Saturday, May 3, 2014

Budaya Termos Pecah


Untuk blog.

Ditulis pada Hari Buruh Sedunia, tebak tanggal berapa?

    Selamat pagi untuk belahan bumi selatan, gimana disana dingin apa enggak? Untuk penguin, jangan lupa beli sweeter ya. Di Pasar Kepuh, pasar tradisional di kota saya, Kuningan, juga bagus-bagus kok?

    Saya juga kepingin menyapa pembaca, Hai! Buat para pembaca yang entah saya kenal kamu atau tidak, yang sering baca artikel setiap ada yang baru atau yang mampir doang, mungkin juga yang baru liat blog ini dan baca pos ini, tolong dong. Saya memohon dengan sangat memohon, untuk mem-follow blog ini. Dibantu ya, dibantu. Kalo enggak mau juga gak apa-apa kok. Palingan saya do’ain, untuk dikutuk jadi juara kelas. (Mendingan gak follow dong). Pacar kamu juga enggak akan marah kan kalo kamu follow dan jadi member blog ini? Tapi, kalo pacar kamu ngaku pernah dikedipin matanya sama orang yang bernama Fauzy Husni Mubarok, yang orangnya hitam, berbulu di bagian ketiak, dan bermata dua, itu patut dimaklumi. Soalnya mata saya bisa berkedip. Apalagi kalo di depan perempuan cantik, berkedipnya lebih cepat. Ok, untuk follow blog dan jadi member ini gampang banget. Caranya, dengan mengklik join this site di sidebar blog ini. Lalu ketikkan email-nya dan nama kamu pun akan terpampang nyata di widget member yang tadi. Kalo kamu pemalu, kamu pilih aja mode anonimousnya. Gampang kan pemalu? Jangan gengsi-gengsian lagi kalo ngefans sama saya.

    Saya orang yang mengagumi budaya barat seperti Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat, dan tak lupa Papua Barat. Saya sekolah di sekolah yang terletak di bagian barat kabupaten Kuningan. Budaya barat itu bagus lho, kenapa banyak orang yang mengecam budaya barat itu enggak patut dicontoh. Contohnya, ciuman. Orang-orang barat suka banget ciuman. Itu adalah budaya yang bagus untuk diterapkan, kepada ayam. Ayam seharusnya bisa berciuman. Orang-orang Barat itu hebat-hebat. Mereka hebat dalam hal teknologi, bahasa, industri, dan sains. Dan orang-orang Barat itu seperti ayam, disiplin. Kalo ayam, pagi-pagi udah berkokok dan kalo masuk kandang pasti setiap sore menjelang matahari tenggelam. Orang-orang barat disiplin dalam hal bekerja, mereka tidak kenal lelah. Bagi mereka bekerja adalah sesuatu yang sangat dinikmati. Itulah rahasia kehebatan mereka, kalo di Indonesia, kerja juga sambil ngerokok. Ayam itu rabun. Dan orang Barat pun begitu, rabun. Banyak yang memakai kacamata alias minus. Mereka juga rabun, enggak bisa membedakan Bali dengan Indonesia. Sesungguhnya mereka tidak tahu, Bali itu bagian dari negara Indonesia.



    Saya memegang prinsip bahwa, semakin ke Barat, budayanya mendekati budaya orang-orang yang tinggal di perkotaan di negara Barat. Seperti budaya di sekolah saya SMAN 2 Kuningan. Yang memegang teguh prinsip kesopanan dan budaya Sunda. Waktu Masa Orientasi, kami dianjurkan memanggil kakak kelas dengan sebutan “Akang” untuk laki-laki dan “Teteh” untuk perempuan. Namun saya tidak pernah memakai itu semua. Saya lebih suka memakai “Teteh” untuk laki-laki dan “Akang” untuk perempuan. Saya orang yang menjungjung tinggi prinsip emansipasi. Saya rasa juga, panggilan itu, membuat siswa di sekolah saya terbebani untuk menyapa mereka, para Kakak Kelas. Tujuannya, cari perhatian atau setidaknya untuk dicap sebagai adik kelas yang sopan. Saya lebih baik tidak menyapa daripada di belakang malah ngejelek-jelekkin. Seperti semisal kejadian beberapa hari lalu, karena saya masih di kelas 10 SMA saya tidak punya adik kelas, saya belum boleh dipanggil Akang oleh salah satu warga SMAN 2 Kuningan. Saya mungkin menjadi orang termuda dan terawal dari angkatan saya yang dipanggil Akang. Ketika saya naik angkot dan seangkot dengan siswi SMAN 2 Kuningan, yang saya tahu dia masih kelas 10, seangkatan sama saya. Ketika angkot berhenti, dia menyetop untuk meminta berhenti disitu. Dia lewat di depan mata saya dan mengucapkan dua kata, “Duluan Kang!” Lalu dia turun dari angkot. Saya mengangguk bingung, apa muka saya tua banget ya, sampai saya dianggap Kakak Kelas oleh orang yang seangkatan dengan saya.

