Saturday, January 25, 2014

Puisi Titik Jenuh

Halo, halo, halo, assalamu’alaikum.

Puisi ini saya bikin waktu ngerjain matematika. Ah ngerjainnya pusing, kepikiran buat bikin puisi. Nih jadinya kaya malah gini.

 “Check this out.”

+#+#+#+#+
Titik Jenuh
Oleh Fauzy Husni Mubarok

Berjalan ke sekolah dengan semangat..
Tak hanya tuk menimba ilmu semata..
Ku akui kepalaku ini selalu terpikir kamu..
Membuat ku terus berjalan menggapai harapan..

Mata ini tak henti menatap..
Menatap ke arah seorang pujaan hati..
Duduk dan tersenyum memberi kesejukkan..
Kala dia menoleh, aku pun menoleh..
Berpura-pura untuk melihat yang lain...

Ketika kau dekat denganku..
Duduk dan berbincang denganku..
Kau bicara tentang lelaki lain...
Aku hanya tersenyum..
Berpura-pura hanya untuk membuatmu bahagia..

Tak berhenti berharap.. terulang dan terulang kejadian sama..
Tak ada kemajuan dan kemunduran.. statis dan diam di tempat..
Membuat ku berpikir.. aku terjebak dalam titik jenuh..
Titik yang membuat ku bosan..
Terjebak dalam titik yang membuatku ingin membuat perubahan..

Aku lelah berpura-pura menjadi orang lain..
Aku lelah berpura-pura tidak mencintai kamu..
Aku lelah berpura-pura untuk diam..
Aku ingin keluar dari titik ini..
Aku ingin mencurahkan emua isi di hatiku..
Aku ingin mengatakannya..

Dan aku ingin kau tahu..
Aku ingin membuat sebuah garis..
Garis yang menghubungkan titik titik diantara kita..
Titik antara kau dan aku..
Garis untuk selamanya..
Hanya kau dan aku,,,


#METHARIMINGGU

3 comments:

  1. Pergi ke pasar beli semangka, semangka dibeli dari penjual berkacamata
    Aku kira puisi matematika, eh ternyata puisi jatuh cinta :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe,,,keren nih si mbak pantunnya ngena :D

      Delete

Pembaca setia yang sudah membaca, silahkan berkomentar sebebas mungkin dan seobjektif mungkin. Namun, jangan kasar-kasar soalnya penulis di sini lembut sekali hatinya. Sangat direkomendasikan untuk memberi saran dan kritik, bila mau pujian juga gak apa-apa. Love. You.

Follow by Email