem Sari menatap gue tajam.


    Gue seketika takut, matot apaan matot. Gagal Total? Itu mah gatot. Oh, mati total. Gue mengangguk pelan.


    “Udah dicoba pakai charger?” tanya Lelaki Adem Sari ke gue, dia mulai menginterogasi gue lebih dalam.


    “Udah, matinya juga pakai charger. Tapi sok sekarang dicoba lagi aja, Aa.” Gue pun sibuk mengeluarkan charger laptop dari tas gue dan si Teteh membantu gue, duh senangnya.


    Charger laptop sudah siap dan josss.. gue pasang. Tut!


    Laptop menyala.


    Lho kok?!!


    Gue senyum-senyum sendiri. Kok nyala sih?


    “Tuh nyala..” teriak Lelaki Adem Sari dengan senyum yang garing.


    Biar gak malu, gue sedikit membela diri. “Ih, aneh, di rumah mah gak nyala.”


    “Di rumah kamunya banyak setannya kali.” Lelaki Adem Sari kalau ngomong seenaknya aja, tapi berhasil membuat Teh Manis ketawa-ketiwi. Emangnya rumah gue rumah hantu, yang sebenarnya ditakuti tapi malah dijadikan wahana di banyak taman hiburan.


    Gue gak jawab lagi. 


    Lepo, laptop kepo, kamu aneh! Emang dasar kamu manja banget, harus dibawa ke tempat servis dulu baru mau nyala. Kalau mau nyala kenapa gak dari tadi di rumah aja, hah?!! Gue udah malu tahu, pakai seragam sekolah cuma biar dapat ongkos doang, padahal sekolah sudah libur, jauh-jauh dari Ciomas ke Kuningan hanya untuk membawa kamu Lepo ke tempat servis… Errrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr…. 


    Tapi gak apa-apa sih, lumayan, bisa ketemu Teh Manis yang sedikit bisa mengobati mata yang sudah dipenuhi hal-hal tabu menjadi layak diperbincangkan.


    Atau mungkinkah, tempat servisnya yang punya kekuatan magis? Kekuatan supranatural? Kekuatan Sopo Jarwo?


    Atau Lelaki Adem Sari-lah yang sebenarnya mempunyai keahlian menyervis komputer? Yaiyalah, dia teknisinya!!


Lepo udah sehat lagi, terima kasih Angsana Computer. Ajaib bener dah.. :)


                                                        (9-_-)9

*P. S. Gue ngepost pake modem punya Goyang, nama aslinya Dhika Setiadi Ramadhani. Sekolah di SMKN 5 Kuningan, jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Jago menjadi penjaga gawang kalau bermain bola dan jago memanjat pohon kelapa. Mempunyai hobi yang aneh yaitu Tidur dan Ngelap Kaca. Akun Twitter-nya @Dhika_RedArmy