Saturday, June 7, 2014

Tips Menulis "Creative Writing"

Untuk blog.

    Untuk yang suka menulis entah itu menulis cerpen, cerita panjang, fiksi, atau novel merapat yuk saya akan berbagi Tips Menulis dari Buku Creative Writing karya A.S Laksana, saya akan kupas dengan sudut pandang saya. Yuk mulai.


Mari Menulis!

    Pertama, sebagai penulis kamu harus mengakrabkan otak dengan tangan. Mulailah memberi kesempatan kepada tanganmu untuk menulis. Berikan tangan kamu pena atau kesempatan untuk menekan tombol-tombol keyboard komputer. Biarkan tanganmu menjalin sebuah kerja sama dengan otak. Tulis semua yang berkecamuk di dalam pikiran, sebagai sahabat karib otak, tangan akan tahu cara mewujudkan apa yang ada di pikiran kita.

    Hasrat semata tanpa tindakan akan membiakkan penyakit. –William Blake

    Lalu, mulailah menulis sekarang juga. Kamu hanya perlu beraksi, tidak hanya diam saja. Menulislah untuk menghargai dunia penciptaan, yaitu dengan menulis dalam suasana hati apapun. Jangan juga menjadikan tidak ada ide sebagai alasan untuk berhenti menulis. Bisa saja menulis tanpa ide, yang tidak bisa adalah menulis tanpa kemauan. Seorang penulis, sehebat apapun dirinya, tidak hanya melamun dan ongkang angking kaki di teras rumah untuk menemukan ide yang luar biasa. Namun kita harus memancing supaya ide-ide muncul, kita harus menangkap dan mulai mengembangkannya dengan menulisnya. Apa jadinya jika tukang pos berhenti mengantarkan surat hanya karena tidak punya ide? Kamu hanya perlu action and action. Menulis apa saja ketika sedang tidak ada ide bisa membantu memancing ide luar biasa itu muncul. Percayalah.

    Orang yang tidak pernah melakukan kesalahan biasanya tidak menghasilkan apa-apa. –Edward John Pelps

    Kita perlu juga menulis buruk lho. Maksudnya, kita tidak bisa menghasilkan sebuah tulisan satu kali langsung bagus. Berhenti menulis sambil mengedit. Biasanya mayoritas orang yang hobi menulis suka begini, kepengin satu kali jadi. Tulislah apapun yang ada di pikiran, walaupun jelek dan alurnya loncat-loncat.. kita bisa edit lagi kok. Ingat! Yang penting tulisannya sudah ada, dan kamu enggak bisa edit tulisan yang enggak pernah ada.


Bukunya keren banget men,, si Buku Hitam.. hehe

    Menulis, jika dilakukan secara benar, tak ada bedanya dengan kegiatan bercakap-cakap. –Laurene Stence

    Menulis cepat adalah salah satu skill yang harus dimiliki seorang penulis. Ada fenomena ketika seseorang menulis cerita segalanya tiba-tiba mandek, tidak jelas, dan kehilangan fokus, dan kita pun kehilangan mood untuk melanjutkannya. Disinilah menulis cepat sangat diperlukan. Ketika kamu mempunyai sebuah gagasan cerita untuk ditulis. Tulislah dengan cepat cerita tersebut, jika kamu bisa tulislah sampai akhir. Dengan menulis cepat kamu akan menyelamatkan mood dan waktu sekaligus.

    Menunjukkan kekeliruan adalah satu hal, menyampaikan dengan benar adalah hal lain. –John Locke

    Terkadang dalam menulis, kita lebih banyak menceritakan daripada mempertunjukkan. Lebih banyak mengumbar kata sifat daripada menggambarkannya. Terkadang penggambaran dengan kata sifat cenderung kurang menarik minat pembaca. Nah, kita perlu menambahkan sebuah detail dalam cerita, terutama dialog dan action agar tulisan kita menjadi lebih menarik. Tunjukkan sebuah detail agar pembaca melihat ada perasaan, pikiran, keinginan,  aroma dan sebagainya yang terlibat di dalamnya. Dengan cara ini kita telah mengajak pembaca masuk ke dalam dunia rekaan yang kita sampaikan.

