Tuesday, May 23, 2017

IMDB Rilis Foto Spesial 15 Tahun Spiderman Bertajuk "Spiderman Through the Years"

Ya Allah pengen ke Cannes, Perancis :(

Wookeeeee..... lupakan Cannes Film Festival dulu, saya akan ngomongin superhero favorit saya yaitu Spiderman.


Spiderman for life. 


Itu adalah salah satu motto hidup saya. Dari kecil saya suka Spiderman, saking sukanya cita-cita saya dulu anti-mainstream. Gak mau jadi dokter, polisi, atau guru. Itu udah biasa. Saya pengen jadi Andrew Garfield Spiderman. Tapi saya mikir, karena dulu saya tinggal di Desa Ciomas di kabupaten yang tidak terkenal yaitu Kuningan yang belum ada gedung tingginya, adanya cuma rumah yang atapnya pendek, tingginya gak seberapa. Yang ada saya cuma bisa loncat dari satu atap ke atap lain doang, tanpa bisa berayun-ayun, seperti yang Spiderman lakukan di New York. Jaringnya pun gak kepake. Percuma. Paling banter, jaring saya kepake buat bikin kue cubit yang motifnya sarang laba-laba, itu pun harus dicampur sama tepung. Yang waktu saya SD dulu, motif tersebut paling hits dan paling mahal, buat beli kue cubit motif langka ini dibanderol harga seribu, paling mahal, Cuy. Setara dengan uang jajan sehari, beli itu langsung habis uang jajan saya.



Hari ini, tepat satu hari setelah kemarin tanggal 22 Mei 2017, bertepatan dengan peringatan lima belas tahun dirilisnya film Spiderman karya sutradara Sam Raimi di Indonesia. Yang menjadi film box-office paling laris di dunia pada tahun 2002, sekali weekend dapat seratus juta dollar. Wow sekali bukan? Spiderman, lho. Spiderman. Dalam rangka memperingati hari yang spesial ini (menurut saya spesial, menurutmu bagaimana?) saya mau berbagi foto-foto yang dua minggu lalu dirilis IMDB bertajuk "Spiderman Through Years" (telat sedikit gak apa-apa, bukan?), foto-foto closer-look dari superhero yang terkenal sebagai tetangga kita yang ramah ini.


Inilah dia, kalo kata Farah Queen mah, "This is it."


Jaringnya masih unyu-unyu, gaes.
 [Credit: gettyimages]

Galau di pager.
 [Credit: gettyimages]
Maen tarik tambang.
 [credit: gettyiamges]
Foto mesra 1.
 [credit: gettyimages]
Foto mesra 2. "Nenek bisa terbang, Coy!!"
[credit: gettyimages]
Foto mesra 3. Berpelukan. Kayak di film Titanic.
[credit: gettyimages]
"Lu kira gampang jadi Spiderman? BERAT!!"
 [credit: gettyimages]
Ku melayang bagaikan terbang ke awan.
 [credit: gettyimages]
Makasih kue serabinya.
 [credit: gettyimages]
Homecoming.
[credit: gettyimages]

Mohon maaf, foto-foto dari saya sedikit, hanya mengambil yang menurut saya menarik dan.. lucu saja, hehehe, padahal sebenarnya banyak. Lagi pula kalo banyak-banyak nantinya saya bisa kena copyright. Karena seperti kata Mamang Ben, "With great powers comes great responsibility". Dan seperti kata pepatah, "Kalo ada sumur di ladang bolehlah kita menumpang mandi." Kamu bisa langsung kunjungi saja di wesbite-nya IMDB. INI LINKNYA.

Buat kamu, yang pecinta Spiderman mana suaranyaaa? Udah siap buat nonton Homecoming entar tanggal 7 Juli 2017? Jujur, saya takut nanti ekpektasinya kegedean dan kecewa kalo pas nonton ternyata gak sebagus pendahulunya, soalnya promosinya betul-betul hype. Trailernya banyak banget.

Keren dan bersahaja, oke? Sip!

(:)(:)(:)




Tuesday, May 16, 2017

Review Bersahaja "The Nice Guys"

Wokeeeeeeeee..

