Sunday, March 23, 2014

Trik Jitu Kampanye ala Mamba Hitam


   Terik matahari terasa panas banget siang itu. Membuat ketek dan badan saya  berkeringat, saking panasnya. Matahari emang lagi panas-panasnya, enggak tau kenapa.. biasanya kalau panas gini,, nanti sorenya pasti hujan. Karena takut kulit saya yang hitam jadi putih kalau kebanyakan kena matahari, saya memutuskan untuk cabut pulang. Perjalanan dari Rumah Nenek memang melelahkan ditambah panas. Jarak rumah Nenek ke rumah saya lumayan jauh, kurang lebih 100 meter.
    Akhirnya, saya sampai di rumah. Pulang-pulang langsung buka baju, bertelanjang dada. Yeah!! Sambil menirukan gaya model iklan L-Men, saya mencoba mengeringkan keringat yang ada di tubuh seksi ini dengan mengibas-ngibaskan baju kaos yang dilepas tadi. Terus dikibas-kibas sampai keringatnya kering. Enggak berapa lama, tak sengaja kepala saya terhempas di permukaan ketiak saya yang aduhai, bau ketiak itu pun terhirup, “Bau Sekali!! UHHH!!!” saya berteriak mantap.

    --akhiri cerita ini!!---

    Aahh, selesai sudah saya mandi. Segerr rasanya. Lupakan semua bau keringat yang menempel tadi. Sehabis make pakaian dan wangi kembali, tiduran dulu ah. Saya rebahkan semua beban alias badan ini ke kasur. Dengan kedua tangan dijadikan sebuah bantal, ditaruh di bawah kepala saya. Aahhh, mantap sekali. Mata saya pun terpejam dan mencoba tertidur. Tiba-tiba...... sesosok hantu putih berambut panjang terlihat melotot ke arah saya yang sedang tiduran.
    Eh salah, ding. Ini bukan cerita horor. Ganti-ganti.. hueheheh.
    Tiba-tiba.. terdengar suara dari kejauhan. “Wewu..wewu..wewu...!!” begitulah bunyinya seterusnya, dan mendekat. Saya menggambarkan itu adalah suara sirine. Haha, jelek banget penggambarannya. Pokoknya itu sirine, bunyinya emang “Wewu...wewu..wewu..!!”, jangan protes.
    Lalu ada suara orang teriak-teriak pake pengeras suara atau lebih dikenal dengan TOA. “Sodara-sodara sekalian pilih caleg bernama Aganwati Cendolmania nomer 10!! Dari partai Keadilan Manusia. Dijamin, hidup anda sengsara, dunia akhirat!!” oh, ternyata ada yang lagi kampanye. Emang, masa kampanye sudah mulai ya??? Daripada penasaran, saya coba koprol sambil minum cendol. Enggak lah, saya nyalain televisi kali aja ada info terbaru.
    Wah, ternyata benar!! Kampanye pemilu legislatif sudah mulai pemirsa. Norak.
    Saya resapi berita tentang kampanye ini. Jarang-jarang saya merasa tertarik untuk menonton acara tv sampe tuntas. Topiknya sih yaitu, kampanye. Subtopiknya banyak. Mulai dari kota-kota mana saja yang sudah ramai jadi korban kampanye parpol. Terus membahas anak kecil yang suka ikutan kampanye, sampai cara parpol berkampanye ini bermacam-macam. Caranya banyak, ada yang pake lapangan terus ngumpulin massa disana, konvoi di jalan, ngadain jalan santai, blusukan ke warung kopi, blusukan ke pasar, blusukan ke hati kamu, ada juga yang menanam cabe bersama rakyat. Unik-unik memang, banyak cara yang dilakukan untuk menarik simpati rakyat. Tapi, kok enggak ada lucu-lucunya ya... eh maksud saya enggak ada kreatifnya ya. Saya jadi tergugah untuk menuangkan ide untuk menarik hati massa, barangkali aja dipake sama parpol-parpol, terus dikasih royalti deh alias uang penebus dosa. Wakakak. Ini dia strategi saya.......
    #Ngarep

1.    Bagi-bagi pacar.
Strategi ini diperuntukkan untuk menarik hati kalangan remaja, khususnya kaum jomblo. Jomblo-jomblo dikumpulkan di lapangan lalu di suruh memilih pacar yang diinginkan. Tentunya yang cantik atau ganteng ya? Andaikata saja ada, saya semangat ikut kampanye kalo gini. Pasti parpol ini laku keras, langsung banyak dapet kursi, dijamin.
Masih zaman politik uang???? Hidup politik pacar!!