    Penulis yang baik menciptakan dunia rekaanya dan para pembaca dengan senang hati menghanyutkan diri ke dalamnya. –Cyril Connolly

    Deskripsi yang baik membuat cerita “hidup” di benak pembaca. Dapat memikat seluruh indra pembaca, membangkitkan emosi, dan membuat karakter dalam cerita yang dilukiskan menjadi lebih nyata, dan dapat dipercaya. Deskripsi yang baik dapat mengajak pembaca melihat sesuatu, mencium baunya, merasakan persentuhan dengannya, mendengar bunyinya, dan mengecap bagaimana rasanya. Kebanyakan deskripsi hanya menggambarkan dengan apa yang dilihatnya, ini terlalu mainstream dan membosankan, kawan. Pake foto juga langsung kelihatan kalau gitu, gak usah pake tulisan. Tapi tak selamanya deskripsi selalu menggunakan lima indra, tiga atau empat juga sudah memadai. Yang penting kamu gambarkan dengan lebih dari satu indra oke!

    Penyakit yang dialami penulis pemula adalah sering memanjangkan sebuah dialog atau percakapan. Biasanya dipake untuk memperpanjang tulisan dan ketika penulis sudah kehabisan akal pasti ditambahin dialog. Dialog ditulis karena penting, dan untuk memperkuat informasi yang anda tulis. Dengan dialog kamu dapat memperkuat watak, mengembangkan konflik, dan agar si pembaca enggak bosen. Ada saran untuk kamu membuat dialog, yaitu: Dialog yang sama seperti percakapan sehari-hari itu membosankan, yang sudah ada dalam narasi jangan ditambahkan ke dialog, tulislah dialog jika apa yang ingin kamu sampaikan sudah diketahui pembaca atau disampaikan oleh kamu sebelumnya, tulis dialog dengan ringkas, jangan buat pembaca bingung dan tambahkan bahasa tubuh kalau diperlukan. Rajin-rajinlah belajar pada penulis-penulis yang baik, guys.

    “Pembaca yang baik memiliki kekayaan imajinasi, ingatan, kosakata, dan sejumlah kepekaan artistik.” –Vladimir Nakobov

    Penulis yang baik sesungguhnya adalah pembaca yang baik. Bacalah buku-buku dari penulis yang kamu anggap bagus dan cocok dengan gaya menulismu. Bacalah buku apa saja. Referensi itu bebas, bisa juga dengan buku yang kamu anggap kurang asyik. Penulis yang baik tidak meniru ya. Kamu bisa belajar mengembangkan cerita dari mereka, membuat dialog yang bagus, dan juga membuat paragraf pertama dalam cerita yang ingin kamu buat.

    Rajin-rajin juga membuka kamus untuk mengetahui arti kata yang belum kamu ketahui.


A. S. Laksana


     Dan masih banyak lagi kekayaan dalam buku ini. Ada contoh ceritanya di setiap Bab-nya. Masih banyak yang belum dikupas seperti membuat adegan, mengatur plot, mengakrabi karakter dan sebagainya. Quotesnya juga banyak banget saya suka. Beberapa telah saya bagikan di atas kepada kamu-kamu semua, pembaca setia. Terima kasih kepada A.S Laksana, saya mengagumi tulisanmu dan sangat ingin menjadi penulis besar sepertimu. Amin. Terima kasih juga kepada Adam yang telah meminjamkan buku ini. Silahkan kunjungi juga blognya Adam di http://adamadis20.blogspot.com/ .. oke.

    Hanya ini yang dapat saya bagikan dengan kamu-kamu semua. Hanya inti dan yang penting saja menurut saya yang bisa saya tulis. Mohon maaf bila kata-kata yang ada yang salah. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Sumber: CREATIVE WRITING – Tip dan Strategi Menulis Cerpen dan Novel. Karya A. S.  Laksana. Penerbit Gagasmedia, 2013.
   

No comments:

Post a Comment

Pembaca setia yang sudah membaca, silahkan berkomentar sebebas mungkin dan seobjektif mungkin. Namun, jangan kasar-kasar soalnya penulis di sini lembut sekali hatinya. Sangat direkomendasikan untuk memberi saran dan kritik, bila mau pujian juga gak apa-apa. Love. You.