Cuy, Selasa kemarin gue lupa posting, terpaksa deh follow akun peninggi badan di Instagram. Tapi, kali ini gue gak akan membiarkan mereka menang lagi.



Gue mau nulis review film aja. Film yang beruntung adalah "The Nice Guys". Film komedi, sih. Soalnya gue butuh pelarian gitu dari kejamnya hidup di dunia nyata. Di film komedi gue bisa mempertanyakan kembali dan belajar membuat situasi sulit menjadi situasi yang bisa membuat orang tertawa dan terhibur. Bahkan bisa juga belajar membuat kamu mencintai aku.

Senang banget nonton ini, soalnya ada Bang Ryan Gosling lagi. Duet sama Kek Russel Crowe. Dia udah tua banget, ya, perasaan baru kemarin nonton A Beautiful Mind dan masih muda, jago matematik lagi. Gue suka salut sama orang yang pinter matematik gitu, soalnya kebayang di pikirannya angka, rumus, dan kalkulus itu sesuatu yang BEAUTIFULNESS AND AWESOMENESS, kalo gue sih udah mending baca buku Lupus daripada harus pupus gara-gara kalkulus sama rumus.

Cup cup.




Bang Gosling keren banget, jadi detektif. Apa-apa dia mah keren, lah. Jadi supir keren, jadi tukang main piano keren. Di film ini udah punya anak gitu, anaknya juga mungkin bangga punya bapak keren. Anaknya gemas banget, mukanya ceria terpancar kayak anak SMA yang LOLOS SNMPTN. Kebayang, kan, gausah capek-capek peluh-peluh misuh-misuh SBMPTN dan juga SM.

Semoga jodoh

Tapi dimana-mana namanya seorang bapak itu keren di mata kalian. Gue yakin bapak kalian juga keren. Bapak gue juga keren. Dia seorang penjahit gordyn alias hordeng. Kalo disebut penjahit gordyn mungkin kedengeran biasa aja, coba sebut The Windows Cloth Maker (si Pembuat Pakaian untuk Jendela), atau The Anti-Spy Screen Maker (Si Pembuat Kain Anti-Orang Mesum yang Mau Ngintip). Beuh, gara-gara bapak gue elu bisa tidur nyenyak tanpa berkesah takut diintip sama Pocong Mumun.

Hii..

Tapi gue bingung juga sama Pocong Mumun, kalo gentayangan pasti ngenalin nama "Bang aye Mumun, Bang". Sopan sekali. Anak pinter. Gemes, deh. Mungkin pas SMA dia LOLOS SNMPTN.

Apalagi, ya.. mm.. kayaknya udah, deh. Malah ngelantur ke Pocong Mumun pisan, euy, apa hubungannya itu???? Hahaha.

Buat kamu yang udah nonton, gue mau tau pendapat kalian tentang film ini, bagi-bagi di kolom komentar, ya :D

Keren dan bersahaja, oke? Sip! :D

(:)(:)(:)


Monday, May 8, 2017

Kenapa Harus Nonton "Guardian of the Galaxy Volume II?"

Ini untuk pertama kalinya, Mamba nulis di sini. Setelah sebelumnya blog yang pake namaku malah diisi sama si biadab Fauzy Husni Mubarok sama curhatannya yang alay-alay. Dan, mau ngasih tau aja, blog ini sekarang ada penulis barunya, namanya Abdul Hadi, ngerekrut pas abis makan kangkung di restoran pinggir jalan (yang sebetulnya tidak pantas disebut restoran, lebih pantas disebut warung), biar blog ini rame. Gak sepi, kayak hatinya si biadab Fauzy Husni Mubarok yang udah ngisi blog ini sama curhatannya yang alay-alay.

Siapa sih, Mamba? Kok muncul tiba-tiba? Kayak bau kentut yang gak ada bunyinya? Iya, Mamba itu bisa dibilang senior dari Fauzy sama Hadi, soalnya selalu ngajarin mereka. Udah gitu aja. Pengen muncul di blog ini soalnya kemarin habis ganti domain. Cieee. Ciee. Tugas aku di sini nonton film dan nulis tentang film.

