Saturday, March 1, 2014

Waktu Hujan Kala Itu,,,

Selamat Bulan Baru!!
    The Silence of The Lambs. Ya, demi rasa penasaran untuk menonton film itu saya pergi ke warnet tentunya untuk mendownload film itu. Tak jauh, dari gerbang sekolah hanya cukup menyeberangi jalan. Ternyata download film itu gak gampang ya? Yaiyalah. Film itu saya sedot tanpa ijin dari ganool.com, ukurannya 800 MB kurang dikit. Setengah jam.. hmmm.. wajar belum selesai. Saya ngeblog dulu deh. Saya posting postingan yang berjudul The Presiden Day dengan First Yutube. Postingannya yang judulnya “The Presiden Day” bercerita tentang pengalaman seorang pelajar berkulit gelap menyambut datangnya kepala negara di kabupaten kelahirannya. (Anjir bahasanya!). Postingan yang “First Yutube” yang menceritakan tentang writed trailer (trailer dalam bentuk tulisan) dan data IMDB.com versi tulisan saya isinya detail tentang video pertama youtube yang berhasil saya upload. Bisa dilihat deh! Dua jam.... saya mulai ngantuk.. soalnya saya telah mentargetkan untuk mendownload film itu 2 jam. Tapi kenyataannya enggak. Target hanya sebuah target. Saya bosan, soalnya gak ada yang bisa dikerjain lagi. Ngeblog selesai, lihat gambar selesai, buka top eleven udah. Saya gak ngapa-ngapain lagi. Melongo lihat monitor, dan ngiler liatin download rate nya labil.. dari 100 kb/s turun jadi 43 kb/s.. turun lagi jadi satu digit 1 kb/s. Dan keselnya kalo downloadnya turun itu drastis banget, dan kalo naik itu sedikit-sedikit. Misal dari yang turun, 120 kb/s turunnya drastis jadi 12 kb/s. Kalo yang naik 45,1 kb/s jadi 45,2 kb/s. Ini kan kamfret. Btw, saya berhasil download itu kira-kira udah 3 jam 16 menit. Alhamdu..lillah..

    Di balik cahaya yang terang pasti ada setitik yang suram. Itu yang saya rasakan waktu habis download film itu. Ternyata pas keluar dari warnet.. udah sore, langit gelap dan hujan turun dengan pacarnya, eh dengan derasnya. Saya berlari bak Usain Bolt ke perempatan jalan untuk menunggu angkot 06 yang biasa lewat ke perempatan itu. Untungnya langsung ada angkot, jadi saya nggak kebasahan banget.

    Hujan kala itu, kayanya membuat supir-supir angkot 59 jurusan Ciawi yang biasa saya naiki sehabis naik angkot 06 ternyata pulang lebih awal. Di Terminal Kertawangunan sepi, gak ada orang seekorpun. Supir angkot 06 pun nganterin saya sampai ke pengkolan Taraju (Pengkolan legendaris yang mengarahkan anda ke Taraju, walaupun dari situ letaknya jauh dari desa Taraju). Turunlah saya, disambut dengan.. hujan!! Pas turun, dalam 3 detik baju saya basah kuyup. Dengan cepat saya arahkan kaki saya ke tempat teduh di konter hape dekat pengkolan Taraju. For your info, konter hape ini bersejarah. Karena di konter hape ini saya menebus handphone X2-01 kesayangan saya. Di emperan konter itu saya duduk berteduh. Tak lama kemudian..
Ngenes

*Duarrrrr!! Geledeg-geledeg-geledeg* disertai cahaya kilat.
    “Topan badai!” sumpah kaget moment. Jantung hampir copot. Tapi dalam hati “sekali lagi dong !! sekali lagi!”. Malah ketagihan!!
    Enggak, enggak. Saya gak ketagihan. Saya takut dan mendekatkan posisi duduk ke dekat tembok. Emang ngaruh ya? Biar gak kena petir? Ngaruh dong, dekat tembok kan bisa nyandar. :p.
    Melihat seorang pelajar pucat pasi karena di kasih petir, mas-mas penjaga konter hape ngajak ngomong,
“Didieu heh! Kadieu! Kalebet.” Dia menyuruh saya masuk ke konter.
“Henteu, a didieu bae.” Pura-pura nggak mau, padahal takut petir yang tadi.
Hujan turun dengan deras disertai kerlip-kerlip lampu mobil yang lewat

    Saya masih duduk di dekat dinding. Di benak saya, banyak sekali hal-hal melintas. Sembari menunggu hujan saya malah melamun, memikirkan hal-hal absurd. Saya memikirkan cara pulang ke rumah. Saya memikirkan hujan reda. Saya sampai di rumah, dan pas masuk kamar ada Nabilah JKT48 lagi tiduran di kasur saya, dan langsung minta dipacarin. Saya melamunkan saya sedang bermain Rapala Pro Fishing di komputer yang sumpah dapet ikannya lumayan susah, menurut saya.

    Hah.. hujan, hujan, hujan. Hujan malah makin semangat turun ke bumi. Ingin jatuh ke tanah, dan kembali ke tanah. Memang, hujan memang suatu yang menyebalkan kalo turun di saat yang tidak tepat. Namun saat itu, saya menikmati. Menikmati gemericik air yang bertemu dengan genangan air. Nyala lampu dan deru kendaraan yang melintas, disertai angin yang kala itu menyentuh tubuh saya. Melihat langit sore yang tertutupi mendung. Menambah kesan kontemplatif.

    Hujan malah makin deras.. saat itu, saya merasa rapuh...

No comments:

Post a Comment

Pembaca setia yang sudah membaca, silahkan berkomentar sebebas mungkin dan seobjektif mungkin. Namun, jangan kasar-kasar soalnya penulis di sini lembut sekali hatinya. Sangat direkomendasikan untuk memberi saran dan kritik, bila mau pujian juga gak apa-apa. Love. You.