Thursday, February 6, 2014

Keinginan Yang Menumpuk

Selamat malam.
Langsung masuk topik ya.
Topik nya hidayat, si pemain bulutangkis. Buka dikit josss!!
Eh bukan, sorry bukan itu. Ngelawak dikit walaupun gak lucu. Gapapa kan?


+#+#+#+#+#+#+#+#+##++#
Keinginan Yang Menumpuk
Oleh Fauzy Husni Mubarok

Topiknya yaitu keinginan yang menumpuk. Curhat dikit ya mengenai keinginan saya yang numpuk. Menumpuk dan terus menumpuk. Pengen itu, pengen ini, pengen beli laptop, pengen beli joystik, pengen beli buku novel, pengen beli motor dan pengen beli cewek (eh, maaf, jomblo soalnya). Kayak baju kotor yang numpuk di laundry buat dicuci. Semakin hari semakin menumpuk, karena keinginan tak dipenuhi sepenuhnya. Baju kotor tak dicuci semuanya. Keinginan yang menumpuk itu tak sejalan dengan pemasukan alias duit. Pemasukan berkurang akhir-akhir ini. Pekerjaan yang cuma seorang pelajar sederhana, penghasilan 5rb per hari, dipotong buat beli roti kalau istirahat. Baju kotor nggak dicuci karena sabunnya nggak ada. Keinginan semakin bertambah dan bertambah. Semakin menyesakkan hidup. Saya buat daftar agar tidak terlalu menyesakkan:
1. Pengen beli laptop
2. Pengen beli motor supaya bisa bawa motor sendiri kalo ke sekolah
3. Pengen beli joystick buat maen PES biar bisa maen berdua sama adik.
4. Tiap bulan, pengen beli satu buku. Entah buku novel, cerita, atau yang lain.
5. Pengen punya pacar, cewek pastinya. Yang saya cintai.
6. Pengen buat kliping tentang Liverpool yang lengkap.
7. Sekali-kali pengen ke bioskop, nonton film. Belum pernah soalnya.
8. Pengen pasang TV kabel yang berkualitas kaya Indovision, bosen soalnya di rumah tayangan lokal banyak yang kurang asyik menurut saya.
9. Pengen magang, atau cari kerja sampingan buat nambah penghasilan. Tapi gak ada kesempatan plus waktunya.
10. Pengen ganti hape ke android.
11. dan banyak lagi deh.

Namun, ada satu pikiran yang mengganjal di hati saya. Di lubuk hati saya yang paling dalam, setelah saya memikirkan kalau keinginan itu terwujud apakah saya akan merasa bahagia? Tentu bahagia, namun sebentar. Apakah dengan keinginan itu terwujud saya bisa merasa puas? Tentu tidak, keinginan lain datang menghampiri kita. Menumpuk dan menumpuk lagi.

Sejenak saya menghela nafas, memikirkan dengan keinginan saya yang dulu telah tercapai. Dulu, saya ingin membeli handphone Nokia X2-01 karena melihat teman saya menyetel musik dari hape mereka. Dengan mengkhayalkan saya bisa menyetel musik dari handphone tersebut setiap malam, saya ingin membelinya. Terwujud, saya bisa menyetel musik dari hape saya. Namun lama kelamaan saya melirik hape lain yang lebih keren, dan melupakan hape saya.

Bisakah kita menghindari hal tersebut, keinginan yang terwujud harus tersisih dengan yang lain. Saya tidak bisa menebak masa depan, setelah keinginan yang telah saya buat daftar diatas terwujud tak menutup kemungkinan tersisihkan dalam waktu yang singkat. Inilah skenario Tuhan. Dia-lah yang membuat skenario ini, dan skenarionya berjalan baik. Dia yang memaksa kita untuk membuat keinginan, mewujudkan keinginan, dan melupakan keinginan yang terwujud. Apakah nanti bila kita masuk surga, Tuhan mengganti otak kita dengan otak model yang lain yang apabila keinginan terwujud kita bisa merasa puas selama-lamanya. Sesederhana itu? Bisa saja. Namun itulah yang bisa membuat kita bahagia.

Dunia ini memang sementara. Kita bisa saja mengganti otak kita dengan model otak lain yang bisa membuat kita puas, namun tidak selamanya tapi sedikit lebih lama. Dengan mencoba mewujudkan keinginan dengan kerja keras sendiri. Iya dengan begitu kita bisa sedikit lebih lama dengan keinginan yang terwujud. Dan juga dengan memasukan kesederhanaan ke dalam otak kita. Mensyukuri segala sesuatu yang terwujud, dan memelihara yang telah terwujud menjadi sesuatu yang berharga.

Intinya kita harus bisa mensiasati skenario Tuhan dengan membuat keinginan yang terwujud lebih lama membuat kita senang, lebih lama membuat kita puas, agar tidak cepat bosan dengan yang telah terwujud. Dengan membuat kita senang, puas, tidak bosan lebih lama terhadap keinginan lama yang telah terwujud, Kita bisa mempersiapkan keinginan baru kita lebih lama. Membuat keinginan tidak menumpuk dan membuat otak sesak, keinginan baru itupun akan terwujud dengan indah.

2 comments:

Pembaca setia yang sudah membaca, silahkan berkomentar sebebas mungkin dan seobjektif mungkin. Namun, jangan kasar-kasar soalnya penulis di sini lembut sekali hatinya. Sangat direkomendasikan untuk memberi saran dan kritik, bila mau pujian juga gak apa-apa. Love. You.