Kemarin, sama Fauzy abis nonton Guardian of the Galaxy Volume II. Film lanjutan dari Guardian of the Galaxy. Yang ada Peter Quill, Gamora, Rocket, Drax, sama si pohon kecil. Mau bagi-bagi kebahagiaan, filmnya seru, ucul pula. Kenapa sih kamu harus nonton juga?



1. Awesome Mix Volume II

Awesome Mix itu playlist bagi-bagi ibunya Peter Quill, tokoh utama di film ini. Kayak warisan gitu buat anaknya yang bandel. Sekaligus biar anaknya nurut dan selalu inget sama dia. Awesome Mix Volume II dikasih sama ibu Peter pas lagi sakaratul maut di Volume pertama. Lagunya jadul. Ngingetin masa-masa pacaran ibu-ibu di tahun 1980, yang tentunya di Amerika. Kalo di Indonesia, paling-paling dulu dengerin lagunya Obie Mesakh, Doel Sumbang sama Nike Ardilla. Bagi kamu kaum muda, terkhusus si Abdul Hadi, di sini jadul-jadul lagunya, jangan nyari lagu Awkarin sama Young Lex. A en je aye.



Awesome Mix Volume II intinya kumpulan soundtrack buat film Guardian of the Galaxy Volume II. Asyik-asyik juga lagunya. Paling asyik lagu yang di opening filmnya dipake sama Baby Groot senang-senang tanpa dosa pas yang lain lagi berantem sama monster cumi. Mamba nyetel lagu ini sambil joget-joget pake gerakan goyang poco-poco ena, masih nyambung.

2. Jokes-Jokesnya Gak Garing

Film Marvel emang terkenal sering sok-sok polos, jadinya funny. Gak salah. Penulis skrip sama sutradara GotG2 ini ya, James Gunn. Yang nulis film Scooby Doo sama Scooby Doo 2. Lucu sekali. Mamba nonton itu tahun 2002, waktu si Fauzy masih kecil. Masih balita. Kayak keong.



Udah percaya sama James Gunn, soalnya film dia udah banyak. Si Fauzy yang katanya pengen jadi penulis komedi, harus berguru sama James Gunn buat nulis cerita yang berbobot dan tidak garing seperti Fauzy lagi stand up comedy. Kelucuannya itu ngalir dari tokoh-tokohnya. Dari marah-marah si Rocket. Keberanian si Drax yang berlebihan. Yang paling banyak di eksplor di film ini itu si Baby Groot sama Mantis. Apalagi Mantis, aduh-aduh, kebanyakan makan micin.



3. Ceritanya Gak Ketebak

Sampe setengah film, Mamba gak bisa menganalisis film ini cerita mau dibawa kemana (hubungan kita?). Aku yang udah baca tentang delapan struktur cerita film dari Dan Harmon, sampe baca buku Rahasia Menulis Kreatif dari Raditya Dika untuk menelaah gimana cerita bisa terbentuk aja masih kesulitan untuk mencari arah film ini.

Tapi, jagonya film ini gak bikin bosen. Dengan tokoh yang banyak. Ada tambahan-tambahan dari film yang pertama, gak bikin pusing. Bahkan, enak banget ngikutinnya. Gak bikin ngantuk.



4. Bisa Tahu Jawaban Dari Banyak Pertanyaan "Kenapa?"

Volume I itu cuma awal, dari situ juga muncul banyak pertanyaan yang bikin penasaran buat nonton Volume II. Emang dasar, Marvel jago banget bikin film-film yang seperti itu dan jatohnya jadi ciri khas. Banyak pertanyaan "kenapa?" yang bisa Mamba simpulkan jawabannya. Kenapa Peter Quill belum ketemu bapaknya sampe gede? Kenapa Yondu Udonta sering dikhianati sama Peter Quill tapi selow-selow aja? Kenapa si Rocket suka ngamuk-ngamuk kayak cewek PMS versi rakun?

