pauji's blog

menuju kekerenan yang haqiqi

Sunday, March 23, 2014

Generasi Muda, Pemimpin Indonesia!


   Kami pemimpin Indonesia ya? Apa enggak salah dengar? Apa kuping saya tidak budeg? Apa yang terjadi jika Indonesia dipimpin kita? Generasi mudanya udah siap belum? Udah siap buat masa depan? Udah siap buat ngebangun Indonesia? Jadi lebih baik? Atau malah jadi lebih jelek? Lebih ambruk? Lebih hancur?

Masih Kurang Greget
    Yang jelas kita enggak tahu apa yang akan terjadi. Kita enggak tahu siapa yang akan menggantikan kepala negara Indonesia ini. Kita tidak tahu jawaban atas pertanyaan di atas. Kita pun enggak tahu soal negara ini kayak gimana ke depannya. Yang kita tahu, kita tinggal di sebuah negara bernama Indonesia. Negara kepulauan terkeren di dunia. Bebas dari penjajah atas perjuangan dan pengorbanan rakyatnya sendiri. Wilayah lautnya luas, dengan berbagai aneka ragam sumber daya alam yang melimpah. Beragam suku bangsa menetap disini sehingga menjadikan negara yang kaya akan budaya. Rakyatnya? Jangan ditanya lagi. Banyak banget, menempati urutan ketiga terbanyak di dunia ya? Namun sayang, masih banyak yang kurang berkualitas untuk mengolah kekayaan itu menjadi lebih kaya. Itu clue yang pertama kita dapat.

Mental nya gimana?
    Banyak sekali generasi muda yang memang kurang siap untuk menerjang kerasnya globalisasi di masa  mendatang. Masih banyak yang enggak sekolah, masih banyak yang putus sekolah, masih banyak yang enggak bisa baca. Di samping itu, sifat generasi muda semakin aneh-aneh. Masih ingusan anak SMP udah ngerokok, beranjak SMA coba-coba narkotika. Sekolah juga pada enggak bener. Masih sering bolos, waktu ulangan masih suka bawa contekan. Ditambah lagi hubungan asmara lawan jenis di lingkungan sekolah yang kerap kali mengganggu ke dalam proses belajar mengajar. Nilai jeblok akibat galau, bolos sekolah akibat putus, menyendiri karena ditolak. Yang lebih para lagi bisa bunuh diri, akibat cinta? Itu menunjukkan mental bangsa Indonesia masih cemen. Clue kedua.

Harus Saling Percaya
    Sebentar lagi pemilu. Banyak orang yang merasa pantas menyalonkan diri sebagai wakil rakyat ikut berpartisipasi dalam pemilu. Tapi yang didapat apa? Malah ketidakpercayaan. Mayoritas pada enggak percaya kepada wakil rakyat atau calon pemimpin. Ada yang golput, ada yang milih ikut-ikutan aja. Dasar enggak punya pendirian. Yang kayak gitu yang harus dibasmi, yang golput malah bangga, pamer. Mencerminkan kita bangsa yang enggak punya pendirian dan tidak percaya pada pemimpin sendiri. Padahal kan yang kita pilih itu yang menentukan masa depan. Nanti kalo generasi muda di masa depan akan memimpin, banyak yang enggak percaya dong?

Tidak Mau Kalah..
    Sifat generasi muda Indonesia saat ini kebanyakan juga enggak mau ngalah. Bener kata Bang Haji Rhoma Irama, masa muda itu masa yang berapi-api. Kebanyakan sih pada labil. Disinggung sedikit, emosi. Disindir dikit, marah. Diejek dikit, ngambek. Ini juga seperti di sekolah-sekolah. Sekolahnya diejek sedikit marah, langsung tawuran. Berantem-berantem sampai ada yang meninggal. Mahasiswa juga, demo, dengan embel-embel kebaikan masyarakat. Tapi ujung-ujungnya rusuh, terus ngerusak fasilitas umum. Intinya masih banyak yang belum dewasa nih generasi mudanya. Masih banyak yang enggak bisa mengendalikan nafsunya. Bener enggak?
Males!!
    Dikasih PR sama guru, enggak dikerjakan. Buat skripsi, nyuruh orang. Pengin Indonesia maju, tapi bangunnya siang, diem aja di ranjang enggak mau bangun. Pengin kerja, malas ngelamarnya. Banyak pengangguran, banyak pengemis, banyak gelandangan. Maunya Cuma minta, maunya cuma nyuruh orang. Kapan dikerjain sendiri? Kapan bisa sendiri? Hadeuh, ini yang dinamakan malas. Banyak generasi muda masih malas. Sebenarnya orang Indonesia bisa, tapi malas!!

