Thursday, February 5, 2015

EMOSI, DULU PERNAH ADA..

Untuk blog.

“Emosi” kata yang patut dihilangkan dari segala macam tindakan dan ucapan.
    Emosi dapat mengalahkan segalanya.
    Menghancurkan semuanya.
    Memberikan keadaan buruk (yang padahal bisa diselesaikan dan menjadi lebih baik)
   
    Akar dari emosi adalah:
    Ketakutan, dan
    Pikiran Negatif.
   
    Ketakutan akan kehilangan sesuatu
    Yang berharga, yang telah susah payah didapat.
    Yang dicintai. Yang disayangi.
    Ketakutan akan kekalahan yang akan menimpa.
   
    Padahal dengan emosi, dengan memanjakan emosi, memeliharanya tumbuh dalam dirimu, dan meledak bagai bagai granat di sebuah perang sia-sia.
    Sesungguhnya kau telah kalah.

    Ketika kau melihat kehidupan hanya dari sisi buruknya saja.
    Suram, kawan.
    Tak ada cahaya.
    Kau melihat kehidupan yang tiada berarti.
    Semangat tak ada sama sekali. Sebelah mata.
    Mudah tersinggung.
    Sikap negatif dirimu menyeruak ke permukaan dan meledaklah bagai granat di sebuah perang sia-sia.
    Sekali lagi, kalah.
   
    Bukalah kedua mata.
    Koin punya dua sisi, angka dan gambar.
    Jika koin hanya punya satu sisi, bagaimana Anton Chigurh memutuskan akan membunuh?
   
    Orang yang memupuk emosi adalah seorang pecundang.
    Pecundang yang paling lemah.



    Kau tahu orang yang paling kuat di dunia?
    Yang bisa meluapkan emosinya ke siapa saja tanpa pandang bulu.
   
    Kau, benar. Benar-benar pecundang jikau menjawab seperti itu.
   
    Orang yang sanggup mengendalikan emosinya.
    Tak biarkannya mengendalikan dirinya.
    Memeluknya.
    Mendekapnya.
    Hingga terbuai lemah. Dan meledak.
    Lalu, KO.
   
    Kala melihatnya dengan yang lain,
    Dengan emosi:
    “Kampret, gue do’ain cepet putus. Kalo perlu jomblo selamanya dia!!”

    Tentu.
    Kau akan memilih membuka kedua matamu.
    “Syukurlah, dia mendapat yang lebih bgus dariku. Coba kalau sama aku. Sengsara kali. Hahahahahaha..”
    Jangan lupa akhiri dengan tertawa dan senyuman.
   
    Jelas perbedaannya.
    Dan, emosi itu apa?
    Sesuatu yang telah lama punah di kehidupan kita.
    Semoga saja.

16 comments:

  1. Yup..
    Emosi, dulu pernah ada. Setiap orang juga pasti pernah ngalaminnya, dulu. Termasuk aku. Bertambah umur, pengalaman, semua akan berubah. Berangsur saja.

    ReplyDelete
  2. Setuju nih. Emosi terkadang emang timbul dari tumpukan ketakutan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Takut akan kekalahan. Takut kehilangan sesuatu..

      Delete
  3. Setuju gan
    Bacanya sambil menghayati :3

    ReplyDelete
  4. Yang nulis juga jangan gampang kebawa emosi ya~

    ReplyDelete
  5. hmm, terkadang gue masih sering emosian.
    yang berarti, gue masih berusahan untuk mengendalikan emosi itu.
    kalau bisa, emosi yang negatif di punahin aja..

    ReplyDelete
  6. Pokoknya jangan emosi. Kalo ada orang yang punya sesuatu yang lebih bagus, ya kita harusnya ikutan seneng. Walaupun gak ada untungnya buat kita. Dan kita gak boleh emosi karena kita kalah dari mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emosi, timbul dari pikiran negatif kepada orang lain.. Punahkan saja emosinya..

      Delete
  7. Aku sering tuh emosi. Apalagi menjelang tanggal menstruasi.. -_-

    ReplyDelete

Pembaca setia yang sudah membaca, silahkan berkomentar sebebas mungkin dan seobjektif mungkin. Namun, jangan kasar-kasar soalnya penulis di sini lembut sekali hatinya. Sangat direkomendasikan untuk memberi saran dan kritik, bila mau pujian juga gak apa-apa. Love. You.

Follow by Email