    Yang membuat saya galau akhir-akhir ini adalah kekalahan tim favorit saya Liverpool di tangan Chelsea minggu lalu. Ini membuat perkiraan poin yang didapat Liverpool dan Manchester City sama di akhir musim. Dan kabar buruknya, Liverpool mempunyai jumlah selisih gol yang lebih sedikit dibanding dengan Manchester City yang gol-nya banyak. Sedangkan laga yang tersisa cuma 2 pertandingan lagi. Dan saya berharap Everton bisa menjegal Manchester City. Minimal membuat laga berakhir imbang. Agar Liverpool menjadi juara. #ParagrafIniHarusDibacaDenganPenuhRasaRespect

    Masih seputar sepakbola, football lovers.

    Sparing, adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh setiap pemain sepakbola yang mengikuti SSB. Menjadi ajang adu gengsi antar SSB dan juga membawa nama baik desa sendiri. Pagi tadi, SSB saya, SSB Tunas Junior, mengadakan sparing dengan tim SSB Turangga Sakti Kuningan angkatan 2000. Sparing dimulai jam setengah 9 pagi. Saya enggak masuk starting eleven yang diturunkan oleh Coach Dedi. Singkat cerita, babak pertama usai. Skor sementara 1-3. Coach Dedi pun menyuruh pemain cadangan untuk melakukan pemanasan, karena akan segera diturunkan. Saya pun pemanasan dengan sangat panas, panas akan gairah ingin bermain.

    Babak kedua dimulai, jumlah pemain cadangan yang belum bermain tinggal 5 orang. Saya, Rezka, Yodi, Yogi, dan Moses. Laga berjalan 5 menit, SSB Tunas Junior kebobolan lagi. Skor menjadi 1-4. Tim kami kalah, yang nambah memalukannya lagi, kami bermain dikandang. Dan yang makin menambah memalukannya, mereka angkatan 2000. Mereka lahir tahun 2000. Sedangkan tim kami diisi oleh orang-orang kelahiran tahun 1998, 1999, 2000. Campur-campur kayak gado-gado pake nasi sama kerupuk. Skill kami kalah oleh yang muda. Satu persatu pemain cadangan dimainkan. Yogi dan Rezka main di menit 55. Yodi pun menyusul 3 menit kemudian. Lalu Moses di menit 75. Saya semakin khawatir. “Masih adakah harapan saya untuk dimainkan hari ini?” Sekarang saya menjadi galau kembali, bukan karena tim kalah, saya khawatir tidak dimainkan. Saya merasa malu kalau tidak dimainkan. Iya, jaminan Coach Dedi yang akan ‘memainkan semua pemain yang ada di tim kalau sparing’ membuat saya takut. Saya malah memikirkan hal-hal aneh seperti: Coach Dedi amnesia, Coach Dedi lupa wajah saya, atau Coach Dedi mengira saya sudah main. Waktu terus bergulir, harapan akan bermain seketika mengecil seperti gabah kering. 5 menit lagi, laga dipastikan berakhir, saya belum main juga. Saya mulai memasang wajah tembok untuk menahan rasa malu.

    “Fauzy, siap-siap.” Saya lega mendengar kata-kata itu dari Coach Dedi. Saya pun bersiap-siap seadanya dengan merapikan rambut. Wong saya sudah siap dari tadi, baru nyadar pak Pelatihnya. Bola keluar, saya pun masuk menggantikan Virgi sebagai bek kanan. Tim saya langsung diserang, Goyang berhasil mengamankan gawang kami dari kebobolan. Namun ketika hendak memulai serangan, seorang Nenek yang membawa termos terjatuh tertabrak pemain kami. Acara apalagi Nenek-nenek bawa termos nekat bunuh diri dengan berjalan kaki ditengah-tengah anak-anak tak berdosa yang sedang bermain bola? Adakah yang lebih buruk dari ini? Saya baru main, Nek. Tragedi terjadi, termosnya pecah. Si Nenek pun digendong keluar lapangan. Si Nenek tadi ngeganggu aja. Pertandingan dilanjutkan, saya pun mendapat bola dan langsung dioper ke Yogi. Setelah itu, peluit tanda bubaran pun berbunyi. Total saya bermain tadi hanya 1 menit, dan mendapatkan bola satu kali. Seharusnya saya bermain 5 menit. Namun 4 menit yang terbuang dipakai untuk menolong si Nenek nekat itu.


    Skor akhir 1-4. Tidak seburuk itu. Tim kami yang anak kecil-nya dibantai 0-17. Saya bersyukur bisa bermain walaupun cuma satu menit saja. Dan si Nenek nekat yang hobinya cuma ngegangguin orang yang senang karena baru main meminta ganti rugi atas termosnya yang pecah.

    Pesan moral hari ini adalah: Ketika kamu butuh termos, datanglah ke Lapangan Bola terdekat,
   

2 comments:

  1. saya kira dengan kalimat pembuka menyinggung labour day, bakalan bahas tentang hari buruh beneran...ternyata termos petjahhhh :o

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan ketipu sama awalnya kak, baca terus pasti akan menemukan kejutan di dalamnya.. dan juga pasti ketagihan deh.. =)

      Delete

Pembaca setia yang sudah membaca, silahkan berkomentar sebebas mungkin dan seobjektif mungkin. Namun, jangan kasar-kasar soalnya penulis di sini lembut sekali hatinya. Sangat direkomendasikan untuk memberi saran dan kritik, bila mau pujian juga gak apa-apa. Love. You.