2.    Caleg pura-pura jadi tukang Parkir.
Dengan mengenakan seragam Tukang Parkir Internasional yang berwarna oranye itu, caleg terkesan merakyat. Ditambah wajahnya yang pas-pasan, malah tambah greget. Nongkrong aja di mall terdekat. Setiap ada mobil atau motor yang mau jalan, pura-pura ngasih intruksi. “Kiri dikit pak!! Kanan-kanan!! Ya!! Op.. sipp, maju!!” lalu si pemilik mobil mengasihkan uang, jangan lupa berbisik dan ngomong pilih caleg no. 1 dari Partai Jomblo Indonesia misal. Nah, cara ini terbukti menambah penghasilan plus menarik hati massa juga.
#KampanyeCerdas

3.    Stiker Caleg harusnya ada di WC.
Enggak usah ribet-ribet, enggak usah teriak-teriak pake speaker masjid. Cape tenaga plus tenggorokan malah radang. Tinggal bikin stiker aja, di stikernya terpampang wajah selfie caleg dengan nomor dan logo parpol. Ditempelinnya jangan di tiang listrik, di pohon, atau di pintu atau jendela rumah-rumah warga. Hadeuh, cara ini terlalu mainstream. Coba ditempelin di WC-WC umum, atau di takus terdekat. Kan setiap orang pasti ke WC dan pasti liat itu, men. Biar greget lagi ditempelin di jamban atau di klosetnya. Jangan bayangin stikernya kecampur sama itunya ya, yang penting.. kursi-kursi DPR dijamin langsung dapet dah...

4.    Bagi-bagi gadget yang sudah disetting wallpaper-nya foto caleg.
Wah, ini trik jitu juga nih. Masyarakat sekarang butuh gadget buat kehidupan sehari-hari apalagi para pekerja ataupun anak muda. Sudah pasti, selain untuk membuat pekerjaan jadi lebih mudah juga dipakai untuk mencari informasi dan berkomunikasi. Nah, dengan dilengkapi fitur wallpaper caleg yang imut dan unyu. Anda sudah bisa menikmati keindahan pemilu 2014 ini.
#absurdbanget
#kayakiklansmartphone

5.    Pake slogan “CHUM IS FUM”
Mungkin ini yang paling jitu dari sekian banyak trik jitu di Indonesia. Karena cara ini terbukti membuat chum bucket jadi laris hanya dengan slogan pendek dari Patrick. Caleg bisa memakai namanya atau parpol dengan memakai slogan ini. Contoh: “Aganwati Cendolmania itu FUM”, bisa juga “Partai Jomblo Indonesia itu FUM”..

6.    Untuk trik yang lain bisa minta ke Patrick.. huehehehe...

Rasanya segitu saja yang dapat saya berikan di blog tentang ide aneh saya ini, dan saya harapkan sih bakalan ada yang make juga, terutama yang nomer satu tuh. Amin. Saya juga seneng juga sih liat fenomena caleg yang strategi kampanye-nya beda-beda. Mereka berusaha menampilkan ciri khas dan latar belakangnya masing-masing. Keren lah, pokoknya mewarnai pesta demokrasi 2014 ini. Tapi yang penting kalo udah dapet kursi,, liatnya ke bawah ya. Jangan ke atas melulu nanti ngarepnya suka kejauhan, pengen duit banyak segala, sampe korup. Itu namanya kampret, kalo gitu mah.
Ya sudah walaupun saya belum berhak mengikuti pemilu tahun 2014 ini, karena saya masih imut-imut. Hehe, saya ucapkan sukses buat semuanya, terutama buat KPU yang repot mungkin ngurusin beginian. Apalagi setiap hari liatin foto-foto caleg, hiiiii... geli.. sukses. Sukses.

Buat yang milih: Jangan GOLPUT Okey!! Pilih sesuai Intan Nuraini (baca: hati nurani) kalian!! Dag..

No comments:

Post a Comment

Pembaca setia yang sudah membaca, silahkan berkomentar sebebas mungkin dan seobjektif mungkin. Namun, jangan kasar-kasar soalnya penulis di sini lembut sekali hatinya. Sangat direkomendasikan untuk memberi saran dan kritik, bila mau pujian juga gak apa-apa. Love. You.