Bahkan, si Fauzy abis nonton bisik-bisik. 

"Akhirnya gue tahu, Mba."

"Apaan?"

"Kenapa selama ini gue gak punya cewek?"

"Kenapa?"

"Gue gak nyari cewek yang level ngenesnya sama kayak gue."

Hal itu bisa kamu temukan di film ini, makanya nonton. Ini seriusan.

5. Mantis

Ini bukan dari aku, ya. Tapi ini opini si biadab Fauzy Husni Mubarok yang sering curhat alay di blog ini. Kenapa kamu harus nonton film ini? Karena ada Mantis.


Kenapa Mantis?

"Mantis bikin baper, anying. Udah mah dia polos. Cantik. Di jidatnya ada dua antenanya pula. Kayaknya kalo pacaran sama dia sinyal internet bakalan selalu 4G LTE." kata dia pas pulang.

Dasar biadab, belum pacaran aja niatnya udah gak bener.

Pantesan elu susah dapet pacar, Fau.

(:)(:)(:)

Happy watching!!! :)

Jangan lupa follow instagram dan twitter kami di: @simambahitam

Kalo suka jangan lupa share dan like, ya... love you!

Thursday, May 4, 2017

Ketika Soleh Solihun Bales Komentar Gue di IG

Oleh: Fauzy Husni Mubarok

I literally want to show something to you, guys.
 
Niatnya, sih, mau pamer, gitu.

Inilah, Soleh Solihun.

Sebagai penikmat stand-up comedy (yang bukan penampil), banyak sekali akun-akun para komika di Indonesia yang gue follow di instagram. Melihat perjalanan karir mereka yang memulai semuanya dari nol, sampai banyak juga dari akun instagram mereka yang udah di “verified” (baca: di profil yang bersangkutan ada centang birunya gitu di samping username-nya. Pengen banget, kan?) gara-gara followers-nya udah banyak sekali.
 
Sekedar berbagi, gue rekomen kalian follow akun instagram orang-orang yang kalian kagumi juga, sebagai semangat untuk berkarya. Karena, kadang-kadang, mereka juga ngasih tips-tips dan quotes-quotes motivasi gitu di caption foto mereka. Contohnya kayak di postingannya Bang Radith begini, lihat tanda merah:


 
Gue follow para founder Stand Up Comedy Indonesia yaitu Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakasa, dan Ryan Adriandhy. Mereka semua adalah pedoman gue untuk berkarya.
 
Raditya Dika walaupun ketika manggung gak terlalu gue suka, tapi gue suka dia paling pertama di antara mereka berempat. Gara-gara buku-buku-nya yang gokil abis. Lalu merembet, ke Pandji, gue suka dia setelah teman gue ngasih file show stand up-nya dia “Messake Bangsaku”, gue tonton itu dan anjay, gue berani menyimpulkan show-nya Pandji paling lucu dan gue rekomendasikan buat kamu nonton juga. Gara-gara Ernest Prakasa, gue gak bisa tidur mikirin kenapa dia bisa begitu lucu pas gue nonton tur-nya dia yang bertajuk “Setengah Jalan” secara langsung di Grand Aston Hotel Yogyakarta.
 
Dan, terakhir, Ryan Adriandhy, perjalanan hidupnya seakan menjadi pemecut gue kalo impian itu gak ada yang impossible. Memulai cita-cita ingin jadi animator dan kuliah di luar negeri jurusan animasi rintangan dan liku-likunya banyak sekali. Harus kuliah di jurusan yang gak terlalu diinginkannya dulu, sampe harus menekuni stand-up comedy karena harus ngasih CV yang bagus buat ajuan beasiswa ke luar negeri. Dan, stand-up-nya yang lucu pun sering bikin gue ngangguk-ngangguk, karena fakta yang diomongin sama dia itu sangat betul, pengamatan yang sangat jeli tentang kejadian yang menimpanya sehari-hari. Jangan jauh-jauh, kamu bisa lihat channel youtube-nya Ryan, “Outwit Inc” yang baru update sedikit, videonya pendek-pendek tapi bikin tercengang. 

