pauji's blog

menuju kekerenan yang haqiqi

Monday, November 3, 2014

Review: Wall-E (2008) Film Robot Romantis

Untuk blog.

    Review Film Wall-E (2008)

Tentang Film

    Wall E adalah film bergenre animasi, petualangan, keluarga, romantis, dan fiksi ilmiah yang menceritakan tentang kehidupan manusia di masa depan.

    Disutradarai oleh Andrew Stanton, film hasil kerja sama studio produksi Pixar dengan Walt Disney sebagai distributor berhasil meraih penghargaan Academy Awards 2009 kategori Best Animated Feature Film of the Year dan Saturn Award kategori film Animasi Terbaik.

Pengisi Suara

Ben Burtt sebagai Wall-E dan M/O
Elissa Knight sebagai EVE
Jeff Garlin sebagai Captain McCrea (Kapten Kapal Axiom)
MacIn Talk sebagai AUTO

Sinopsis versi si Mamba Hitam

    Bukan tak mungkin di masa depan Bumi akan sangat kotor dan ditinggalkan manusia. Dipenuhi sampah, bau tidak sedap, dan debu bertebaran. Hanya tinggal sebuah robot usang pembersih sampah ditemani seekor kecoa. Hari-hari Wall-E (Waste Allocation Load Lifter-Earth-Class) nampak biasa saja karena hanya dihabiskan dengan membersihkan sampah. Namun kerinduan tentang bumi yang dulu (bersih dari sampah) menghiasi film ini.

    Hingga datang robot asing ke bumi untuk mencari tumbuhan sebagai tanda-tanda kehidupan bernama EVE (Extraterretrial Vegetation Evaluator). Wall-E merasa ada yang berbeda dari kehidupannya, ia mulai merasakan getaran-getaran asmara. Namun, ketika EVE menemukan tumbuhan ia harus kembali menuju Axiom, tempat manusia tinggal jauh dari bumi di luar angkasa sana. Wall-E mengejar EVE menuju Axiom dan dia melakukan hal-hal yang sangat diluar ekspektasi kita. Berhasilkah Wall-E menemukan EVE?

Review, yuk?!

    Nah, film animasi dari Walt Disney dan Pixar Animation Studios memang selalu menjadi tontonan menarik. Film ini lucu ada unsur komedinya, namun tetap mengharukan. Mengambil latar bumi yang sudah kotor dipenuhi sampah, pokoknya kotor banget dan mengenaskan. Di Bumi juga sepi, cuma ada si Wall-E yang jomblo dan ditemani oleh seekor kecoa saja. Hadeuh.

    Manusia kemana? Pada kabur, bro, ke kapal yang berfungsi sebagai planet buatan dan jadi tempat tinggal manusia. Dan dilayani oleh para robot. Ngeri juga ngelihat manusia di masa depan dalam film ini.

    Di film ini dialognya jarang, seperlunya doang. Meski begitu robot-robot ini masih bisa dimengerti bagaimana emosi dan karakter mereka. Karena gerakan-gerakan mereka, bahasa tubuhnya, sound-effect yang pas, membuat film ini mudah dipahami dan gak harus mikir keras buat ngerti ceritanya. Gak bakal misunderstanding walaupun jarang ngomong robotnya. Malahan kamu bakalan ngakak juga ngelihat gerakan-gerakan unik robot-robotnya.

    Detail dan wujud karakternya pun bagus, menarik, dan lucu. Apalagi wujud Wall-E dan EVE yang sangat beda jauh 180 derajat. Wall-E yang kucel dengan EVE yang futuristik bisa jatuh cinta. Anjir, menginsipirasi kaum berwajah minus seperti saya untuk mencari pujaan hati berkelas tinggi.

    Tapi saya kurang suka ketika tokoh manusia yang sangat sedikit mengambil peran di film ini. Tidak berdaya dan tidak tahu apa-apa. Pengetahuannya kurang banget tentang Bumi. Namanya juga film yang tokoh utamanya robot, maklum deh. Mungkin Bang Andrew Stanton-nya pengin nuansa robot yang kental (kayak susu bendera).

    Kalau mau nonton film ini ajak keluarga kamu. Yang punya pacar, bareng pacar. Yang punya anak, bareng anak-anaknya dong! Yang jomblo, sama kopi aja ya. Pesan moralnya bagus banget lho, biar anak-anak mengetahui arti penting dari menjaga kelestarian bumi. Supaya mereka termotivasi menjaga bumi dan agar tidak dikendalikan robot…

    Nilai: 8 dari 10

    ***

    Kritik dan saran diperlukan kami mengenai review film. Tuliskan di kotak komentar ya!

2 comments:

  1. yeahhh komen pake modem sendiri huhuyyyy

    ReplyDelete
  2. Bener banget, nih film selain ada pesan moralnya juga ada pesan-pesan terselubung buat para jomblo #eeaaakk

    ReplyDelete

Pembaca setia yang sudah membaca, silahkan berkomentar sebebas mungkin dan seobjektif mungkin. Namun, jangan kasar-kasar soalnya penulis di sini lembut sekali hatinya. Sangat direkomendasikan untuk memberi saran dan kritik, bila mau pujian juga gak apa-apa. Love. You.

Follow by Email