SOLUSI??
    Untuk menjadi pemimpin Indonesia di masa depan sebaiknya buang jauh-jauh yang jelek-jelek diatas. Seperti kurang berkualitas sehingga susah memanfaatkan sumber daya alam, sifat acakadut, ketidakpercayaan kepada calon pemimpin, enggak mau ngalah, dan malas. Kita rubah yang negatif menjadi positif seperti ini...
    Kita generasi muda yang siap menjadi pemimpin Indonesia di masa yang akan datang.
    Stop deh merokok!! Kalau mau merokok, nanti aja kalau sudah cari uang sendiri. Sudah banyak uang, sudah jadi milyarder, karya kamu dimana-mana.
    Jangan pakai narkoba ya. Jangan coba-coba, walaupun sekalipun. Kalau kamu sudah mencoba, kamu akan terjerumus, dan sulit untuk melepaskannya. Otak dan tubuh kamu akan susah dikendalikan. Jangan rusak masa depan kamu.
    Bukannya ngelarang pacaran, tapi jangan terlalu dianggap serius kalau usia kamu masih SMA. Memang masa SMA itu tidak lengkap kalau tidak punya pacar. Namun kalau ujung-ujungnya berakhir, kenapa harus pacaran? Pacaran sih boleh, asalkan masih dalam kadar yang sewajarnya. Jangan sampai terlalu jauh, apalagi sampai seks bebas sama pacar kamu. Amit-amit yang kayak gitu mah. Nanti ujung-ujungnya menyesal sendiri.
    Coba belajar percaya pada orang lain. Coba lihat dari sudut pandang yang berbeda. Mentang-mentang selebriti banyak yang menyalonkan menjadi caleg, apa salahnya? Itu hak sebagai warga negara. Kalau memang pantas, kenapa tidak? Kamu juga bisa kok, asalkan memenuhi syarat. Di masa depan mungkin, saking suksesnya petani banyak yang jadi caleg...
    Kendalikan hawa nafsu kalian, di masa depan pasti yang menyebabkan hati panas itu banyak banget. Apalagi kalau menjadi pemimpin,  jangankan tekanan dari luar, dari dalam luar biasa banyak. Kuat-kuatin mental.
    Belajar untuk lebih dewasa. Lebih menghargai apa yang ada di sekitar kita. Mau demo? Unjuk rasa? Yang benar, yang memenuhi prosedur dan jangan merusak fasilitas umum. Kalau fasilitas umum rusak, yang ngeganti siapa, pemerintah juga, uang negara yang dipakai jadi semakin banyak. Berdampak juga pada ekonomi kita. Nah lho? Kan kita pemimpin, kok malah ngerusak sih.....
    Yang terakhir nih. Saya harap generasi muda sekarang tambah rajin ya. Sebenernya kita itu bisa melakukan sesuatu, tapi kita itu malas untuk melakukannya dan malas untuk memulai. Ingat kata pepatah, rajin pangkal kaya. Malas pangkal miskin. Kalau kita rajin dari sekarang, bukan tak mungkin, Indonesia akan kaya di masa yang akan datang.

    Dengan sifat diatas, generasi muda menjadi generasi yang siap untuk mengolah Indonesia ini. Sippp!!
    Sebenarnya, penjelasan di atas Cuma buat basa-basa aja, biar lebih panjang aja gitu. Intinya saya mengharapkan pemimpin yang benar kelakuannya, luar dan dalem. Pemimpin yang dapat mengendalikan emosi dan nafsu, yang selalu mempertimbangkan apa yang dilakukannya dengan akibat yang ditimbulkan. Tidak labil, kuat mental, dan tidak malas dan takut untuk memulai sesuatu. Dan juga rakyatnya harus percaya dong sama pemimpin dan harus mengalah kalau pemimpin yang kita pilih kalah dalam pemilu. Ikhlas. Dan, saya tidak mengharapkan pemimpin yang cerdas. Buat apa pemimpin cerdas, kalau ujung-jungnya korup.. merdeka!!!!!!!!!!!!!!!!!!

5 comments:

Pembaca setia yang sudah membaca, silahkan berkomentar sebebas mungkin dan seobjektif mungkin. Namun, jangan kasar-kasar soalnya penulis di sini lembut sekali hatinya. Sangat direkomendasikan untuk memberi saran dan kritik, bila mau pujian juga gak apa-apa. Love. You.

Follow by Email