Sayangnya, dia jarang update soalnya lagi sibuk kuliah animasi di luar negeri. Akun instagramnya Ryan pun sangat colorful sekali.



(:)(:)(:)

Sebagai Orang Kuningan, yang terletak di Jawa Barat. Gue menggemari para komika dari Tanah Sunda. Senang sekali melihat orang yang logatnya sama dengan kita. Hahaha. Tapi, karena gue dari Kuningan, yang agak jauh dari Bandung, ibukota Provinsi Jawa Barat, jadi logat Sunda Kuningan hampir sama sekali gak kerasa. Walaupun, masih kesulitan nyamain suara huruf F, V, sama P. Hehehe.
 
Ada lumayan banyak Orang Sunda yang jadi comic terkenal Indonesia. Diantaranya ada Kang Mo Sidik, Ge Pamungkas, Kamal Ocon, Irvan Kartawiria dan Soleh Solihun. Dan Soleh Solihun-lah yang beruntung dapet follow gue di IG. Soalnya, paling favorit di antara yang Sunda-Sunda itu (Selain karena gue orangnya pelit follow dan tadinya follow Ge, tapi isinya tentang pacaran melulu sama Angie Ang. Daripada follow Ge, mending follow Angie Ang-nya, aja. Lebih cantik dan isinya pun kurang lebih sama. Sorry, ya, Ge. Hehe.).
 
Soleh Solihun baru terkenal akhir-akhir ini berkat aktingnya di film Hangout yang cukup menyita perhatian dan membuat film Raditya Dika itu mencapai rekor 2,5 juta penonton. Hebatnya lagi film ini berhasil masuk festival film di Okinawa Jepang! Beuh, keren banget. Pertama kali suka Kang Soleh, gue belum nonton show stand-up-nya satu pun, cuma nonton penampilan Kang Soleh di youtube buat Metro TV di youtube, doang. Ternyata, leh uga materinya.
 
Sering bawa-bawa jurnalistik, materinya kritis pula, karena dia dulunya seorang wartawan musik dan pernah kerja di Majalah Playboy. Hahaha. Selain itu, seperti namanya, dia juga lumayan Soleh orangnya. Namun materinya sering kontradiktif. Sering ngingetin gue sama Allah, tapi sering bawain materi-materi yang sering dikata “jorok” sama orang, dikritik “WC Jokes” atau apalah sama orang lain. Kalo emangnya hal seperti itu yang dekat dengan keseharian kita, kenapa enggak kita tertawain? Gue tetap suka, kok. Denger-denger pula, Soleh Solihun ini satu-satunya stand-up komedian yang gak pernah nulis materinya dengan sangat detail seperti komika lain dan itu lucu.

Yang bikin gue semakin kagum sama Kang Soleh, juga, kemarin, gak jauh dari hari ini, gue komen di instagramnya dia, dan sama Soleh Solihun di bales. Anjir, padahal dia artis, lho. Masih sempatnya gitu balesin gue. *bahagia*
 
Bisa dilihat, skrinsyutnya, lihat tanda merah:



Di fotonya terlihat dia lagi sama anaknya nonton film. Di layar televisi yang gue lihat itu adalah Bradley Cooper. Gue langsung komen, “Bradley Cooper detected” dengan tinggi kepedean melebihi puncak tertinggi pucuk Candi Borobudur.
 
Nyatanya, gue sotoy.
 
Itu bukan Bradley Cooper, tapi Hugh Jackman.
 
Gara-gara ini, gue langsung searching Google “perbedaan Hugh Jackman dengan Bradley Cooper” dan jeng-jeng-jeng-jeng, nemu foto ini.

Kiri Hugh Jackman. Kanan Bradley Cooper. Wolverine vs Hangover.

Bedanya jauh, anying!
 
Gue merasa malu dan dapat pelajaran. Sekali-kali, kalo mau komen di IG, jangan sembarangan, apalagi di akun IG yang udah keren kayak Kang Soleh.
 
Hahaha.
 
Terima kasih, Soleh Solihun, telah membetulkan kesotoyan gue.

 
(:)(:)(:)